Skip to main content

Majalah Sunday

Indirect Reciprocity: Kebaikan yang Terus Berputar dalam Kehidupan

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Sunners, siapa yang disini suka atau senang untuk ngebantu orang lain? Mau itu secara fisik ataupun mental ya, jika pada saat itu terjadi, kalian mengharapkan timbal balik dari orang tersebut nggak? Kalau iya, terkadang bisa muncul dari orang lain juga lho. Biasanya disebut dengan indirect reciprocity. Kok bisa sih? Yuk kita cari tahu.

Indirect Reciprocity: Kebaikan yang Terus Berputar dalam Kehidupan

Apa Sih Indirect Reciprocity Itu?

Indirect reciprocity adalah suatu kegiatan sosial yang dapat membantu orang lain mau itu secara individual ataupun kelompok. Bukannya mereka mengharapkan imbalan atau timbal balik tetapi lebih percaya bahwa di kemudian hari, akan ada orang lain yang membantu.

Jadi, timbal balik ini bukan berarti yang, ‘aku bantu kamu, kamu bantu aku’ yang terjadi secara dua arah tetapi lebih mengarah kepada berbagai orang lain juga yang turut membantu. Oleh karena itu, hal ini bukan hanya dirasakan oleh dua orang aja tetapi dengan lebih banyak orang yang terlibat dalam timbal balik.

Produk Rekomendasi Sunday

Contoh-Contoh dari Indirect Reciprocity

Nah, setelah kita tau tentang indirect reciprocity ini, kita akan mengetahui contoh dari timbal balik tersebut. Berdasarkan Direct and Indirect Reciprocity Among Individuals and Groups yang ditulis oleh Angelo Romano. Ali Seyhun Saral, dan Junhui Wu bahwa terdapat dua contoh yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Upstream

Sebagai contoh, teman kita yang bernama A meminta bantuan untuk mengajarkannya bahasa Inggris. Kita yang bisa dengan bahasa tersebut, tentu akan membantu secara sukarela dan nggak mengharapkan timbal balik apapun.

Namun, pada saat kita mengajarkan A bahasa Inggris, ternyata ada teman kita yang lain bernama B yang melihat hal tersebut. Dengan begitu, B sebagai orang ketiga akan menilai dan observasi kita karena melihat ada value dari diri kita. Sehingga ketika B melihat bahwa kita orang yang baik, pada saat kita membutuhkan bantuan, B akan dengan senang hati membantu.

Downstream

Sebagai contoh juga, A lagi mengalami kondisi yang sulit sehingga butuh teman cerita dan butuh seseorang yang mendengarkan. Oleh karena itu, kita dapat membantu A untuk mendengarkan masalahnya dan menenangkannya. Hal ini dapat terjadi akibat, sebelumnya si A juga pernah membantu si B ketika ada masalah sehingga kita dapat membantu A. 

Bantuan itu bisa terjadi dimana aja lho. (Pict by Unsplash)

Kenapa Bisa Terjadinya Indirect Reciprocity ke Diri Kita?

Terjadinya indirect reciprocity ini sebenarnya dapat terjadi secara alami. Ketika kita memutuskan untuk membantu orang lain dengan sukarela atau senang hati, tentu orang lain akan melihat kita sebagai orang yang baik. Kesannya kayak ada branding, yang dimana kita dapat dikenal oleh orang lain tuh seperti orang yang suka menolong dan lainnya.

Dengan adanya branding tersebut, maka orang lain suka membantu kita juga untuk hal-hal yang kita merasa kesulitan. Mau itu dengan orang yang kita kenal ataupun nggak kenal, kemudian kebanyakan dari mereka yang dapat membantu juga nggak mengharapkan imbalan. Sehingga kita bisa lihat kalau ada cycle tertentu di dalamnya.

Dengan adanya teman-teman di sekitar kita, pasti akan muncul bantuan. (Pict by Unsplash)

Indirect reciprocity itu nggak selalu datang dari orang yang kita bantu secara langsung lho. Setiap kebaikan yang kita lakukan dapat menginspirasi orang lain untuk meneruskan kebaikan tersebut secara nggak sadar, sehingga kita dapat menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan kepercayaan antara satu sama lain. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berbuat baik, sebab dampaknya bisa jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3