Penulis: Raisha Putri Ramdhani – Universitas Negeri Jakarta
Kue basah menjadi salah satu makanan khas yang dihidangkan ketika acara, bertamu, atau bahkan sebagai kudapan simpel ketika sedang bersantai. Apalagi Indonesia dikenal memiliki ratusan jenis kue basah dengan cita rasa, bentuk, dan warna yang berbeda di setiap daerahnya. Di balik kekhasan setiap kue basah, ada tangan-tangan piawai yang memastikan setiap lapisan, tekstur, dan rasa tetap autentik. Ada kue yang dibuat dengan bahan sederhana, tetapi mampu menghasilkan cita rasa kaya, ada pula yang membutuhkan teknik rumit sehingga diperlukan ketelitian yang tinggi, seperti lapis legit. Kue yang satu ini merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang memiliki tekstur lembut, manis, dan berlapis. Keistimewaan dalam kue ini membuatnya dinilai sebagai salah satu hidangan premium.

Lapis legit merupakan kue yang mendapat pengaruh dari Belanda. Saat itu, orang Belanda membawa spekkoek, kue lapis asal Eropa. Secara harfiah, “spekkoek” berarti kue lemak babi. Ketika spekkoek diperkenalkan di Indonesia, penduduk lokal memodifikasi bahan-bahan kue dengan menggunakan rempah-rempah Nusantara, seperti kayu manis, kapulaga, cengkih, dan bunga pala. Modifikasi ini juga berlaku pada penamaannya yang menjadi “lapis legit” karena banyaknya lapisan dan rasanya yang manis.
Lapis legit bukan sekadar kue biasa, tetapi ada makna mendalam di dalamnya. Setiap lapisan melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan keberkahan. Hal ini tercermin dari proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama dan kesabaran yang ekstra. Lapisan-lapisan yang erat juga menggambarkan kekompakan dan keharmonisan dalam keluarga. Bagi masyarakat Tionghoa, menikmati kudapan ini saat perayaan Imlek dianggap sebagai doa dan harapan agar diberikan keberuntungan, kemakmuran, dan rezeki sepanjang tahun.
Eksistensi kue penuh teknik ini masih tetap bertahan, bahkan semakin berkembang. Sebagai kue tradisional, makanan ini masih menjadi pilihan di berbagai acara, seperti perayaan Imlek, lebaran, acara keluarga, bahkan sebagai kudapan sehari-hari. Saat ini, juga sudah banyak toko kue yang menjual lapis legit dengan berbagai varian rasa, seperti cokelat, pandan, dan keju. Kerumitan yang ada pada kue ini, membuatnya tetap menjadi kue bernilai mewah, bahkan para pelaku usaha ada yang menjualnya hingga jutaan rupiah, tetapi tentu menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi sehingga harga yang ditawarkan sebanding dengan produk itu sendiri.
*****
Lapis legit bukan hanya sekadar kue tradisional, tetapi juga simbol kesabaran, ketelitian, kekayaan, juga karya seni dalam dunia kuliner. Kudapan ini tetap membawa identitas budaya yang kuat di tengah perkembangan kuliner modern. Bahkan, hingga kini, tetap menjadi pilihan istimewa di berbagai acara yang menandakan bahwa cita rasa klasik tidak pernah kehilangan tempat di hati masyarakat. Jadi, apakah kamu udah pernah coba kue penuh teknik ini atau bahkan tertarik membuatnya?

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.