Majalah Sunday

Kenali Somnophilia: Hal yang Perlu Kamu Ketahui

Meutia Amalia Putri – UIN Jakarta

Tidak semua ketertarikan seksual bersifat sehat dan saling menguntungkan. Salah satunya adalah  somnophilia, yaitu ketertarikan seksual terhadap orang yang sedang tidur atau tidak sadar. Perilaku ini sering tidak disadari korban dan jelas melanggar prinsip persetujuan. Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami apa itu somnophilia agar bisa lebih waspada dan melindungi diri.

Apa Itu Somnophilia?

Somnophilia adalah ketertarikan atau dorongan seksual terhadap orang yang sedang tidur, pingsan, atau tidak sadar. Karena dilakukan tanpa persetujuan korban, somnophilia termasuk kekerasan seksual dan melanggar hak serta keselamatan individu, dengan dampak serius secara psikologis maupun hukum.

Mengapa Somnophilia Berbahaya?

Somnophilia berbahaya karena melibatkan aktivitas seksual tanpa persetujuan sadar dari korban. Orang yang sedang tidur atau tidak sadar tidak mampu menolak, menyetujui, atau melindungi dirinya, sehingga tindakan ini termasuk bentuk kekerasan seksual.

Selain melanggar etika dan hak asasi manusia, somnophilia juga dapat menimbulkan dampak psikologis serius bagi korban, seperti trauma, rasa takut, kecemasan, hingga gangguan kepercayaan terhadap orang lain. Dalam konteks hukum, tindakan ini dapat dikenai sanksi pidana karena termasuk pelecehan atau kekerasan seksual.

Singkatnya, somnophilia bukan soal fantasi pribadi semata, tetapi perilaku berbahaya yang merugikan orang lain dan tidak dapat dibenarkan dalam hubungan apa pun

Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Somnophilia

Terjadinya somnophilia tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa aspek berikut:

1. Pengalaman Psikologis atau Trauma

Riwayat trauma masa lalu, terutama yang berkaitan dengan kekerasan atau pengalaman seksual yang tidak sehat, dapat memengaruhi pola ketertarikan seseorang.

2. Distorsi Fantasi Seksual

Fantasi yang berkembang tanpa pemahaman tentang batasan dan persetujuan dapat berubah menjadi ketertarikan seksual menyimpang.

3. Masalah Kontrol dan Kekuasaan

Somnophilia sering dikaitkan dengan dorongan untuk menguasai atau mengendalikan orang lain yang berada dalam kondisi tidak berdaya.

4. Paparan Konten Seksual Tidak Sehat

Konsumsi konten pornografi ekstrem atau tidak realistis dapat membentuk persepsi keliru tentang hubungan seksual dan consent.

5. Kurangnya Edukasi Seksual

Minimnya pemahaman tentang hubungan sehat, batasan, dan persetujuan membuat perilaku menyimpang lebih mudah dianggap wajar.

Dampak Somnophilia

Somnophilia memiliki dampak yang sangat serius karena berkaitan langsung dengan pelanggaran batas tubuh dan persetujuan. Bagi korban, pengalaman ini dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Rasa takut, cemas berlebihan, mimpi buruk, hingga trauma jangka panjang seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD) kerap muncul setelah kejadian, terutama jika pelaku adalah orang terdekat.

Selain itu, somnophilia dapat merusak rasa aman dan kepercayaan korban terhadap lingkungan sekitarnya. Korban bisa merasa tidak aman saat tidur, sulit mempercayai orang lain, dan mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan berkepanjangan. Kondisi ini tentu memengaruhi kualitas hidup, hubungan sosial, dan kesejahteraan emosional korban.

Dari sisi sosial dan hukum, somnophilia merupakan bentuk kekerasan seksual yang dapat berujung pada konsekuensi hukum bagi pelaku. Jika perilaku ini tidak dipahami sebagai tindakan berbahaya, ada risiko normalisasi kekerasan seksual di masyarakat. Karena itu, penting untuk menegaskan bahwa somnophilia bukanlah ketertarikan yang dapat dibenarkan, melainkan perilaku menyimpang yang harus dicegah dan ditangani secara serius demi melindungi korban.

Cara Melindungi Diri

Melindungi diri dari risiko somnophilia dimulai dengan memahami batasan tubuh dan pentingnya persetujuan. Setiap individu berhak merasa aman, terutama saat berada dalam kondisi rentan seperti tidur. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan perasaan tidak nyaman dan berani menetapkan batas yang jelas terhadap orang lain.

Selain itu, usahakan untuk tidur di lingkungan yang aman dan tepercaya. Jika memungkinkan, kunci pintu, jaga privasi ruang tidur, dan waspada terhadap situasi yang membuatmu merasa tidak aman. Bagi remaja, komunikasi terbuka dengan orang tua, wali, atau orang dewasa tepercaya juga sangat penting agar ada dukungan dan perlindungan.

Terakhir, jangan ragu mencari bantuan jika merasa terancam atau mengalami tindakan yang melanggar.

Somnophilia bukan fantasi biasa, melainkan pelanggaran serius terhadap persetujuan dan hak tubuh. Dengan mengenali faktanya sejak dini, remaja dapat lebih sadar, berani melindungi diri, dan menciptakan lingkungan yang aman serta saling menghormati.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1