Majalah Sunday

Pasola, Tradisi Sumba yang Bikin Kagum dan Penasaran

Penulis: Adistya Armitayana – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kalau sunners pernah lihat video atau foto tentang laki-laki Sumba yang menunggang kuda sambil saling melempar lembing kayu. Itulah Pasola, salah satu tradisi Sumba yang paling terkenal dan penuh aksi. Di balik serunya pertarungan di atas kuda itu, budaya Sumba menyimpan cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar adu keberanian. Pasola bukan cuma tontonan menarik, tapi ritual adat yang sudah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan pada leluhur, alam, dan siklus hidup masyarakat setempat.

Meski terlihat menegangkan bagi orang luar, bagi masyarakat Sumba, Pasola adalah simbol kebersamaan, keberanian, dan harapan akan panen yang baik. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa budaya Indonesia tidak hanya kaya warna, tetapi juga sarat makna yang masih relevan sampai sekarang.

Tradisi Pasola

Pasola merupakan sebuah tradisi yang menyatukan unsur adat, spiritualitas, dan keberanian. Pasola berasal dari kata sola atau hola, yang berarti lembing kayu. Tradisi ini dilakukan dengan melempar lembing dari atas kuda oleh dua kelompok yang saling berhadapan. Dalam kepercayaan Marapu, Pasola diyakini menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan arwah leluhur, sehingga masyarakat bisa memperoleh restu, kemakmuran, dan keseimbangan hidup.

Namun sebelum Pasola dilaksanakan, masyarakat harus menjalani tradisi Nyale yaitu mencari cacing laut berwarna-warni yang dipercaya sebagai pertanda panen melimpah. Jika Nyale sehat dan berlimpah, Rato (pemuka adat) akan menyatakan bahwa Pasola boleh dilaksanakan. Jika tidak, tradisi itu harus ditunda. Nyale bukan sekadar ritual kecil, tapi simbol hubungan erat masyarakat Sumba dengan alam dan leluhur.

Saat Pasola berlangsung, dua kubu beranggotakan puluhan pemuda gagah akan beradu di tanah lapang menggunakan lembing kayu. Mereka menunggang kuda Sandelwood kuda khas Sumba, sambil melempar lembing kayu ke arah lawan. Meski tampak seperti pertarungan, Pasola bukan ajang untuk menentukan pemenang. Yang terpenting adalah berlangsungnya ritual itu sendiri sebagai bentuk komunikasi simbolis dengan leluhur.

Peserta Pasola saling melempar lembing kayu di atas kuda. (Sumber: Pinterest)

Tradisi, Risiko, dan Nilai Sosial di Baliknya

Tidak bisa dipungkiri, Pasola memiliki risiko. Meski ujung lembing dibuat tumpul, cedera tetap bisa terjadi. Namun bagi masyarakat Sumba, risiko tersebut adalah bagian dari ritual. Bahkan, dalam kepercayaan setempat, darah yang jatuh ke tanah dipercaya dapat menyuburkan bumi, sebuah simbol pengorbanan demi keseimbangan alam.

Menariknya, Pasola juga mengajarkan nilai sosial yang kuat. Tidak ada dendam setelah ritual selesai. Semua konflik harus berhenti di arena Pasola. Jika seseorang terkena lemparan lembing, ia tidak diperkenankan membalas di luar ritual. Aturan ini menanamkan nilai sportivitas, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap adat.

Selain itu, Pasola menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat. Warga dari berbagai kampung berkumpul, saling bertemu, dan memperkuat ikatan sosial. Tradisi ini bukan hanya tentang keberanian fisik, tetapi juga tentang solidaritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap warisan budaya.

Tradisi Pasola digelar sebagai bagian dari adat masyarakat Sumba. (Sumber: Pinterest)

Pasola adalah bukti nyata bahwa budaya Indonesia tidak pernah kehabisan cerita luar biasa. Tradisi ini bukan hanya soal aksi menunggang kuda, tetapi juga tentang keyakinan, kebersamaan, dan cara masyarakat menjaga hubungan dengan leluhur serta alam. Melihat Pasola membuat kita sadar bahwa budaya lokal punya kedalaman yang layak untuk dipelajari. Tradisi ini mengajarkan keberanian, rasa hormat, dan kebijaksanaan, nilai yang tetap relevan di era modern.

Yuk, kita mulai kenal lebih dekat dengan tradisi Indonesia yang penuh makna seperti Pasola. Semakin kita memahami budaya sendiri, semakin besar peluang untuk ikut menjaga dan melestarikannya agar tetap hidup dan dihargai hingga masa depan.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 46