WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Nanti Kita Cerita Soal Membangun Kebiasaan Baik…

Sunday SELF-LOVE Series #3

 

Setelah sebelumnya kita telah mengetahui tahapan self-love yang pertama dan kedua, nah, kali ini kita akan membahas tentang tahapan self-love yang ketiga, yaitu membangun kebiasaan baik.

Sebagai makhluk sosial, kita pasti memiliki banyak kegiatan. Tanpa kita sadari, kegiatan yang kita lakukan tersebut seringkali menimbulkan suatu kebiasaan yang kita lakukan tiap harinya. Kebiasaan tersebut bisa merupakan suatu hal yang baik ataupun buruk. Biasanya, kebiasaan baik memang lebih sulit untuk dilakukan ketimbang kebiasaan yang tidak baik, tapi apakah kamu ingin menjalankan kebiasaan yang tidak baik tersebut terus menerus? Bagaimana caranya membangun kebiasaan yang baik?

Boost your immune system concept illustration Free Vector

Membangun suatu kebiasaan baru, meskipun itu adalah kebiasaan baik, memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan, namun hal tersebut bukan tidak mungkin. Sebuah penelitian oleh Philippa Lally dari University College of London mengatakan bahwa rata-rata kebiasaan melekat pada diri manusia bila sudah dilakukan selama 66 hari, secara psikologis, malah bisa lebih. Ada pula yang 254 hari, baru menjadi kebiasaan, tergantung individu masing-masing. Untuk amannya, berkomitmenlah untuk melakukan kebiasaanmu minimal 30 hari. Biasanya sih, kalau sudah 30 hari, kebiasaan mulai terasa ringan. Kita hanya perlu tekad, komitmen dan percaya bahwa hal tersebut dapat membawa dampak baik bagi diri kita dan sekitar kita. Langkah yang bisa kita terapkan dalam melatih kebiasan baik tersebut diantaranya adalah:

  1. Mulai dari hal kecil

Lakukan suatu kebiasaan kecil yang mudah untuk melatih kebiasaanmu. Jika hal tersebut sudah bisa kamu lakukan dengan mudah, maka kamu bisa menambah hal lain yang sedikit lebih besar. Apakah hal tersebut? Tanyakan pada dirimu sendiri karena hanya dirimulah yang memiliki jawabannya. Mungkin untuk permulaan, kamu bisa belajar membiasakan diri untuk senyum/menyapa orang lain seperti tetangga,  teman sekolah, atau ketika kita berada di suatu tempat.

  1. Fokus dulu ke satu kebiasaan

Jangan terlalu banyak mengambil kebiasaan baru dalam waktu bersamaan. Dijamin, hal tersebut malah membuatmu tidak nyaman dan pusing. Fokuslah pada satu hal yang ingin kamu ubah, misalnya bangun pagi, olahraga, atau yang lainnya. Fokuslah pada hal tersebut sampai kamu merasa nyaman melakukannya sehari-hari tanpa ada rasa paksaan. Jangan lupa niatkan dalam hati agar proses membangun kebiasaan tersebut terasa lebih ringan.

  1. Komitmen

Hal ini merupakan hal yang sangat penting bagi proses membangun kebiasaan baru. Karena tanpa komitmen, semua rencana yang telah kita susun secara rapi bisa berubah menjadi berantakan, dan hasilnya, kita tidak mendapatkam perubahan baru dalam diri kita.

Pack of young people emotions Free Vector

Ada banyak contoh kegiatan positif yang bisa kita ambil dan terapkan untuk dijadikan sebuah kebiasaan baru. Bahkan, kamu bisa mengambilnya dari hobimu, misalnya kamu suka membaca buku, namun selama ini kamu membaca hanya jarang-jarang saja dan lebih banyak bermain gawai ketimbang membaca buku. Kamu bisa ambil kegiatan membaca buku tersebut untuk dijadikan kebiasaan baru. Contohnya, jika kamu biasanya hanya membaca buku tiap 2 minggu sekali, nah sekarang cobalah membaca buku tiap 1 minggu sekali, jika hal tersebut sudah berjalan dengan baik, cobalah membaca buku setiap hari minimal 1 hari 15-20 lembar. Lakukan hal tersebut di waktu luangmu, dan kamu bisa pilih buku apapun sesuai dengan selera dan kesukaanmu.

Dengan membangun kebiasaan baru yang baik, maka kamu telah melakukan suatu hal yang baik pula untuk dirimu, hal tersebut bisa dijadikan sebagai sebuah simbol bahwa kamu mencintai dirimu sendiri. Teruslah berbuat baik dan jangan pernah bosan untuk melakukannya, lakukanlah hal tersebut untuk dirimu dan untuk orang lain di sekitarmu. Nah, penasaran kan dengan artikel self-love selanjutnya? Nantikan kelanjutannya minggu depan ya, jangan sampai kelewatan!

 

Oleh: Elfrida Sakti

Leave A Comment