WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Putus Cinta Jangan Putus Asa

Siapa sih yang nggak pernah terkena virus merah jambu? Jangan-jangan kamu lagi mencoba menarik perhatian seseorang yang kamu taksir? Jatuh cinta berjuta rasanya seakan dunia milik berdua. Patah hati seakan bikin dunia runtuh. Tiba-tiba tawa yang selalu menghiasi hari menghilang. Lantas jadi orang paling menderita sedunia. Jangan dong!

Sunners, apakah kamu sedang memulihkan diri setelah putus cinta? Mengalami masa-masa sulit menghadapi pengalaman pahit selepas ditinggal orang yang disayangi memang nggak mudah. Tapi selalu ingat ya, kamu tidak sendirian! Putus cinta seharusnya nggak bikin kita terpuruk. Si doi boleh aja bikin hati patah tapi bukan matahin semangat dan ambisi kita.

Ditinjau dari sudut pandang psikologi berdasarkan teori Shontz, reaksi putus cinta akan berwujud seperti berikut ini :

  • Shock

Kita merasa kaget dan tidak menduga. Never imagined we’d end like this ☹

  • Encounter reaction

Merasa kehilangan, pikiran menjadi kacau, sedih, dan merasa tidak percaya.

  • Retreat

Lebih dalam lagi, kita akan menolak bahwa kita mengalami putus cinta. Reaksi semacam ini hadir sebagai pertahanan diri untuk melindungi diri dari perasaan tidak nyaman. It’s normal, okay.

Sakit hati obatnya emang nggak paten, enggak ada resep khusus.Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya memang semenyakitkan itu. Meski begitu, patah hatinya nggak boleh loh menghasilkan energi negatif.

1. Menerima keadaan yang ada.

Saat hubungan berakhir, mungkin kita masih terngiang suaranya, kepikiran wajahnya atau masih kangen sampai bacain pesan di ruang obrolan yang sudah mulai usang itu. Pertama banget, kita perlu menerima bahwa hubungan itu sudah kandas, supaya proses pemulihan diri nggak terhambat. Ingat deh alasan berakhirnya hubungan dan hindari pengharapan untuk hubungan itu kembali seperti semula. Selalu ingat, ada orang spesial yang menunggu kamu.

2. Berikan waktu untuk diri sendiri.

Kita perlu mengatur diri dari perasaan negatif. Misalnya dengan meditasi, relaksasi, atau rekreasi. STOP stalking akun mantan juga termasuk loh! Coba yuk terapin konsep mindfulness. FYI, Mindfulness adalah konsep membawa pikiran benar-benar pada masa sekarang sehingga dapat menjalani hidup lebih bebas dan realistis.

3.Ubah penampilan jadi lebih baik.

Ayo semangat percantik diri dan menimbun prestasi. Patah hati nggak boleh mengendalikan diri kita. Kenali diri lebih dalam lagi biar makin tau apa-apa saja kelebihan dan kelemahan yang mesti diperbaiki.

4. Temukan kebahagianmu.

Semenjak si dia pergi kayaknya perasaan bahagia dan cerianya jadi tertutupi ya. Kesannya kita kehilangan kebahagian kita, padahal itu cuma respons tubuh terhadap perpisahan aja. Coba makan ice cream, coklat atau makanan apapun yang kamu suka, tapi jangan berlebihan. Dengerin musik juga ya, It’s Okay If You Forget Me

Oleh : Masriah – Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment