Penulis: Adistya Armitayana – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Kalau sunners pernah melihat rumah adat Sumba dengan menara atap tinggi yang ikonik, sunners sebenarnya sedang melihat salah satu simbol terbesar dari Budaya Sumba. Di balik arsitektur megah itu, ada sebuah kepercayaan kuno yang hingga kini tetap bertahan yaitu Marapu. Bagi sebagian orang, Marapu mungkin hanya terdengar sebagai tradisi Sumba yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Tapi untuk masyarakat Sumba, Marapu adalah fondasi cara mereka memahami dunia. Mulai dari hubungan dengan leluhur, cara mereka memandang alam, hingga identitas diri sebagai bagian dari kearifan lokal Sumba yang sudah berjalan ratusan tahun.
Marapu adalah sistem kepercayaan tradisional yang dianut masyarakat Sumba sejak zaman nenek moyang. Inti dari ajaran Marapu berpusat pada hubungan antara manusia dan roh leluhur. Mereka percaya bahwa leluhur tidak hanya menjaga, tapi juga membimbing kehidupan generasi setelahnya. Prinsip ini membentuk banyak aspek kehidupan masyarakat Sumba, seperti sikap saling menghormati, kebersamaan, dan kesadaran bahwa hidup selalu terhubung dengan masa lalu. Kepercayaan ini juga erat kaitannya dengan alam. Dalam Marapu, alam bukan sekadar tempat tinggal, tapi ruang hidup yang harus dijaga. Setiap batu, pohon, bukit, bahkan aliran sungai punya nilai sakral yang menjadi bagian dari identitas Sumba secara turun-temurun.

Ritual Marapu bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari ritme hidup masyarakat Sumba. Mulai dari kelahiran, pernikahan, panen, hingga kematian, semuanya memiliki upacara khusus yang bertujuan menjaga hubungan manusia dengan leluhur. Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah upacara Wulla Poddu, bulan suci yang mengatur berbagai aktivitas penting dalam masyarakat. Ada juga ritual persembahan hewan sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur. Tidak ketinggalan, arsitektur rumah adat Sumba dengan menara atap menjulang melambangkan hubungan vertikal antara manusia, leluhur, dan langit.
Walau tampak “kuno” di mata sebagian orang, tradisi ini justru menjadi akar kuat yang menjaga struktur sosial dan budaya masyarakat Sumba tetap kokoh.

Marapu bukan sekadar sistem kepercayaan lama, tapi cermin nilai hidup masyarakat Sumba, menghormati leluhur, menyayangi alam, dan hidup dalam kebersamaan. Di tengah dunia modern yang serba cepat, nilai-nilai ini justru terasa semakin relevan termasuk untuk kita yang tinggal jauh dari Sumba. Belajar tentang Marapu membantu kita melihat bahwa tradisi lokal Indonesia memiliki kedalaman dan makna yang sering luput dari perhatian.
Yuk, mulai kenal lebih banyak tradisi di berbagai daerah, termasuk Marapu. Bukan cuma buat nambah pengetahuan, tapi untuk ikut melestarikan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.