Skip to main content

Majalah Sunday

Jangan Mau Cuma Jadi Penonton!
Saatnya Remaja Melek dan Mendapatkan Edukasi Politik Indonesia

Penulis: Alvita Marsandraputri – Universitas Airlangga

sumber: kompas.com

Hi, Sunners! Belakangan ini, kamu pasti melihat berbagai berita mengenai situasi Indonesia saat ini, mulai dari rupiah melemah hingga demo yang dilakukan mahasiswa untuk menuntut kebijakan pemerintah. Situasi ini tentunya membuat masyarakat resah, termasuk kita sebagai remaja. Namun, apakah kamu menyadari bahwa semua keresahan ini dilandasi satu hal yang sama? Ya, akar dari segala permasalahan tersebut adalah urusan politik!

Kalau kamu mendengar kata “politik”, mungkin kamu membayangkan istilah-istilah rumit. Padahal, untuk mendalami politik, kamu tidak perlu kuliah Ilmu Politik terlebih dahulu atau menunggu sampai dewasa untuk mendaftar menjadi pejabat pemerintah. Justru edukasi politik sudah bisa kamu akses mulai dari sekarang dan wajib kamu ketahui sejak dini supaya kamu menjadi remaja Indonesia yang cerdas dan “melek” politik!

Mau tahu lebih lanjut? Yuk simak artikel di bawah ini!

Apa itu Edukasi Politik?

sumber: Vecteezy

Pertama-tama, Sunners harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan politik. Menurut Aristoteles, politik adalah usaha yang dilakukan warga negara untuk mencapai kebaikan bersama. Dengan demikian, politik tidak hanya merupakan proses perlombaan merebut kekuasaan, tetapi juga berhubungan dengan cara mengatur kehidupan masyarakat agar tercipta keadilan dan kesejahteraan.

Sebagian besar remaja berpikir bahwa politik hanya memengaruhi kehidupan orang dewasa, tetapi nyatanya tidak demikian. Setelah melaksanakan perundingan, para pemegang jabatan di pemerintahan membuahkan berbagai keputusan yang disebut sebagai “kebijakan publik”, dan kebijakan inilah yang memengaruhi segala lingkup kehidupan masyarakat, termasuk remaja dan anak-anak, mulai dari harga sembako, kurikulum di sekolah, hingga kebebasan mengekspresikan diri.

Untuk mempelajari politik, Sunners tidak perlu menunggu sampai dewasa karena politik tidak hanya ada di lingkup besar seperti negara, tetapi bisa kamu temukan di lingkup kecil seperti sekolah dan universitas. Di sekolah, ada yang namanya Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK). Kedua lembaga ini berperan sebagai “pemerintah” yang menaungi rakyatnya, yaitu para warga sekolah. Pengurus OSIS dan MPK harus memanfaatkan jabatan mereka dengan bijaksana untuk menyuarakan aspirasi dan menyejahterakan warga sekolah.

sumber: SMA Dwiwarna (Boarding School)

Mengapa Edukasi Politik Penting Bagi Remaja?

Edukasi politik bukan berarti mengajak remaja untuk masuk partai politik atau ikut berkampanye, lho! Namun, esensinya jauh lebih dalam dari itu. Mempelajari politik sama saja dengan membuka wawasan dan meng-upgrade skill yang tentunya sangat penting untuk kehidupan sehari-hari.

Nah, berikut ini alasan mengapa edukasi politik penting bagi remaja:

1. Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis

Setiap hari, kita pasti membuka media sosial dan kita “kebanjiran” informasi. Masalahnya, terkadang algoritma media sosial menampilkan postingan berupa potongan video, berita miring, hoaks, atau opini bias yang kelihatannya meyakinkan, tapi sebenarnya menyesatkan kita dan pada akhirnya kita terprovokasi. Maka dari itu, dengan mempelajari politik, setiap kali kita melihat informasi yang tidak jelas, otak kita akan otomatis menyaring informasi tersebut dan mempertanyakan kebenarannya sehingga kita dapat menarik kesimpulan dengan tepat.

2. Menyadari Bahwa Politik adalah Keseharian

Banyak remaja bersikap apatis karena merasa politik hanyalah urusan orang dewasa atau pejabat pemerintahan. Padahal, politik sangat dekat dengan keseharian kita, termasuk remaja. Biaya kuliah mahal, harga handphone mahal, cari kerja susah, itu semua adalah produk dari kebijakan politik yang dibuat oleh pemerintah. Jadi, kalau kita tidak peduli, itu sama saja dengan kita membiarkan orang lain seenaknya mengatur kehidupan kita demi kepentingan oknum-oknum tertentu.

