Majalah Sunday

Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Jurusan Penting tapi Kok Jarang Dilirik?

Penulis: Mariska Dwi Anggitasari – Universitas Pancasila

Pernah kepikiran nggak sih, siapa yang memastikan tempat kerja tetap aman, nyaman, dan bebas dari risiko kecelakaan? Banyak orang mungkin langsung mikirnya dokter, satpam, atau tim keamanan. Padahal ada satu bidang yang secara khusus mempelajari hal itu, namanya Kesehatan dan Keselamatan Kerja, atau biasa disingkat K3. Kedengarannya serius banget, ya? Tapi justru di balik keseriusannya, jurusan ini punya peran penting yang sering diremehkan. Coba bayangin deh, kalau di pabrik besar nggak ada pengawasan soal keselamatan kerja, atau di gedung tinggi nggak ada standar keamanan yang jelas, pasti bakal banyak kecelakaan yang terjadi setiap harinya? Nah, disinilah peran  lulusan K3. 

Kerja mereka bukan cuma duduk di balik meja, tapi juga jadi garda terdepan dalam memastikan semua orang bisa bekerja dengan aman dan sehat. Dari penggunaan alat pelindung diri sampai pengelolaan risiko di tempat kerja, semuanya jadi tanggung jawab besar mereka. Sayangnya, jurusan ini masih sering kalah pamor dibanding jurusan lain yang lebih “ramai” peminat, kayak Kedokteran, Teknik, atau Manajemen. Padahal kalau dipikir-pikir, tanpa orang-orang K3, dunia kerja bisa jauh lebih berisiko. Belum lagi, prospek kerjanya yang luas banget, bisa dari perusahaan besar, rumah sakit, sampai proyek-proyek industri yang butuh tenaga ahli keselamatan. Yuk, bahas bareng apa itu Kesehatan dan Keselamatan Kerja, kenapa penting, dan kenapa jurusan ini layak kamu lirik!

Kenalan dengan Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Pernah terpikir nggak, siapa yang memastikan setiap pekerja bisa pulang dengan selamat setelah seharian bekerja? Nah, disitulah peran penting bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Jurusan ini mungkin belum sepopuler teknik sipil atau kedokteran, tapi tanpa kehadiran ahli K3, semua aktivitas industri bisa berisiko tinggi dan bahkan berbahaya. Yang bikin jurusan ini menarik, karena kamu bakal belajar hal-hal lintas disiplin. Ada unsur tekniknya, karena kamu akan belajar cara menganalisis risiko dan merancang sistem kerja yang aman. Ada juga sisi manajemennya, karena kamu perlu tahu gimana mengatur dan menerapkan aturan keselamatan di lapangan. Dan nggak kalah penting ada juga sisi sosialnya, karena semua ilmu yang dipelajari ini ujung-ujungnya buat melindungi manusia. Jadi buat kamu yang suka berpikir kritis, teliti, dan peduli sama orang lain, jurusan ini bisa banget jadi pilihan yang pas buat kamu coba.

Selain itu, jurusan K3 juga mengajarkan kamu buat jadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab. Kamu nggak cuma belajar teori di kelas, tapi juga bakal turun langsung ke lapangan. Kamu bakal di ajak untuk ngeliat bagaimana sistem keselamatan diterapkan di dunia nyata. Mulai dari simulasi evakuasi kebakaran, pengujian alat pelindung diri, sampai audit keselamatan di industri. Materi yang diajarkan pun mencakup berbagai bidang mulai dari manajemen risiko, ergonomi, higienitas industri, hukum dan peraturan K3, hingga manajemen tanggap darurat. Semua itu bikin mahasiswa K3 terbiasa berpikir cepat dan tanggap terhadap risiko. Jadi, pembelajarannya nggak monoton di ruang kuliah aja, tapi juga seru karena langsung terjun ke dunia industri. 

Jurusan K3 sendiri sekarang udah mulai banyak diminati dan tersedia di berbagai kampus besar di Indonesia. Beberapa universitas yang punya program studi K3 antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Hasanuddin (Unhas), hingga Institut Teknologi Bandung (ITB) yang punya fokus K3 di bidang teknik industri. Selain kampus negeri, beberapa politeknik dan universitas swasta juga membuka program vokasi K3 karena kebutuhan tenaga ahli di bidang ini terus meningkat. Misalnya Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Binawan, dan Universitas Esa Unggul. Programnya juga beragam, mulai dari D3, D4, sampai pelatihan profesi bersertifikat yang siap disesuaikan dengan kebutuhan industri modern.

Nah, buat kamu yang penasaran soal gelarnya, ini juga menarik banget! Kalau kamu kuliah di program S1 atau D4 K3, biasanya setelah lulus akan mendapatkan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M) dengan konsentrasi K3, terutama jika jurusan ini berada di bawah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Contohnya seperti Universitas Indonesia (UI) yang punya Program Studi K3 di bawah FKM, dan lulusannya bergelar S.K.M (K3). Sementara itu, kalau kamu ambil jalur vokasi (D3 K3), kamu akan menyandang gelar Ahli Madya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (A.Md.K3) setelah lulus. Tapi perjalanan nggak berhenti di situ aja. Banyak lulusan K3 yang juga menambah sertifikasi profesi, seperti Ahli K3 Umum (AK3U) yaitu sertifikasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI). Sertifikat ini menunjukkan bahwa kamu sudah diakui secara profesional untuk bekerja di bidang keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai industri.

