Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, disaat kalian sangat menginginkan sesuatu, kalian lebih percaya dengan takdir atau dengan usaha sendiri? Mungkin diantara kita ada yang lebih condong percaya dengan keberuntungan, dengan jerih payah kita, ataupun keduanya. Hal ini bisa disebut dengan tingkat keyakinan kalian terhadap hidup yang sedang kalian jalani saat ini, yang biasanya dikenal dengan Locus of Control atau LOC.
Pernah dengar sebelumnya? Kalau belum, disini kalian akan dikenalkan mengenai LOC dan bisa aja dengan membaca ini, kalian akan tahu tipe apa yang sebenarnya kalian percaya sekarang. Kalau udah, coba kira-kira pemahaman kalian udah benar belum ya? Yuk kita cari tahu!

Bisa dibilang Locus of Control merupakan tingkat kepercayaan terhadap hal yang akan terjadi selama hidup kita nanti. Kesannya seperti kita meramal hidup kita akan berjalan seperti apa tetapi bergantung pada kepercayaan kita. Sebelumnya, perihal ini ditemukan pertama kali oleh Julian B. Rotter pada tahun 1954 dan mulai dikenal sebagai salah satu aspek psikologi dalam kepribadian pada tahun 1966.
Menurut Very Well Mind, pada tahun tersebut, beliau mulai menciptakan rancangan skala untuk mengetahui tipe dari LOC yang kita miliki. Namun, banyak orang yang nggak setuju akibat kurang akurat jika hanya menggunakan skala sederhana tersebut.
Pada LOC, dikenal dengan dua tipe yaitu internal LOC yang berarti berasal diri sendiri dan eksternal LOC yang berarti berasal dari luar diri sendiri atau disebut dengan takdir. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa simak lebih lanjut disini:
Seperti yang udah dijelaskan bahwa yang internal berasal dari dalam diri sendiri, yang berarti kita bisa mengusahakan hal tersebut dengan usaha kita, adanya percaya terhadap diri sendiri, dan hasilnya pasti akan berasal dari effort kita.
Contoh pertama: Kalian baru aja dapat nilai ujian kalian, tapi ternyata kalian dapat nilai yang gak sesuai yang kalian harapkan. Pada internal LOC, kalian akan berpikir kalau kalian belajarnya nggak cukup dan berusaha untuk lebih baik lagi di ujian selanjutnya.
Contoh kedua: Kalian mencoba untuk gabung organisasi di sekolah dan kalian keterima masuk sebagai salah satu anggotanya. Pada internal LOC, kalian akan berpikir kalau kalian masuk karena usaha kalian sendiri dengan belajar untuk percaya diri dalam seleksi masuk ke organisasinya.
Seperti yang udah dijelaskan bahwa yang eksternal berasal dari luar diri sendiri, yang berarti kita hanya percaya dengan adanya takdir, keajaiban, dan lain-lain. Seolah-olah itu emang udah seharusnya terjadi dan udah direncanakan untuk mengalami hal tersebut.
Contoh pertama: Kalian baru aja dapat nilai ujian kalian, tapi ternyata kalian dapat nilai yang gak sesuai yang kalian harapkan. Pada eksternal LOC, kalian akan berpikir kalau itu kesalahan dari pertanyaan-pertanyaannya karena gak sesuai yang dipelajari atau mungkin mengalami bad luck.
Contoh kedua: Kalian mencoba untuk gabung organisasi di sekolah dan kalian keterima masuk sebagai salah satu anggotanya. Pada eksternal LOC, kalian akan berpikir kalau mungkin itu takdir kalian untuk masuk ke organisasi itu dan merasa hoki karena bisa masuk.

Terdapat karakteristik yang berbeda diantara dua tipe LOC ini, dengan karakteristik-karakteristik tersebut pasti kalian bisa merasakan kesamaan cara berpikir kalian. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa simak lebih lanjut disini:

IAkhirnya, kita dapat ngerti tentang Locus of Control itu apa ya, Sunners. Ternyata keyakinan kita bisa didasari dari dua hal yaitu internal (diri sendiri) dan eksternal (takdir). Sebenarnya juga, hal tersebut terjadi atas pemikiran kita juga lho dan tentunya LOC ini bisa berubah kapanpun itu. Setelah kita ulik, kalian tipe yang mana nih, Sunners? Dan kenapa alasannya kalian percaya dengan salah satu tipe tersebut? Tulis jawaban kalian di komentar yuk!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.