Penulis: Elthaya Djunaidi – SMAS Taruna Bakti
Parfum merupakan jenis fragrance yang memiliki ketahanan paling lama—durasi oil control-nya yang dapat menyentuh hingga 40% menyebabkan wewangian ini tahan mulai dari 6 jam hingga satu hari penuh. Benda ini cukup digandrungi masyarakat dari seluruh kalangan usia, sebab tergolong accesible dan mudah ditemukan. Saat ini, mulai banyak merek parfum lokal dengan base notes alias aroma dasar yang biasa dijumpai di merek-merek ternama sebelumnya. Namun, tak jarang dari mereka yang mengemukakan wangi baru dengan konsep yang unik. Seiring berjalannya inovasi baru mengenai parfum, banyak pula yang mengemukakan tips menggunakan parfum agar aromanya awet.
Ternyata, mengaplikasikan parfum tidak hanya dapat dilakukan dengan menyemprotnya ke sembarang arah di sekitar tubuh. Terdapat beberapa titik penting yang dapat menjadi kunci di balik ketahanan aroma parfum.
Untuk wanita, titik yang baik adalah di bagian belakang telinga, leher, bagian dalam siku, dan belakang lutut. Tidak ada perbedaan cukup besar untuk area pria, namun mereka dapat mengaplikasikannya di daerah rahang bawah dan dada. Saran yang baik untuk keduanya adalah dengan menyemprotkan di area lengan bawah, sebab pergelangan tangan banyak bergerak dan menyentuh sesuatu sehingga wangi yang dihasilkan tidak akan bertahan lama.
Mengingat bahwa selain dari bagian-bagian penyemprotan, jenis parfum adalah salah satu hal yang juga memengaruhi ketahanan aroma. Saran lain yang dapat digunakan adalah dengan mengaplikasikan body lotion atau petroleum jelly ke bagian-bagian tubuh agar wangi parfum dapat terkunci dengan maksimal.
*****
Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.