Majalah Sunday

Friendship Drifting - Dulu Akrab, Sekarang Renggang

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

Kita pasti pernah punya teman yang dulu akrab banget sama kita, kemana-mana bareng, makan bareng, ngerjain tugas bareng, pokoknya senang dan susah bareng. Tapi seiring waktu berjalan, persahabatan itu mulai merenggang dan jadi jarang ngobrol. Apa itu karena kita bikin mereka tersinggung? Atau ada kata-kata mereka yang nggak mengenakkan di hati kita?

Jangan salah, seringkali pertemanan yang nggak seakrab dulu bukan karena salah paham atau berantem, tapi karena masing-masing punya kesibukan yang berbeda. Kejadian ini sering disebut dengan friendship drifting.

Apa itu Friendship Drifting?

Friendship drifting adalah sebuah fenomena ketika hubungan pertemanan atau persahabatan yang dulunya akrab secara perlahan mulai merenggang tanpa adanya konflik yang mendasari.

Biasanya, persahabatan ini awalnya dimulai ketika berada di lingkungan yang sama, seperti sekolah, ekskul, organisasi mahasiswa, dan lain-lain. Lalu ketika udah nggak lagi di lingkungan yang sama, intensitas komunikasi seperti hangout, telepon, atau chatting pelan-pelan berkurang sehingga pertemanan tersebut merenggang.

Berbeda dengan friendship breakup, yang biasanya terjadi karena ada sesuatu yang secara eksplisit mengakhiri persahabatan seperti berantem hebat atau ada yang berkhianat.

Pertemanan seringkali merenggang karena perbedaan prioritas dan jarak.

Kenapa Friendship Drifting Bisa Terjadi?

Perbedaan prioritas sering jadi alasan utama kenapa friendship drifting bisa terjadi. Misalnya, dulu kita punya circle yang klop ketika SMP hingga SMA. Tapi ketika hendak kuliah, masing-masing dari circle kita pasti punya tujuan universitas dan pilihan jurusan yang berbeda. Beberapa mungkin memilih jurusan yang sama, ada yang beda. Ada yang kuliah di kota yang sama, ada yang harus pindah kota atau bahkan pindah negara.

Atau dulu ketika kuliah kita akrab banget sama teman-teman sejurusan. Bisa jadi karena awalnya sering ikut kegiatan bareng seperti organisasi atau unit kegiatan mahasiswa. Namun ketika lulus, masing-masing pasti ingin melanjutkan hidup ke panggung yang berbeda. Ada yang langsung bekerja, atau melanjutkan pendidikan. Ada yang kembali ke kampung halaman, ada yang memutuskan merantau. Jadi selain beda prioritas, jarak yang jauh juga bisa membuat pertemanan merenggang karena nggak punya waktu untuk sering-sering ketemu.

Alasan lain terjadinya friendship drifting adalah lost contact atau hilang kontak. Meski sekarang channel berkomunikasi sudah sangat beragam, percuma kan, kalau kita nggak punya nomor telepon, alamat e-mail, atau username media sosial teman kita yang mau dihubungi? So, nggak melulu pertemanan menjauh karena salah satu dari kita salah ucap atau tindakan kepada teman, begitu pula sebaliknya.

Sangat normal untuk merasa sedih karena friendship drifting.
Friendship drifting normal terjadi seiring kita tumbuh dewasa, dan wajar bagi kita untuk merindukan teman-teman lama.

Sangat normal bagi kita untuk lebih jarang berkomunikasi dengan teman-teman yang dulu pernah menemani beberapa fase hidup kita. Dan wajar-wajar aja kok untuk merasa rindu, sedih karena udah nggak seakrab dulu, atau bernostalgia akan memori yang pernah dijalani bersama.

Friendship drifting bukan sebuah kesalahan, melainkan salah satu bagian dari proses kita bertumbuh dan seleksi alam pertemanan yang akan menyisakan teman-teman yang sejalan dengan kita.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1