Skip to main content

Majalah Sunday

Ekstrovert Bukan Berarti Selalu Percaya Diri

Penulis: Fadil Tri Putra Wardhana – Universitas Bina Sarana Informatika

Pernah lihat teman yang senyum terus, suka berbicara, dan mudah berkenalan dengan banyak orang, lalu mengira dia orang yang selalu percaya diri? Anggapan seperti itu sering muncul karena kita sering mengambil kesimpulan tentang perasaan seseorang berdasarkan tindakan atau sikap mereka yang tampak di depan. Padahal, seseorang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan belum tentu merasa yakin diri dalam segala kondisi. Ia mungkin terlihat tenang saat tertawa bersama teman-temannya, tapi sebenarnya merasa cemas ketika harus berbicara di depan kelas. Yuk, kita lanjutkan membahas mengapa seseorang yang ekstrovert tidak selalu berarti dia pasti percaya diri.

1.Perbedaan antara Mudah Bersosialisasi dan Memiliki Rasa Percaya Diri

Ekstrovert biasanya disebut sebagai orang yang senang berbicara, mudah berteman, atau menikmati kegiatan yang dilakukan bersama orang banyak. Ketika melihat teman yang sering berbicara dan tampak senang berada di lingkungan orang banyak, kita mungkin berpikir bahwa orang itu memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Meski demikian, kemampuan bersosialisasi dan rasa percaya diri adalah dua hal yang berbeda. Seseorang mungkin bisa bergaul dengan mudah, tetapi tetap merasa tidak yakin ketika harus memberikan pendapat atau menghadapi keadaan yang belum pernah dialami sebelumnya.

Misalnya, Sunners punya teman yang selalu penuh semangat saat berkumpul di kantin. Ia senang bermain-main dengan orang lain dan tidak merasa kesulitan untuk memulai percakapan. Namun, ketika diminta mempresentasikan tugas kelompok di depan kelas, ia justru merasa gugup dan takut salah berbicara. Kemampuan seseorang berinteraksi dengan orang lain tidak selalu membuatnya merasa percaya diri dalam setiap situasi. Setiap kondisi sosial bisa menghasilkan pengalaman dan perasaan yang berbeda bagi setiap orang.

2.Mengapa Seseorang yang Terlihat Ceria dan Aktif Tetap Bisa Merasa Gugup

Orang yang tampak senang dan bersemangat tidak selalu artinya tidak pernah merasa tegang atau bimbang. Perasaan itu muncul saat ia menghadapi situasi yang dianggap penting, seperti bertemu orang baru, mengikuti wawancara kerja, atau memberi pendapat di depan banyak orang. Meskipun biasa berbicara dengan teman-temannya, situasi yang berbeda bisa membuat seseorang merasa takut bagaimana orang lain akan merespons dirinya. Perilaku yang terlihat dari luar tidak selalu bisa menunjukkan semua perasaan yang sedang dialami seseorang.

Memiliki teman yang dikenal paling aktif di kelas Bayangan Sunners. Ia sering menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat teman-temannya tertawa. Namun, ketika harus presentasi sendiri, ia mulai khawatir apakah jawabannya salah atau apakah teman-temannya akan tertawa. Teman itu mungkin terlihat bahagia dari luar, tapi sebenarnya sedang merasa gugup. Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang yang biasanya dikenal mudah bergaul. Kita tidak selalu bisa tahu perasaan seseorang hanya dari cara mereka berbicara atau bertindak.

3.Tekanan Sosial akibat Kesalahpahaman tentang Ekstrovert

kesalahpahaman bahwa ekstrovert selalu percaya diri bisa menciptakan harapan dari orang-orang di sekitarnya. Orang yang sering aktif mungkin sering dipercaya menjadi pembawa acara, mengemukakan pendapat, atau berbicara mewakili kelompok karena dianggap lebih berani. Permintaan itu mungkin muncul karena teman-temannya percaya kebolehannya. Namun, jika terus-menerus dianggap harus tampil berani dan menjadi pusat perhatian, seseorang bisa merasa bahwa dirinya tidak boleh menunjukkan kegugupan atau keraguan.

Misalnya, ketika Sunners merasa nervous sebelum presentasi, teman-teman mungkin berkata, “Kamu kan ekstrovert, masa takut ngomong di depan kelas?” Komentar seperti itu bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman untuk mengakui perasaannya yang sedang gugup. Padahal, menjadi ekstrovert tidak berarti harus selalu siap berbicara atau tampil percaya diri dalam setiap situasi. Kita perlu bisa kepada orang merupakan menjadi menjadi menjadi menjadi menjadi menjadi menjadi tidak menjadi menjadi berbermain mempertanya kepribadiannya kita.

Produk Rekomendasi Sunday

Jadi, Sunners, ekstrovert tidak selalu berarti percaya diri. Kemampuan berinteraksi dengan orang lain tidak bisa jadi satu-satunya cara untuk mengerti perasaan seseorang, karena setiap orang bisa merasa cemas atau bimbang dalam kondisi yang berbeda. Mulai lebih terbuka terhadap pengalaman sosial orang lain dan jangan terburu-buru memberikan label hanya dari perilaku yang terlihat. Jika kamu adalah orang yang biasanya ramai dan mudah berkenalan dengan orang lain, ingat juga bahwa kamu bisa merasa cemas, diam, atau membutuhkan waktu untuk berpikir sebelum bertindak. Kamu nggak perlu selalu tampil bahagia dan yakin diri untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Views: 1