3. Tidak Memilih Pemimpin Hanya Sekadar FOMO

Saat Sunners berusia 17 tahun, kamu mempunyai hak pilih yang berharga. Tanpa edukasi politik, kamu akan gampang terkena taktik gimmick, misalnya memilih calon pemimpin yang viral karena tren tertentu atau mempunyai wajah menawan, padahal belum tentu calon tersebut memiliki riwayat hidup yang jelas dan program yang positif. Atau mungkin, kamu ikut-ikutan pilihan orang tua dan teman padahal kamu tidak tahu pasti alasan mereka memilih orang tersebut. Namun, dengan edukasi politik, kamu bisa memilih calon pemimpin dengan melihat terlebih dahulu rekam jejak, visi misi, dan program kerja calon secara rasional.

4. Menyuarakan Isu-isu Sosial Dengan Tepat

Tanpa kita sadari, kebanyakan remaja dan pemuda zaman sekarang sangat vokal dengan isu yang penuh ketidakadilan, misalnya isu kerusakan lingkungan, pelecehan seksual, dan isu-isu lainnya. Nah, edukasi politik akan mengajari kita bagaimana caranya menyuarakan berbagai keresahan tersebut lewat jalur yang tepat. Jadi, ketika melihat suatu ketidakadilan, kita tidak hanya jadi penonton, tetapi kita bisa ikut beraksi lewat petisi, konten edukatif, dan gerakan digital yang diharapkan bisa “membuka mata” para pejabat publik.

sumber: Dinkominfo Demak

Bagaimana Cara Remaja Melek Politik?

1. Hubungkan Politik dengan Lingkungan dan Kehidupan Kita

Langkah paling mudah dan sederhana untuk melek politik adalah menyadari bahwa politik sudah ada di lingkungan sekitar kita. Kalau Sunners masih sekolah, tentunya di sekolahmu diselenggarakan pemilihan Ketua OSIS dan MPK. Biasanya, sebelum pemilihan dimulai, para calon ketua akan memaparkan visi misi dan program kerja mereka supaya para warga sekolah memiliki gambaran bagaimana jika para murid dipimpin oleh ketua yang terpilih. Bisa dibilang proses pemilihan ini adalah “simulasi” untuk Pemilihan Umum ketika kamu sudah dewasa nanti. Saat kamu sudah punya hak pilih, kamu perlu menimbang rekam jejak semua calon dan pilihlah calon yang paling kompeten.

2. Bacalah Berita Dari Berbagai Sudut Pandang

Setelah kamu paham dengan politik yang dekat dengan keseharian kita, langkah berikutnya adalah melatih cara kamu menerima informasi. Di era media sosial yang penuh dengan informasi, usahakan untuk membaca berita dari berbagai media yang terpercaya sehingga kamu melihat berita tersebut dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, kamu dapat bersikap netral dan tidak gampang terhasut oleh opini sepihak.

3. Ulik Isu Politik dengan Cara yang Seru

Supaya pemahaman kamu semakin matang, cobalah ulik isu politik terkini dengan cara yang tidak membosankan. Kamu bisa mulai membaca buku-buku tentang politik, beberapa di antaranya adalah Politics for Beginners karya Louie Stowell (kalau kamu lebih suka buku non-fiksi) dan Animal Farm karya George Orwell (kalau kamu lebih suka buku fiksi atau kisah fabel). Ada pula berbagai esai tentang politik yang bisa kamu baca secara online di platform Substack dan Medium. Kalau kamu mager membaca, kamu bisa menonton video esai atau film dokumenter yang mengupas isu-isu politik terkini, terutama yang terjadi di Indonesia. Dengan cara-cara santai tapi berbobot ini, kamu akan menjadi anak muda yang kritis dan nggak clueless tentang situasi politik Indonesia serta internasional.

Setelah membaca artikel di atas, tentunya Sunners telah mengetahui mengapa edukasi politik sangat penting untuk kita ketahui sejak dini. Dengan melek politik, kita bisa lebih mengenal dan semakin peduli dengan situasi negara kita. Melek politik sama saja dengan memastikan bahwa masa depan Indonesia dikelola oleh generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1