Penulis: Naylah Sakhi Raihanah – SMKN 67 Jakarta
Pernah dengar mitos “butuh 10.000 jam buat jadi ahli”? Ide ini sempat viral gara-gara buku Outliers karya Malcolm Gladwell. Katanya, kalau mau jago main gitar, coding, atau olahraga, kamu harus latihan sampai ribuan jam dulu. Tapi latihan 10.000 jam itu sebenarnya ngapain aja sih? Biar lebih jelas, yuk simak penjelasan tentang “10.000 Hours Rule”

Konsep ini dipopulerkan oleh Malcolm Gladwell lewat bukunya Outliers. Ia mencontohkan The Beatles yang latihan ribuan jam sebelum jadi band legendaris, atau Bill Gates yang ngoding bertahun-tahun sebelum sukses.
Intinya: orang hebat itu bukan lahir langsung jago, mereka butuh proses dalam latihan.
Latihan asal-asalan beda banget dengan latihan fokus. Misalnya kamu main gitar cuma genjreng lagu favorit, itu menyenangkan tapi nggak bikin skill naik drastis.
Tapi kalo kamu latihan teknik chord tertentu, sambil dapat feedback dari guru atau teman. Latihan terarah bikin kamu berkembang lebih cepat dan lebih dalam.
Jam latihan memang penting, tapi bukan satu-satunya faktor. Ada juga:
Jadi jangan merasa gagal kalau belum sampai 10.000 jam karena proses tiap orang berbeda.
Tapi kalian jangan berpatok pada angka “10.000”, yang paling penting adalah proses kamu, cara kamu mengatur waktu belajar dan cara belajar kamu.
Misalnya editing video untuk konten TikTok bisa dipelajari dalam hitungan bulan kalau fokus, sementara jadi atlet profesional butuh bertahun-tahun. Jadi, jangan terpaku sama angka, tapi fokus ke kualitas latihan.
Jadi expert itu bukan kecepatan, tapi proses. Mulai dari sekarang, tentukan skill yang mau kamu kuasai. Kalau kamu konsisten, suatu hari kamu bakal lihat hasilnya: skill yang dulu terasa mustahil, tiba-tiba jadi bagian dari dirimu. Jadi, ayo mulai kumpulin jam latihanmu dari sekarang!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.