Penulis: Raisha Putri Ramdhani – Universitas Negeri Jakarta
Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia asal Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Alat musik ini memiliki bentuk yang sama, tetapi suara yang dihasilkan berbeda. Cara memainkannya dengan dilakukan bersama dan setiap orang memegang nada berbeda. Keharmonisan suara yang dihasilkan membuat alat musik ini diakui UNESCO yang setiap tahunnya dirayakan bersama.

Angklung sangat melekat dan mengakar di Jawa Barat yang umumnya terbuat dari bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Nada yang dihasilkan berasal dari tabung bambu yang berbentuk bilah pisau dengan berukuran yang bermacam-macam. Keberadaannya telah ada sejak zaman Kerajaan Sunda sekitar abad ke-12 hingga ke-16. Pada awalnya, hanya digunakan untuk membangkitkan semangat dalam pertempuran sekaligus difungsikan dalam ritual adat untuk memanggil kehadiran Nyai Pohaci atau Dewi Sri, yaitu dewi padi yang dipercaya dapat memberi kesuburan dan keberhasilan panen.
Seiring perkembangannya, turut dijadikan sebagai alat musik yang kerap digunakan sebagai hiburan dan tak terbatas hanya pada ritual adat saja. Walaupun begitu, angklung tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda yang kini tetap digunakan dalam upacara Seren Taun —upacara adat panen padi sebagai simbol syukur atas hasil panen.
Eksistensi angklung sebagai alat musik tradisional khas Jawa Barat makin terlihat sejak masuk dalam salah satu warisan budaya yang diakui oleh UNESCO pada 2010, bahkan setiap tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Angklung Dunia. Pengakuan ini menjadikannya bukan sekadar alat musik, melainkan juga simbol kesatuan, keharmonisan, dan keanekaragaman yang ada di Indonesia.
Jauh sebelum pengakuan itu, Mang Udjo dan istrinya sudah mendirikan Saung Angklung Udjo yang terletak di Bandung pada 1966 sebagai langkah untuk melestarikan dan memelihara kebudayaan Sunda. Saat ini, tempat itu menjadi pusat produksi alat musik bambu, seperti angklung, arumba, calung, dan lainnya, serta aktif mengadakan pertunjukan angklung yang dipadu dengan kesenian lain. Tak hanya masyarakat lokal, banyak pengunjung mancanegara yang kerap berkunjung untuk belajar kesenian Sunda.

Pelestarian alat musik ini tidak hanya terbatas pada daerah Jawa Barat saja, seperti daerah Jakarta yang juga ikut melestarikannya. Komunitas Angklung Gumati Nusantara merupakan salah satu komunitas di Jakarta yang dibentuk pada 7 Oktober 2021. Komunitas tersebut sering tampil di berbagai acara swasta dan pemerintah. Komunitas ini sebagai wadah untuk turut mempertahankan kebudayaan lokal, memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional, dan meningkatkan budaya sebagai identitas. Hal ini menandakan bahwa menjaga, mempertahankan, dan melestarikan suatu kebudayaan bukan hanya tugas masyarakat kebudayaan itu berasal, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.
Meningkatkan kepopuleran kesenian lokal seharusnya tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, justru anak muda, terlebih pelajar juga harus ikut andil dalam mempelajari dan melestarikannya. Upaya pemerintah untuk mengajarkan alat musik tradisional ini terlihat dari dijadikannya sebagai salah satu pilihan ekstrakurikuler di sekolah, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain sebagai wadah dalam melestarikan kebudayaan Sunda, ekstrakurikuler ini juga dapat melatih para siswa dalam mengemangkan motorik kasar, meningkatkan kemampuan pendengaran, meningkatkan kerja sama tim, kedisiplinan, dan kekompakan. Tak hanya itu, kesenian ini bahkan juga sering dilombakan di tingkat sekolah. Langkah ini menjadi bukti konkret dan peluang besar dalam memperkenalkan angklung lebih luas lagi, serta mempertahankan budaya lokal.
*****
Dengan eksistensi angklung yang masih menjadi bagian ekstrakurikuler di sekolah, pengakuan dunia dan popularitas internasionalnya, membuktikan bahwa alat musik ini memiliki peluang untuk tetap dipertahankan dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Melalui alat musik tradisional ini, dunia mengenal instrumen yang harmonis, sederhana, dan penuh makna.

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.