Majalah Sunday

Kamu Masih Suka Oversharing? Kenali Bahayanya Sebelum Terlambat!

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

Kamu masih suka oversharing tentang kehidupanmu atau orang lain? Entar-entar cerita masalah pribadi. Dikit-dikit nge-tweet tentang masalah orang. Hati-hati ya, terlalu sering oversharing sangat berisiko terhadap keamanan kita. Yuk kita pelajari lebih dalam berbagai dampak negatif oversharing!

Apa Itu Oversharing?

Oversharing adalah kegiatan membagikan informasi pribadi atau informasi yang kita ketahui tentang orang lain secara berlebihan, baik secara lisan maupun online menggunakan media sosial.

Memang nggak ada yang salah jika kita ingin berbagi informasi atau bercerita mengenai pengalaman baik maupun buruk. Tapi, ada beberapa hal yang bersifat sangat rahasia dan sebaiknya nggak diumbar ke publik atau hanya diberitahukan kepada orang-orang terdekat. Seperti data pribadi untuk mendaftar akun medsos atau rekening bank, konflik yang sangat personal, hingga harta pribadi.

Oversharing atau terlalu berlebihan memberikan informasi bisa berbahaya bagi kita dan orang lain.

Kenapa Ada Orang Yang Hobi Oversharing?

Ada berbagai alasan kenapa beberapa orang sangat suka oversharing. Biasanya, orang yang suka oversharing memiliki sifat fear of missing out (FOMO) atau selalu merasa nggak ingin ketinggalan tren atau berita terkini.

Orang yang hobi oversharing juga memiliki tendensi merasa kesepian dan haus akan pujian dan validasi orang lain, serta ketidakmampuan menetapkan batasan pribadi dan menyaring informasi yang boleh atau tidak boleh diberitahu.

Apa Bahaya Dari Oversharing?

Memberikan informasi secara berlebihan justru lebih berdampak negatif terhadap diri kita. Misalnya, jika kita sedang bepergian ke suatu tempat dan memberitahu lokasinya secara real time, bisa saja orang dengan niat jahat dapat melacak lokasi kita dan mendatanginya.

Contoh lain, ketika kita curhat terlalu detail mengenai masalah keluarga secara publik, orang dapat mengetahui rahasia keluarga terlalu dalam atau titik terlemah kita. Akan ada kemungkinan bahwa informasi yang mereka dapat tentang kita meluas jadi bahan omongan atau cemoohan di circle pertemanan mereka tanpa sepengetahuan kita.

Lalu, jika kita hobi oversharing mengenai hal pribadi orang lain, kita dapat merusak hubungan dengan orang yang bersangkutan. Kita akan dianggap nggak bisa menjaga rahasia dan menghormati privasi. Orang yang dibahas dalam oversharing kita juga akan merasa malu atau nggak nyaman jika kita meneruskan informasinya secara berlebihan kepada orang lain.

Oversharing atau terlalu berlebihan memberikan informasi bisa berbahaya bagi kita dan orang lain.
Oversharing dapat menjadi bahaya terhadap batasan pribadi kita dan merusak hubungan baik dengan orang lain.

Nggak salah kok untuk menceritakan pencapaian, pengalaman menyenangkan atau meresahkan kepada keluarga dan teman. Terutama jika kita sedang membutuhkan solusi dari orang lain, atau sebaliknya, ada yang menginginkan pendapat dari kita.

Tapi, kita juga harus bisa mengontrol tentang informasi yang kita berikan secara offline maupun di media sosial demi keamanan diri sendiri dan orang lain. Stay safe dan bijaklah dalam berbagi cerita ya!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3