Penulis:Rizma Ardhana Kamaria – UIN Syarif Hidayatulah Jakarta
Setiap tahun, di tanah Madura terdengar suara sorak penonton, derap sapi yang berlari kencang, dan musik saronen yang membuat suasana semakin hidup. Inilah Karapan Sapi salah satu tradisi paling ikonik di Indonesia. Buat banyak orang, Karapan Sapi mungkin terlihat seperti balapan sapi biasa. Tapi ketika kamu melihat lebih dekat, tradisi ini justru menyimpan sejarah panjang, nilai budaya yang kuat, dan dinamika sosial yang membuatnya bertahan hingga sekarang.
Karapan Sapi diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bermula dari kebiasaan masyarakat Madura menggunakan sapi untuk mengolah tanah. Dari kebutuhan bertani, muncul kreativitas untuk melihat sapi mana yang paling kuat dan paling cepat. Dari situlah tradisi ini berkembang menjadi kompetisi yang meriah. Bagi masyarakat Madura, Karapan Sapi bukan hanya hiburan, ini adalah kebanggaan, identitas, dan simbol kejayaan sebuah keluarga atau desa.

Suasana Karapan Sapi adalah hal pertama yang membuat banyak orang terpukau. Lapangan tanah panjang jadi arena pacu, sementara dua ekor sapi yang dihias cantik dengan ornamen berwarna merah, emas, dan kayu ukir khas Madura bersiap di garis start. Ketika lomba dimulai, joki berdiri di atas kayu kecil di belakang sapi, menjaga keseimbangan sambil mendorong keduanya untuk berlari secepat mungkin. Di sekitar arena, musik saronen mengalun tanpa henti menambah semangat dan jadi “soundtrack resmi” Karapan Sapi. Ini bukan sekadar balapan; ini adalah festival budaya.

Remaja mungkin berpikir Karapan Sapi hanyalah atraksi seru. Tapi bagi masyarakat Madura, tradisi ini punya makna sosial yang dalam. Memiliki sapi yang bisa ikut karapan adalah simbol status dan prestise. Banyak keluarga menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya besar untuk merawat sapi-sapi terbaik mereka. Ada tim pelatih, joki berpengalaman, hingga ritual khusus sebelum lomba. Semua ini memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi bisa membentuk komunitas dan mempererat kebersamaan.
Saat ini, Karapan Sapi masih menjadi agenda besar, terutama saat Karapan Sapi Piala Presiden yang menarik wisatawan dari berbagai daerah. Banyak anak muda Madura juga mulai terlibat, baik sebagai joki muda, fotografer lokal, maupun kreator konten yang mengenalkan tradisi ini ke publik. Dengan cara baru ini, Karapan Sapi tidak hanya bertahan, tapi juga bertransformasi mengikuti zaman.
Karapan Sapi adalah contoh bahwa budaya Indonesia itu kaya, dinamis, dan penuh cerita menarik. Tradisi ini menggabungkan sejarah, seni, sportivitas, dan kebersamaan masyarakat Madura. Mengenalnya membuat kita sadar bahwa Indonesia bukan hanya tentang kota-kota besar atau budaya pop, tetapi juga tentang warisan lokal yang punya nilai tinggi.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.