Majalah Sunday

Mitos vs Fakta Hubungan Seksual yang Harus Kamu Ketahui

Penulis: Dinda Novariani – Universitas Negeri Malang

Mitos mengenai hubungan seksual sering kali disalahartikan sebagai fakta di masyarakat. Remaja pun sebagai orang dewasa yang baru lahir tentu masih abu-abu dong mengenai hubungan seksual. Seringkali nih, remaja jadi kena doktrin orang dewasa karena mitosnya memang sekuat itu di masyarakat. Akibatnya? Salah paham, cekcok, penyesalan di akhir,  aduh pokoknya banyak, deh!

Kalau gitu, gimana cara kita menghindarinya? Tenang, di sini bakal mimin jelasin deh apa aja mitos-mitos seputar hubungan seksual itu, serta penjelasan fakta yang sebenarnya terjadi. Yuk, simak bareng! 

Sunners tahu enggak apa aja mitos dan fakta hubungan seksual yang harus diketahui saat remaja? Yuk, simak, sebelum menyesal!
Mitos vs fakta kesehatan seksual kira-kira apa aja, ya? by Unsplash

Mitos vs Fakta Hubungan Seksual

Berikut beberapa mitos vs fakta mengenai hubungan seksual yang bisa kamu cermati, yaitu: 

1. Mitos: Berhubungan seksual sekali tidak membuat pasangan hamil

Fakta: Pembuahan tidak tergantung pada frekuensi pasangan melakukan seks. Melakukan seks sekali tidak membuat seseorang bebas dari kemungkinan untuk hamil, walau hal itu pertama kali terjadi. Asalkan sel telur dan sel sperma memiliki kemungkinan untuk bertemu, besar kemungkinan pembuahan akan terjadi, lho!  

2. Mitos: Makan nanas bisa menggugurkan kandungan

Fakta: Mitos ini bisa hadir karena buah nanas mengandung bromelain. Dalam  bentuk tablet, bromelain sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena bisa menyebabkan pendarahan abnormal, kontraksi dini, dan bahkan keguguran. Namun, kandungan enzim bromelain yang terdapat dalam nanas sangatlah sedikit, apalagi jika dibuat jus. Menurut halodoc, JIka memang seseorang ingin membuat gangguan kandungan, setidaknya ia harus makan 10 nanas utuh dalam sekali makan.

3. Mitos: Perawan bisa diketahui dari keluar tidaknya darah saat berhubungan seksual

Fakta: Kegiatan seperti berkuda, bersepeda, atau kecelakaan bisa menyebabkan selaput dara rusak. Selaput dara pun ada yang bersifat elastis untuk beberapa perempuan sehingga tidak menyebabkan pendarahan saat pertama kali berhubungan intim. Jadi, jangan menilai keperawanan seseorang dari selaput daranya lagi, ya! 

4. Mitos: Ejakulasi di luar akan lebih mengurangi kemungkinan pasangan untuk hamil

Fakta: Seseorang yang menarik Mr. P sebelum melakukan ejakulasi saat berhubungan ternyata tetap saja bisa menyebabkan kehamilan. Menurut halodoc, memang kecil kemungkinannya untuk sperma keluar sebelum terjadi ejakulasi pada Mr. P, tapi tetap saja tidak menghindarkan kemungkinan cairan yang mengandung sperma bisa keluar sebelum ejakulasi.

Dari mitos-mitos di atas, mana nih yang sering Sunners dengar? Mitos itu tentunya datang dari mulut ke mulut yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Maka dari itu, Sunners perlu memiliki pemikiran yang kritis mengenai berbagai hal yang bisa menimbulkan pertanyaan. Bila perlu, Sunners juga bisa berkonsultasi pada dokter kandungan untuk info yang lebih akurat.

Dengan adanya artikel ini, mimin harap Sunners bisa lebih bijak menanggapi berbagai mitos yang ada di masyarakat dan mengerti penyebab mitos tersebut bisa terjadi. Jangan lupa untuk Sunners supaya terus jaga kesehatan dan self-love!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 6
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?