Majalah Sunday

Rebut Dandang Betawi Pinggiran: Tradisi Unik yang Meriahkan Budaya Betawi

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Sunners, sebagai warga Indonesia, tentu banyak banget tradisi dari berbagai adat yang sampai sekarang masih dilakukan. Salah satunya seperti Rebut Dandang yang berasal dari adat Betawi, siapa yang disini beradat Betawi terutama di daerah pinggiran? Mungkin kalian udah tahu nih dengan tradisi tersebut tapi bagi yang belum, kalian penasaran gak Rebut Dandang tradisi yang seperti apa? Yuk kita cari tahu!

Asal-Usul Rebut Dandang

Rebut Dandang khas Betawi Pinggiran? Tradisi yang belum dikenal oleh banyak orang, tapi kira-kira hal unik apa ya yang ada di tradisi ini?

Sebelumnya, pasti kalian pernah dengar tradisi Palang Pintu kan? Tradisi Palang Pintu dikenal pada tahun 1980an, tradisi ini terkenal bersama Ondel-Ondel. Kedua tradisi tersebut yang akhirnya mewakili menjadi warisan khas Betawi. Lalu, hubungannya dengan tradisi yang kita bahas apa? Nah, antara Rebut Dandang dan Palang Pintu hanya terdapat perbedaan penyebutan tradisi, dialek Betawi yang digunakan, iringan musik, dan rangkaian tradisinya.

Sesuai dengan judul bahwa Rebut Dandang merupakan tradisi khas Betawi Pinggiran yang berada di daerah Depok dan Bekasi aja. Hal ini juga terdapat kegiatan untuk merebut dandang dengan bela diri pencak silat. Sedangkan, untuk Betawi Kota yang berada di daerah Jakarta menyebut tradisi ini dengan Palang Pintu tanpa adanya tradisi merebut dandang, jadi hanya pencak silat aja.

Rangkaian Tradisi Rebut Dandang

Rebut Dandang khas Betawi Pinggiran? Tradisi yang belum dikenal oleh banyak orang, tapi kira-kira hal unik apa ya yang ada di tradisi ini?
Ilustrasi Rebut Dandang (Pict by Seni Budaya Betawi).

Pembuka

Rangkaian dalam tradisi Rebut Dandang ini kurang lebih sama seperti Palang Pintu yaitu diawali dengan pengantin laki-laki yang berkunjung ke rumah pengantin perempuan. Sebelum diizinkan masuk, dari pihak pengantin laki-laki akan dihadang oleh pihak pengantin perempuan. Biasanya diawali dengan sapaan dan pantun secara bergantian hingga akhirnya, terdapat perwakilan dari pengantin perempuan yang akan menguji kemampuan bela diri dari perwakilan pengantin laki-laki. Pada sahut-sahutan pantun ini, dalam tradisi Rebut Dandang menggunakan dialek Betawi Ora.

Jika tradisi Palang Pintu, perwakilan pengantin laki-laki hanya perlu menjatuhkan perwakilan dari pengantin perempuan. Namun berbeda dengan tradisi Rebut Dandang, sesuai dengan namanya, meskipun terdapat uji kemampuan bela diri juga tapi sambil membawa dandang di belakang punggung menggunakan selendang. Dalam tradisi ini, jadi mempunyai tujuan yang berbeda yaitu merebut dandang tersebut.

Perbedaan Daerah

Nggak hanya itu, di tradisi khas Betawi Pinggiran ini yang membawa dandang tersebut berdasarkan daerah masing-masing. Jika dari daerah Depok dan sekitarnya, maka yang akan membawa dandangnya adalah perwakilan dari pengantin perempuan serta perwakilan dari pengantin laki-laki harus merebut dandang itu. Sedangkan di daerah Bekasi dan sekitarnya, dapat dilakukan sebaliknya yaitu perwakilan pengantin laki-laki lah yang membawa dandangnya dan perwakilan dari pengantin perempuan yang harus merebut dandang.

Penggunaan musik juga berbeda di setiap daerah, kalau di daerah Depok dan sekitarnya, diiringi dengan tanjidor atau gambang kromong. Sedangkan, di daerah Bekasi dan sekitarnya, diiringi dengan gendang pencak, hadroh hingga rebana ketimpring.

Penutup

Setelah dandangnya berhasil direbut, tradisi akan dilanjutkan dengan pengantin laki-laki yang harus diuji membaca ayat suci Al-Qur’an. Jika berhasil, maka dipersilakan untuk masuk oleh pihak pengantin perempuan. Namun jika gagal, maka dipersilakan untuk pulang.

Rebut Dandang khas Betawi Pinggiran? Tradisi yang belum dikenal oleh banyak orang, tapi kira-kira hal unik apa ya yang ada di tradisi ini?
Tradisi Khas Betawi Pinggiran. (Pict by Budaya Jawa)

Wih! Ternyata menarik juga ya tradisi khas Betawi Pinggiran ini, Sunners. Rebut Dandang bukan hanya sekadar tradisi yang meriah tetapi dapat dijadikan sebuah simbol kebersamaan dan raya syukur dalam budaya adat Betawi. Dengan memeriahkan tradisi ini, masyarakat adat Betawi nggak hanya berkumpul untuk merayakan tradisi. Namun, dapat menjaga warisan budaya Betawi agar tetap hidup hingga saat ini.

Meskipun sebagian dari kita, mungkin nggak beradat Betawi tapi bakalan senang banget gak sih kalau sampai saat ini masih ada yang melestarikan tradisi tersebut? Oleh karena itu, mari kita mulai mengenalkan Rebut Dandang ini dengan menyebar cerita maupun berpartisipasi pada tradisi ini.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1