Majalah Sunday

Porn Memory, Dampak Jangka Panjang dari Pornografi

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

Sangat disayangkan bahwa konten pornografi semakin marak dan tidak terkontrol baik di Indonesia maupun luar negeri. Terkadang, kita tidak sengaja melihat konten porno di iklan saat ingin mengakses website, lihat berita tentang konten pornografi yang muncul di chat atau media sosial, atau berada di lingkungan yang terang-terangan hobi menonton film porno dan menyebarkannya ke orang lain.

Kecanduan pornografi sangat berbahaya bagi fungsi otak, bahkan dampaknya sama seperti ketika kecanduan narkoba dan obat terlarang. Ayo kita bahas lebih lanjut tentang bahaya pornografi dan porn memory.

Apa Itu Pornografi dan Porn Memory?

Pornografi adalah segala bentuk materi dalam bentuk foto, video, tulisan, suara, maupun animasi yang menampilkan perilaku seksual secara eksplisit dan vulgar. Tujuannya adalah untuk membangkitkan gairah seksual dan melanggar norma kesusilaan umum. Pornografi bisa tersebar melalui internet dan majalah.

Sedangkan porn memory atau memori pornografi merujuk pada dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh konsumsi pornografi pada otak seseorang, khususnya terkait dengan memori, fungsi kognitif, dan pemrosesan emosi.

Bagaimana Porn Memory Berdampak Pada Kita?

1. Gangguan Perkembangan Otak

Ketika mengonsumsi konten pornografi, tubuh akan mengeluarkan dengan hormon dopamin yang memicu rasa puas. Namun jika otak menerima dopamin secara berlebihan, hormon ini akan membanjiri prefrontal cortex, bagian otak yang mengatur fungsi eksekutif seperti membuat keputusan dan memecahkan masalah.

Kalau prefrontal cortex sampai rusak, kita akan sulit mengendalikan diri dan membedakan perilaku yang baik dan buruk. Rasa bersalah, cemas, dan depresi juga akan timbul jika sudah kecanduan konten porno, yang dapat mengganggu kesehatan mental.

2. “Ditato” dengan Visual Porno

Stimulus seksual dari pornografi memicu pelepasan zat kimia otak secara intens seperti norepinefrin, oksitosin, dan vasopresin. Zat-zat ini bekerja untuk menciptakan ingatan yang kuat dan tahan lama. Akibatnya, konten pornografi dapat tertanam dalam ingatan bagaikan “ditato” bahkan setelah lama berhenti menontonnya.

3. Masalah Rumah Tangga dan Perilaku Sosial

Ketika seseorang kecanduan menonton atau melihat konten porno, mereka akan memiliki fantasi seksual berlebihan dan berpotensi marah jika hubungan rumah tangga tidak sesuai harapan. Kemungkinan melihat lawan jenis sebagai objek semakin tinggi karena dipengaruhi oleh apa yang dilihat dari konten pornografi. Selain itu, orang yang kecanduan pornografi dapat menganggap bahwa kekerasan fisik dan seksual dalam hubungan intim maupun hubungan sosial lainnya merupakan hal yang normal.

Kecanduan menonton pornografi dapat menyebabkan porn memory yang dapat berdampak negatif.
Dampak porn memory bisa berlangsung jangka panjang dan efeknya tidak main-main terhadap kemampuan otak dan perilaku kita.

Dengan menyadari dampak pornografi dan porn memory, kita bisa meningkatkan kesadaran dalam mencari informasi di media massa dan menghindari akses konten yang dapat berpengaruh negatif bagi kita seperti konten pornografi. Jadi, bijaklah memilah konten yang kita konsumsi sehari-hari ya!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1