Majalah Sunday

Saat Belajar Terasa Berat: Memahami Beban Kognitif dalam Proses Belajar

Penulis: Larissa Fiapermata Feby – Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu 

Belajar tidak selalu gagal karena kurang usaha. Kadang, otak kita hanya sedang bekerja terlalu keras, terlalu terdistraksi, atau berada dalam kondisi emosional yang tidak siap menerima informasi.

Ketika Belajar Terasa Berat, Padahal Kita Sudah Berusaha

Kita pernah ada di fase ini: sudah duduk rapi, buku terbuka, niat belajar penuh, tapi beberapa menit kemudian kepala terasa penuh dan fokus menghilang. Di titik ini, kita sering merasa ada yang salah dengan diri kita sendiri.
Padahal, dalam psikologi pendidikan, kondisi ini bukan soal malas atau kurang pintar. Bisa jadi, otak kita sedang menerima beban yang terlalu besar dalam waktu bersamaan.

Mengapa belajar terasa berat meski kita sudah berusaha? Artikel ini membahas beban kognitif dan cara kerja otak dalam proses belajar kita. | Short video mengganggu fokus belajar remaja, Saat Belajar Terasa Berat: Memahami Beban Kognitif, Distraksi, dan Emosi dalam Proses Belajar Kita

Otak Kita Punya Batas, dan Itu Wajar

Psikologi kognitif menjelaskan bahwa otak memiliki kapasitas terbatas untuk memproses informasi dalam satu waktu. John Sweller, seorang peneliti psikologi pendidikan asal Australia pada akhir abad ke-20, menyebut kondisi ini sebagai beban kognitif. Ketika informasi masuk terlalu banyak sekaligus, otak justru kesulitan memahami, bukan menjadi lebih pintar.
Hal ini diperkuat oleh Alan Baddeley, psikolog kognitif asal Inggris, yang menjelaskan bahwa memori kerja hanya mampu menampung sedikit informasi dalam waktu singkat. Jadi, saat kita merasa “kepala penuh”, itu bukan tanda kelemahan, melainkan tanda bahwa otak kita sedang bekerja di luar kapasitasnya.

Belajar di Tengah Notifikasi: Fokus yang Terpecah Diam-diam

Di era digital, belajar hampir selalu berdampingan dengan ponsel. Notifikasi masuk, pesan dibalas, lalu kembali ke materi. Kita merasa masih belajar, padahal fokus kita terus berpindah.
Penelitian psikologi kognitif yang dilakukan Eyal Ophir di Amerika Serikat menunjukkan bahwa perhatian yang terus terpecah membuat otak lebih sulit menyaring informasi penting. Akibatnya, pemahaman menjadi dangkal dan materi lebih cepat terlupakan. Kita terlihat sibuk, tetapi proses belajarnya tidak benar-benar terjadi secara utuh.

Mengapa belajar terasa berat meski kita sudah berusaha? Artikel ini membahas beban kognitif dan cara kerja otak dalam proses belajar kita. | Siapa sih yang kepingin dapet nilai ujian jelek? Tapi kalau gak disangka dapet jelek gimana? Kena mental? Baca deh artikel ini!, Saat Belajar Terasa Berat: Memahami Beban Kognitif, Distraksi, dan Emosi dalam Proses Belajar Kita

Ketika Emosi Ikut Menentukan Hasil Belajar

Ada hari-hari ketika belajar terasa berat bukan karena materinya sulit, tetapi karena perasaan kita sendiri. Cemas, tertekan, atau takut gagal membuat otak seolah menolak menerima informasi baru.
Stephen Krashen, seorang ahli psikologi pendidikan dari Amerika Serikat, menjelaskan bahwa emosi negatif dapat menjadi penghalang psikologis dalam proses belajar. Ketika kondisi batin tidak aman, otak lebih fokus bertahan daripada memahami. Inilah sebabnya belajar membutuhkan suasana yang tenang, bukan tekanan yang berlebihan.

Belajar Bukan Sekadar Soal Disiplin, Tapi Soal Memahami Diri

Dari beban kognitif, distraksi digital, hingga emosi, semuanya menunjukkan satu hal penting: belajar adalah proses manusiawi. Kita tidak selalu gagal karena kurang usaha, tetapi karena cara belajar kita belum selaras dengan cara kerja otak.
Ketika kita mulai memberi ruang—belajar bertahap, mengurangi distraksi, dan bersikap lebih lembut pada diri sendiri—belajar perlahan terasa lebih ringan dan bermakna.

Belajar bukan tentang memaksa otak bekerja tanpa henti, tetapi tentang memahami kapan otak perlu fokus, kapan perlu jeda, dan kapan perlu rasa aman. Saat kita belajar mengenali cara kerja pikiran dan perasaan kita sendiri, proses belajar tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan perjalanan yang bisa kita nikmati bersama.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengembangkan rasa ingin tau, Belajar Efektif ala B.J. Habibie: Disiplin dan Konsistensi dalam Meraih Prestasi, Tidak Lelah, tapi Sulit Fokus: Memahami Gangguan Atensi dalam Proses Belajar, Saat Belajar Terasa Berat: Memahami Beban Kognitif, Distraksi, dan Emosi dalam Proses Belajar Kita

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Ketika Emosi Ikut Menentukan Hasil Belajar

Post Views: 2