Cari tahu prospek kerja, keunggulan, dan peluang karier menjanjikan bagi lulusan K3! Cocok buat kamu yang ingin masa depan aman dan stabil.

Pengertian dan Pentingnya Jurusan K3

Secara resmi, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, K3 adalah “segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja”. Secara sederhananya, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah bidang yang berfokus pada perlindungan tenaga kerja dan lingkungan kerja dari berbagai risiko kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Intinya,  jurusan ini nggak cuma belajar soal mempersiapkan kamu jadi seseorang yang menjaga manusia, proses, dan lingkungan kerja agar semuanya berjalan aman dan tertata. Serta jurusan K3 ini belajar tentang gimana cara memastikan semua orang bisa bekerja dengan aman, nyaman, dan pulang ke rumah dalam keadaan selamat setiap hari.

K3 punya peran penting banget di era industri modern seperti sekarang. Bayangin aja, hampir semua bidang kerja dari pabrik, rumah sakit, hingga perkantoran, pasti mempunyai potensi risiko yang harus diantisipasi. Nah, disinilah peran tenaga ahli K3 dibutuhkan untuk memastikan semua sistem berjalan aman, efisien, dan manusiawi. Jadi, bisa dibilang jurusan ini bukan cuma tentang keselamatan, tapi juga tentang tanggung jawab sosial terhadap sesama. Selain itu, K3 juga berperan besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, mereka bisa bekerja lebih fokus dan nyaman. Perusahaan pun diuntungkan karena tingkat kecelakaan kerja menurun dan produktivitas meningkat. Makanya, lulusan yang paham soal K3 sering banget dicari di dunia kerja, karena mereka bisa jadi “penjaga” agar setiap kegiatan operasional berjalan lancar tanpa risiko yang membahayakan. 

Bidang K3 ini terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan industri 4.0. menuju era Society 5.0. Sekarang, penerapan keselamatan kerja nggak cuma soal alat pelindung diri, tapi juga melibatkan sistem digital, sensor otomatis, sampai analisis data untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi. Artinya, belajar K3 juga bikin kamu melek teknologi dan peka terhadap perubahan zaman. Dengan begitu, bisa dibilang jurusan K3 bukan cuma soal teori keselamatan kerja, tapi juga tentang bagaimana manusia, teknologi, dan lingkungan bisa berjalan seimbang. Di sini kamu belajar jadi seseorang yang nggak hanya peduli pada keselamatan, tapi juga punya peran penting dalam menciptakan tempat kerja yang aman, efisien, dan berkelanjutan. 

Cari tahu prospek kerja, keunggulan, dan peluang karier menjanjikan bagi lulusan K3! Cocok buat kamu yang ingin masa depan aman dan stabil.

Prospek Kerja Lulusan Jurusan K3

Seiring meningkatnya kesadaran perusahaan terhadap pentingnya lingkungan kerja yang aman dan sehat, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga terus bertambah. Selain karena kesadaran akan keselamatan kerja, pemerintah pun telah mewajibkan penerapan sistem K3 di berbagai sektor industri, sehingga lulusan jurusan ini punya peluang karir yang sangat luas. Setelah lulus, kamu bisa berkarier sebagai Safety Officer yang bertugas merancang dan memantau program keselamatan kerja, atau menjadi Manajer HSE (Health, Safety, Environment) yang mengelola seluruh aspek kesehatan, keselamatan, dan lingkungan di perusahaan besar. Ada juga profesi seperti Konsultan K3 yang memberi solusi bagi perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan, Auditor K3 yang memastikan kepatuhan terhadap peraturan, hingga Spesialis Ergonomi yang fokus menciptakan tempat kerja yang nyaman dan aman bagi pekerja.

Selain itu, lulusan K3 juga bisa berkiprah di sektor industri berisiko tinggi seperti manufaktur, pertambangan, dan migas, di mana penerapan K3 jadi hal wajib. Ada juga profesi Inspektur K3 yang melakukan inspeksi rutin untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja, atau Penyelidik Kecelakaan Kerja yang menelusuri penyebab insiden agar bisa dicegah di masa depan. Bahkan, kamu bisa berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga pemerintah seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Ketenagakerjaan. Dari lapangan industri sampai ruang pemerintahan, lulusan K3 punya peran penting dalam menjaga keselamatan banyak orang.

Jadi siapa sangka, jurusan yang kedengarannya serius ini ternyata punya peran penting banget di balik semua aktivitas kerja yang kita lihat setiap hari. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bukan cuma soal aturan, tapi soal tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama. Buat kamu yang pengen kuliah di bidang yang bermakna, punya prospek luas, dan tetap relevan di masa depan, K3 bisa jadi pilihan yang nggak kalah keren dari jurusan populer lainnya. Jadi, sebelum kamu nentuin mau kuliah di mana, coba deh kasih kesempatan buat kenal lebih dekat sama Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Siapa tahu, dari sinilah langkah kecil kamu menuju masa depan besar yang kamu impikan.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 146