Skip to main content

Majalah Sunday

Kenali Perubahan Tubuh Saat Memasuki Masa Puber

Penulis: Meylani Indah Wulandari- Universitas Bina Sarana Informatika

Pubertas merupakan masa ketika tubuh mulai mengalami berbagai perubahan sebagai bagian dari proses pertumbuhan menuju dewasa. Pada masa ini, remaja akan mengalami perubahan yang dapat terlihat secara langsung maupun yang terjadi di dalam tubuh.

Perubahan saat pubertas berlangsung secara bertahap dan waktunya bisa berbeda pada setiap orang. Ada remaja yang mengalami perubahan lebih awal, sementara yang lain mengalaminya lebih lambat. Hal ini merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan.

Perubahan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, seperti bertambahnya tinggi dan berat badan, tetapi juga kondisi kulit, pertumbuhan rambut di bagian tubuh tertentu, serta perkembangan organ reproduksi. Beberapa perubahan tersebut mungkin terasa baru dan menimbulkan pertanyaan bagi remaja yang mengalaminya.

Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengenali perubahan tubuh saat memasuki masa pubertas. Dengan memahami perubahan yang terjadi, remaja diharapkan tidak mudah merasa bingung atau khawatir, serta dapat lebih menerima dan menjaga tubuhnya dengan baik selama proses pertumbuhan.

Apa Itu Pubertas dan Kapan Biasanya Terjadi?

Pubertas adalah masa ketika tubuh mulai mengalami perubahan fisik dan perkembangan organ reproduksi sebagai bagian dari proses menuju dewasa. Perubahan ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas hormon di dalam tubuh. Selama masa pubertas, seseorang akan mengalami berbagai perubahan, seperti pertumbuhan tinggi badan, munculnya rambut di bagian tubuh tertentu, hingga perubahan kondisi kulit.

Pubertas dapat dimulai pada usia yang berbeda pada setiap orang. Umumnya, pubertas dimulai pada usia 8–13 tahun pada perempuan dan 9–14 tahun pada laki-laki. Namun, waktu dimulainya pubertas dapat berbeda-beda karena setiap orang memiliki proses pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sama.

Perubahan selama pubertas juga terjadi secara bertahap, bukan sekaligus. Ada yang mengalami pertumbuhan tinggi badan lebih dahulu, kemudian disusul perubahan lainnya. Oleh karena itu, remaja tidak perlu khawatir atau membandingkan perkembangan tubuhnya dengan teman sebaya. Perbedaan waktu dan proses perubahan tubuh merupakan hal yang wajar selama masih dalam rentang perkembangan yang normal.

Kenali Perubahan Tubuh Saat Memasuki Masa Puber

Perubahan Tubuh yang Terjadi Saat Pubertas

Saat memasuki masa pubertas, tubuh laki-laki dan perempuan mengalami berbagai perubahan fisik yang dipengaruhi oleh hormon. Perubahan ini merupakan bagian alami dari proses pertumbuhan menuju dewasa. Meskipun ada beberapa perubahan yang serupa, laki-laki dan perempuan juga mengalami perkembangan tubuh yang berbeda.

A. Perubahan pada Laki-Laki

Pada laki-laki, pubertas menyebabkan perubahan pada bentuk tubuh, suara, pertumbuhan rambut, hingga perkembangan organ reproduksi. Berikut beberapa perubahan yang umum terjadi:

1. Pertumbuhan tinggi dan berat badan yang lebih cepat

Saat pubertas, laki-laki biasanya mengalami pertumbuhan tinggi badan yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Berat badan juga dapat bertambah seiring dengan pertumbuhan tulang dan perkembangan otot.

2. Bahu dan dada mulai terlihat lebih bidang

Bentuk tubuh mulai berubah karena tulang dan otot berkembang. Bahu dapat menjadi lebih lebar sehingga tubuh terlihat lebih bidang dibandingkan saat masih anak-anak.

3. Suara menjadi lebih berat

Suara laki-laki mulai berubah menjadi lebih berat karena laring atau kotak suara membesar dan pita suara menjadi lebih panjang serta tebal. Selama proses ini, suara terkadang terdengar pecah atau tidak stabil sebelum menjadi lebih berat.

4. Tumbuh rambut di beberapa bagian tubuh

Rambut mulai tumbuh di ketiak dan sekitar organ reproduksi. Rambut juga dapat tumbuh di wajah, seperti kumis dan janggut, serta di bagian tubuh lainnya. Jumlah dan ketebalan rambut dapat berbeda pada setiap orang.

