Majalah Sunday

Mengenal Majas Metafora, Personifikasi dan Majas Lainnya
yang Membuat Puisi Semakin Memikat

Penulis: Ahmad Syaiful Annas-Unesa

Pernahkah kamu membaca puisi dan merasa tersentuh hanya oleh beberapa baris kata? Atau mungkin kamu merasakan makna yang dalam, meskipun puisinya sangat singkat? Inilah salah satu keunikan puisi dibandingkan bentuk tulisan lainnya. Puisi tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menyentuh rasa. Salah satu elemen penting yang membuat puisi terasa begitu memikat adalah penggunaan majas gaya bahasa yang memperindah, memperkuat, dan memperdalam makna.

Apa itu Majas?

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan makna secara tidak langsung, kreatif, dan imajinatif. Dalam puisi, majas bukan sekadar hiasan, tetapi menjadi jantung dari ekspresi penyair yang mampu mengubah kata biasa menjadi luar biasa, dan membuat pembaca melihat dunia dari sudut pandang baru.

Salah satu elemen penting yang membuat puisi terasa begitu memikat adalah penggunaan majas, entah itu majas metafora dan lainnya

Jenis-Jenis Majas

Metafora

Metafora adalah majas perbandingan yang menyamakan satu hal dengan hal lain tanpa menggunakan kata penghubung seperti “seperti” atau “bagai”. Dalam metafora, dua hal yang dibandingkan dianggap identik secara langsung. Contohnya, “waktu adalah pedang” menggambarkan waktu sebagai sesuatu yang tajam dan menentukan, yang bisa melukai atau memotong kesempatan jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Majas ini sering digunakan dalam puisi untuk menyampaikan makna secara simbolis dan kuat, sehingga pembaca terdorong untuk berpikir lebih dalam tentang maksud penyair. Metafora mampu memperkaya makna dan memperindah ekspresi.

Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati, hewan, atau hal abstrak. Contohnya, dalam kalimat “angin berbisik lirih di jendela hatiku”, angin digambarkan seolah-olah bisa berbisik seperti manusia. Tujuan penggunaan personifikasi dalam puisi adalah untuk menciptakan suasana yang lebih hidup dan imajinatif. Dengan memberikan karakter manusia pada sesuatu yang tidak hidup, penyair dapat membangun kedekatan emosional antara pembaca dengan objek yang digambarkan. Personifikasi sering digunakan untuk menggambarkan perasaan, alam, atau situasi dengan cara yang lebih menyentuh dan puitis.

Hiperbola

Hiperbola adalah majas yang menggunakan pernyataan yang dilebih-lebihkan secara ekstrem untuk memberi efek dramatis atau emosional. Contohnya, “air mataku mengalir seluas samudra” bukan bermakna sebenarnya, melainkan menggambarkan kesedihan yang sangat mendalam. Majas ini umum ditemukan dalam puisi untuk menonjolkan suasana hati, baik itu kesedihan, kebahagiaan, marah, atau rindu. Hiperbola tidak dimaksudkan untuk dipercaya secara harfiah, tetapi sebagai cara penyair mengekspresikan perasaan secara kuat dan jelas. Penggunaan hiperbola dapat mempertegas pesan yang ingin disampaikan dan membuat pembaca lebih terlibat secara emosional.

Simile

Simile adalah majas perbandingan yang menggunakan kata penghubung seperti “seperti”, “bagai”, “laksana”, atau “umpama”. Contohnya, “hatinya sekeras batu” menggambarkan seseorang yang keras kepala atau tidak mudah tersentuh perasaan. Simile membantu pembaca memahami sifat atau keadaan dengan membandingkannya pada hal yang lebih konkret atau akrab. Majas ini mempermudah penyair menyampaikan makna melalui gambaran visual atau pengalaman yang serupa dengan pembaca. Simile juga memberikan keindahan dan kesegaran dalam bahasa puisi karena membangun asosiasi yang imajinatif antara dua hal berbeda.

Ironi

Ironi adalah majas sindiran halus yang menyatakan hal bertentangan dengan kenyataan atau maksud sebenarnya. Contohnya, ketika seseorang berkata “Bagus sekali nilaimu, sampai-sampai merah semua,” padahal maksudnya mengejek karena nilainya buruk. Dalam puisi, ironi sering digunakan untuk menyampaikan kritik sosial, kekecewaan, atau kegetiran dengan cara yang tidak langsung namun tajam. Ironi membuat puisi lebih bernas karena pembaca diajak menyelami makna di balik kata. Majas ini juga mengajak pembaca berpikir lebih kritis terhadap realitas yang disampaikan penyair, sambil tetap menikmati kehalusan dan keindahan bahasanya.

Salah satu elemen penting yang membuat puisi terasa begitu memikat adalah penggunaan majas, entah itu majas metafora dan lainnya | ruang kosong
(Klik gambar di atas, ketikan alt text yang di dalamnya harus ada keyphrase, jika sudah pilih caption, pilih custom caption)

Dengan demikian, Majas adalah elemen penting dalam puisi yang berperan besar dalam menciptakan daya tarik dan kekuatan ekspresi. Ia memperindah bahasa, memperdalam makna, dan memperkuat emosi. Tak heran jika puisi begitu memikat karena di balik baris-baris kata yang singkat, tersembunyi kekayaan makna yang dibentuk oleh permainan gaya bahasa. Jadi, ketika kamu menikmati puisi, ingatlah bahwa keindahan itu lahir dari kekuatan majas yang bekerja secara halus namun mendalam.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 157