Penulis: Ustadriatul Mukarromah
Kulit cerah dan sehat adalah dambaan semua orang. Kulit putih dan cerah menjadi penunjang penampilan karena dikaitkan dengan kebersihan, kesehatan dan meningkatkan kepercayaan diri. Namun, kulit putih dan cerah menjadi salah satu standar yang masih banyak dijumpai banyak lingkungan masyarakat. Dalam perspektif tersebut seringkali banyak orang yang menggunakan cara instan demi memperoleh kulit putih dan cerah, termasuk penggunaan bahan kimia. Padahal, kondisi warna kulit bukan hanya perawatan saja ,melainkan hasil genetik, lingkungan serta perawatan yang sehat.
Faktor genetik merupakan pondasi utama yang menetukan warna kulit secara alami. Gen mempengaruhi jumlah dan jenis pigmen warna kulit yang akan diproduksi tubuh. Pigmen Melanin berfungsi melindungi kulit dari paparan sina ultraviolet (UV) sekaligus penentu warna kulit.
Selain warna kulit, genetic juga berperan dalam menentukan:
Karena faktor genetik bersifat bawaan, warna kulit alami tidak dapat diubah secara instan dan permanen. Namun, genetik bukanlah penentu, kulit dapat dirawat agar lebih cerah dan bersih sehat secara alami.
Lingkungan menjadi salah satu perngaruh besar terhadap kulit. Paparan sinar matahari merupakan faktor yang paling utama mempengaruhi warna kulit. Sinar UV dapat merangsang produksi melanin berlebih, menyebabkan kulit kusam, lebih gelap dan muncul noda hitam. Selain sinar matahari, faktor lingkungan lain yang mempengaruhi kulit antara lain:
Lingkungan yang tidak sehat dapat memperburuk kondisi kulit, bahkan pada orang yang memiliki kulit cerah. Oleh karena itu, perlindungan kulit menjadi bagian penting dalam menjaga kecerahan dan kesehatan kulit.
Berbeda dengan genetik dan lingkungan, perawatan kulit merupakan faktor yang dapat dikendalikan oleh setiap orang. Perawatan yang tepat dapat memeaksimalkan agar kulit tampak lebih cerah dan sehat. Perawatan kulit meliputi:
Perawatan yang rutin dan kosnisten sesuai dengan kebutuhan kulitmu dapat memberikan hasil lebih maksimal disbanding dengan perawatan instan yang berisiko merusak kulitmu.

Kulit juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh. Asupan nutria dan gizi seimbang, seperti vitamin A, C dan E berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan melawan radikal bebas. Konsumsi air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan kulit dan tidur yang cukup dapat membantu regenerasi kulit
Selain itu, kita harus bisa mengendalikan stress karena dapat memicu gangguan hormon yang berdampak pada kulit.
Kulit cerah dan sehat bukanlah hasil dari satu faktor saja, melainkan keseimbangan antara genetik, lingkungan dan perawatan. Seseorang dengan kulit cerah tetap saja dapat mengalami masalah kulit dan apalagi tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat. Sebaliknya, seseorang dengan warna kulit lebih gelap secara genetic dapat memiliki kulit sehat dan bersih dengan perawatan yang baik.
Pemahaman ini penting agar standar kecantikan tidak harus berfokus pada warna kulit, tetapi lebih pada kesehatan dan kulitas kulit itu sendiri.

Kulit Cerah dan Sehat adalah kolaborasi dari genetik, lingkungan dan perawatan. Dengan pendekatan yang tepat realistis dan konsisten, setiap orang dapat memiliki warna kulit yang sehat dan terawat sesuai dengan karakter masing-masing.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.
