Penulis: Aqilla Barki Firdaus – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Burung cendrawasih, yang kerap dijuluki Bird of Paradise, adalah salah satu satwa paling memesona yang berasal dari wilayah timur Indonesia, terutama Papua yang terkenal sebagai pusat habitat utamanya. Masyarakat setempat mengenalnya sebagai simbol keindahan alam dan kemurnian karena hidup di kawasan yang masih terjaga. Mengutip dari budaya.jogjaprov.go.id berdasarkan etimologi nama “cendrawasih” merupakan gabungan dari dua kata, yaitu ”cendra” yang berarti dewa atau dewi dan “wasih” berarti utusan. Dimana burung cendrawasih mencerminkan anggapan bahwa kehadirannya begitu menakjubkan hingga seolah-olah turun dari dunia lain. Beragam spesiesnya, lebih dari 40 jenis hidup di kanopi hutan yang lebat dan jauh dari aktivitas manusia, menjadikan mereka sebagai salah satu burung paling unik serta sulit dijumpai di alam bebas. Keunikan habitat asalnya inilah yang menjadi awal mula kisah mengapa burung cendrawasih dianggap sebagai burung surgawi, sekaligus memperkuat identitas Papua sebagai rumah bagi satwa-satwa eksotis Nusantara.
Julukan Bird of Paradise semakin kuat melekat pada burung cendrawasih karena tampilan fisiknya yang tidak dapat disamakan dengan burung mana pun. Spesies jantan memiliki bulu berwarna cerah seperti kuning keemasan, hijau zamrud, biru safir, hingga merah menyala. Beberapa spesies, seperti Cendrawasih Kuning Besar dan Cendrawasih Biru, bahkan memiliki hiasan bulu panjang yang menjuntai layaknya ekor surga. Keindahan ini tidak hanya sekadar tampilan, melainkan bagian dari ritual kehidupan mereka. Saat musim kawin tiba, burung jantan akan melakukan tarian yang sangat rumit untuk menarik perhatian betina. Mereka menggoyangkan tubuh, mengembangkan bulu, memutar, melompat, bahkan bergelantungan di dahan sambil memamerkan warna bulu paling cerahnya. Tarian ini dianggap sebagai salah satu pertunjukan alam paling memesona di dunia.

Di balik pesona fisiknya, burung cendrawasih juga memiliki nilai budaya mendalam bagi masyarakat Papua. Bulu cendrawasih sejak lama digunakan sebagai hiasan kepala dalam upacara adat, simbol status sosial, serta bagian dari pakaian tradisional. Bagi masyarakat lokal, burung ini bukan hanya satwa biasa, melainkan representasi keagungan, keberanian, dan identitas suku. Namun, keindahan burung cendrawasih sekaligus menjadi ancaman bagi keberlangsungannya. Perburuan liar untuk memperdagangkan bulu atau menjadikannya koleksi, serta menyempitnya habitat akibat pembukaan lahan, membuat beberapa spesies masuk daftar terancam punah.

Dengan keindahan yang luar biasa, tarian kawin yang menakjubkan, serta nilai budaya yang mendalam, tidak heran jika burung cendrawasih dijuluki sebagai Bird of Paradise. Pesonanya merupakan anugerah alam yang hanya dimiliki Indonesia, khususnya Papua. Namun, keindahan ini tidak akan bertahan tanpa upaya nyata untuk menjaga kelestariannya. Burung cendrawasih bukan hanya simbol keindahan dunia, tetapi juga warisan alam Indonesia yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Melestarikannya berarti turut menjaga identitas budaya, menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis, dan memastikan bahwa burung dari surga ini tetap dapat dinikmati oleh dunia sebagai kebanggaan negeri. Keberadaannya mengingatkan kita bahwa keanekaragaman hayati Indonesia adalah harta yang tak ternilai, sehingga menjaga cendrawasih sama artinya dengan menjaga bagian penting dari warisan alam bangsa.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.