Majalah Sunday

Mengenal Sawo Kecik Si Buah Manis dari Jawa

Penulis: Adistya Armitayana – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Kalau kamu pikir sawo kecik cuma buah kecil yang gampang terlupakan, coba lihat lagi. Sebagai makanan tradisional Jawa, buah mungil berwarna cokelat kemerahan ini pernah jadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat. Di banyak rumah lama, sawo kecik sengaja ditanam di halaman karena diyakini membawa kebaikan bagi pemiliknya. Rasanya yang manis lembut, aroma khasnya, dan bentuknya yang sederhana cocok banget dengan nilai hidup dalam kuliner Jawa yang mengutamakan kerendahan hati dan tidak berlebihan.

Meskipun sekarang semakin jarang dibicarakan sebagai buah lokal Indonesia, sawo kecik punya cerita panjang yang menarik. Di balik ukurannya yang kecil, tersimpan filosofi tentang karakter, kesederhanaan, dan kebaikan yang melekat kuat pada budaya Jawa. Mulai dari pepatah, tradisi keluarga, sampai simbol-simbol adat, sawo kecik jadi bukti bahwa makanan tradisional bisa menyimpan makna lebih dalam daripada yang terlihat.

Apa Itu Sawo Kecik?

Secara sederhana, sawo kecik adalah buah lokal Indonesia yang berasal dari pohon dengan nama ilmiah Manilkara kauki. Ukurannya kecil biasanya hanya sebiji kelereng besar, tapi rasanya manis banget. Dulu, buah ini cukup populer di Jawa dan sering dijumpai di pekarangan rumah, terutama di daerah pedesaan dan lingkungan keraton.

Pohon sawo kecik terkenal kuat, berumur panjang, dan bisa tumbuh subur di berbagai kondisi tanah. Karena sifat inilah, masyarakat Jawa menganggapnya sebagai simbol keteguhan hati dan kesabaran. Kalau kamu pernah mendengar nama-nama tempat seperti Kebon Sawo, kemungkinan besar tempat itu dulunya dipenuhi pohon sawo kecik.

Sawo kecik yang sudah matang. (sumber: pinterest)

Makna Budaya dan Filosofi Sawo Kecik

Dalam budaya Jawa secara umum, sawo kecik punya makna yang cukup dalam. Kata “kecik” dalam bahasa Jawa berarti “kecil”, tapi juga bisa berarti “becik” atau “baik”. Jadi, menanam sawo kecik dipercaya sebagai harapan agar penghuninya menjadi pribadi yang baik, rendah hati, dan dijauhkan dari sifat sombong.

Pohon ini juga sering ditemukan di kompleks keraton atau tempat-tempat bersejarah sebagai simbol moralitas dan perilaku yang “tata, titi, tentrem”. Dalam beberapa komunitas, sawo kecik bahkan dianggap sebagai pengingat bahwa kebaikan itu tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan cukup kecil, sederhana, tapi bermakna.

Selain itu, buah ini sering jadi bagian dari tradisi keluarga, mulai dari suguhan acara kecil sampai simbol pemberian nasihat. Banyak orang tua Jawa dulu percaya bahwa mengenalkan sawo kecik pada anak-anak sama seperti mengajarkan nilai-nilai hidup, manis, tidak mencolok, tapi menguatkan karakter dari dalam.

Sawo kecik yang masih di pohon, warna oranye menandakan buah mulai siap dipanen.

Sawo kecik mungkin kecil, tapi maknanya besar. Buah ini adalah pengingat tentang kesederhanaan, kebaikan, dan karakter yang kuat dalam budaya Jawa. Di tengah tren makanan modern yang silih berganti, sawo kecik mengajak kita melihat bahwa kadang hal-hal kecil dan sederhana justru menyimpan nilai paling berharga. Mempelajari sawo kecik berarti belajar mengenal akar budaya yang selama ini mungkin tidak kita sadari ada di sekitar kita.


Yuk, mulai lebih akrab dengan makanan lokal dan cerita di baliknya. Siapa tahu dari buah kecil seperti sawo kecik, kita bisa belajar banyak tentang karakter, kesederhanaan, dan kebaikan yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 80