5. Penis dan testis mulai berkembang

Penis dan testis mengalami pertumbuhan sebagai bagian dari perkembangan organ reproduksi. Testis juga mulai menjalankan fungsinya dalam memproduksi sperma seiring dengan perkembangan pubertas.

6. Mengalami mimpi basah

Mimpi basah merupakan kondisi ketika air mani keluar saat seseorang sedang tidur. Hal ini dapat terjadi ketika sistem reproduksi mulai berkembang dan merupakan bagian normal dari pubertas. Mimpi basah juga bisa terjadi tanpa disertai mimpi seksual.

7. Kulit menjadi lebih berminyak dan jerawat dapat muncul

Perubahan hormon dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Akibatnya, kulit wajah menjadi lebih berminyak dan pori-pori dapat tersumbat sehingga menimbulkan jerawat. Menjaga kebersihan kulit dapat membantu mengurangi penumpukan minyak dan kotoran.

B. Perubahan pada Perempuan

Pada perempuan, pubertas ditandai dengan perubahan bentuk tubuh, perkembangan payudara, hingga dimulainya menstruasi. Perubahan ini dipengaruhi oleh hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi.

1. Pertumbuhan tinggi dan berat badan

Perempuan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang lebih cepat selama periode tertentu saat pubertas. Berat badan juga dapat bertambah seiring dengan perkembangan tulang dan perubahan komposisi tubuh. Kondisi ini merupakan bagian normal dari pertumbuhan.

2. Payudara mulai berkembang

Payudara mulai tumbuh secara bertahap sebagai salah satu tanda awal pubertas pada perempuan. Ukuran dan perkembangannya dapat berbeda antara sisi kanan dan kiri, terutama pada tahap awal. Perbedaan tersebut umumnya wajar selama proses pertumbuhan.

3. Pinggul mulai melebar

Pinggul dapat mulai melebar seiring dengan perkembangan tulang dan perubahan distribusi lemak tubuh. Perubahan ini membuat bentuk tubuh perempuan perlahan berbeda dibandingkan saat masih anak-anak.

4. Tumbuh rambut di beberapa bagian tubuh

Rambut mulai tumbuh di ketiak dan sekitar organ reproduksi. Pertumbuhan rambut ini merupakan perubahan alami selama pubertas. Ketebalan dan jumlah rambut dapat berbeda pada setiap orang.

5. Mulai mengalami menstruasi

Menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim meluruh dan keluar melalui vagina dalam bentuk darah. Menstruasi pertama merupakan salah satu tanda perkembangan sistem reproduksi. Waktu menstruasi pertama berbeda pada setiap perempuan, sehingga tidak perlu membandingkan waktunya dengan teman sebaya.

6. Kulit menjadi lebih berminyak dan jerawat dapat muncul

Peningkatan aktivitas hormon selama pubertas dapat membuat kelenjar minyak menghasilkan lebih banyak sebum. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit lebih berminyak dan memicu munculnya jerawat, terutama di wajah. Perawatan kulit yang sesuai dan kebiasaan menjaga kebersihan dapat membantu merawat kulit selama masa pubertas.

7. Mengalami perubahan bentuk tubuh karena perkembangan hormon

Selama pubertas, distribusi lemak tubuh perempuan dapat berubah, terutama di area pinggul, paha, dan payudara. Perubahan ini berkaitan dengan perkembangan tubuh dan pengaruh hormon. Bentuk tubuh setiap perempuan tidak selalu sama, sehingga perbedaan bentuk tubuh merupakan hal yang wajar.

Mengapa Tubuh Mengalami Perubahan Saat Pubertas?

Perubahan tubuh saat pubertas terjadi karena adanya peningkatan aktivitas hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh tubuh untuk mengatur berbagai fungsi, termasuk perubahan fisik dan perkembangan organ reproduksi. Pada masa pubertas, hormon testosteron berperan penting dalam perkembangan tubuh laki-laki, sedangkan estrogen berperan penting dalam perkembangan tubuh perempuan. Perubahan hormon inilah yang memicu pertumbuhan tinggi badan, perubahan suara, perkembangan payudara, hingga dimulainya menstruasi.

Meskipun mengalami proses yang serupa, setiap orang memiliki waktu perkembangan yang berbeda. Ada remaja yang mengalami perubahan tubuh lebih awal, sementara yang lain baru mengalaminya beberapa waktu kemudian. Perbedaan ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, kondisi kesehatan, nutrisi, dan faktor lainnya. Karena itu, perubahan tubuh tidak selalu terjadi pada usia atau urutan yang sama pada setiap orang.

Oleh karena itu, remaja tidak perlu membandingkan perubahan tubuhnya dengan teman sebaya. Misalnya, ketika seorang teman sudah mengalami menstruasi atau suaranya mulai menjadi lebih berat, bukan berarti orang lain harus mengalami perubahan yang sama pada waktu bersamaan. Setiap tubuh memiliki proses pertumbuhan masing-masing. Dengan memahami hal ini, remaja diharapkan dapat lebih menerima perubahan tubuhnya dan tidak merasa minder atau khawatir hanya karena perkembangannya berbeda dari orang lain.

Cara Menjaga Kebersihan Tubuh Saat Pubertas

Saat memasuki masa pubertas, tubuh mengalami berbagai perubahan, seperti produksi keringat yang meningkat, kulit menjadi lebih berminyak, dan tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh. Perubahan tersebut dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat dan menimbulkan bau badan jika kebersihannya tidak dijaga. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mulai membiasakan diri merawat kebersihan tubuh agar tetap bersih, sehat, dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

1. Mandi secara rutin dan menjaga kebersihan tubuh

Mandi secara rutin membantu membersihkan keringat, minyak, dan kotoran yang menempel pada kulit. Gunakan sabun yang sesuai dengan kondisi kulit, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Bagian tubuh seperti ketiak dan lipatan kulit juga perlu dibersihkan dengan baik agar tetap nyaman dan tidak mudah menimbulkan bau badan.

2. Mengganti pakaian dan pakaian dalam secara teratur

Pakaian yang terkena keringat sebaiknya segera diganti agar tubuh tetap bersih dan nyaman. Pakaian dalam juga perlu diganti setiap hari, serta setelah basah atau lembap akibat keringat. Kebiasaan ini membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memicu iritasi dan pertumbuhan mikroorganisme pada kulit.

3. Menjaga kebersihan wajah dan rambut

Perubahan hormon selama pubertas dapat meningkatkan produksi minyak pada wajah dan kulit kepala. Untuk menjaga kebersihannya, cuci wajah secara teratur menggunakan pembersih yang lembut dan sesuai dengan kondisi kulit. Rambut juga perlu dicuci sesuai kebutuhan agar minyak, kotoran, dan keringat tidak menumpuk. Hindari mencuci wajah secara berlebihan karena dapat membuat kulit menjadi kering atau mengalami iritasi.

4. Menjaga kebersihan organ reproduksi dengan cara yang tepat

Organ reproduksi perlu dibersihkan secara rutin dengan cara yang sesuai. Pada perempuan, bersihkan bagian luar vagina menggunakan air bersih dan hindari penggunaan sabun berpewangi atau produk pembersih yang dimasukkan ke dalam vagina. Saat menstruasi, ganti pembalut secara teratur sesuai kebutuhan dan cuci tangan sebelum serta sesudah menggantinya. Pada laki-laki, bersihkan penis dengan lembut menggunakan air bersih, termasuk bagian bawah kulup jika dapat ditarik dengan mudah. Hindari memaksanya jika kulup belum dapat ditarik.

5. Memahami bahwa perubahan tubuh merupakan bagian normal dari pertumbuhan

Selain menjaga kebersihan, remaja juga perlu memahami bahwa perubahan tubuh saat pubertas merupakan proses alami. Munculnya jerawat, bau badan, pertumbuhan rambut, menstruasi, atau mimpi basah merupakan beberapa perubahan yang dapat terjadi selama masa ini. Dengan memahami perubahan tersebut, remaja dapat lebih menerima kondisi tubuhnya dan tidak merasa malu untuk mencari informasi yang benar. Jika muncul keluhan seperti gatal berlebihan, nyeri, atau bau yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Dengan membiasakan diri menjaga kebersihan tubuh dan memahami perubahan selama pubertas, remaja dapat merawat dirinya dengan lebih baik. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat membantu tubuh tetap bersih, sehat, dan nyaman selama proses pertumbuhan menuju dewasa.

Pubertas merupakan tahap normal dalam proses pertumbuhan menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh. Perubahan yang dialami laki-laki dan perempuan dapat berbeda, baik dari segi bentuk tubuh maupun waktu terjadinya. Setiap orang juga memiliki proses perkembangan yang berbeda, sehingga remaja tidak perlu membandingkan perubahan tubuhnya dengan orang lain.

Memahami perubahan selama pubertas dapat membantu remaja lebih mengenal dan menerima tubuhnya. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan menerapkan kebiasaan hidup sehat juga penting agar tubuh tetap bersih, sehat, dan nyaman selama masa pertumbuhan.

Yuk, kenali dan terima setiap perubahan tubuhmu sebagai bagian dari proses tumbuh dewasa! Jangan ragu mencari informasi yang benar ketika memiliki pertanyaan tentang pubertas, dan biasakan menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh setiap hari.

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Views: 9