Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University
“Kamu tuh udah gede, kok masih suka gambar?!”
“Ah, gue kan udah dewasa, mana bisa lagi gambar kayak dulu…”
Waktu kecil, menggambar itu seru banget ya? Mau gambarnya cuma corat-coret warna-warni, menggambar pemandangan, makanan, atau apapun yang ada di imajinasi kita, menggambar paling bisa bikin kita happy!
Tapi kalau menggambar itu menyenangkan, kenapa kita jadi jarang menggambar seiring beranjak dewasa? Yuk kita bahas kenapa orang dewasa lebih jarang menggambar dibanding waktu kecil!

Menggambar adalah sebuah proses kreatif untuk menciptakan visual image di sebuah bidang seperti kertas atau kanvas. Alat gambar yang sering kita gunakan bisa berupa pensil, pensil warna, krayon, atau spidol. Tujuan utama menggambar sangat sederhana, yaitu untuk mengekspresikan imajinasi atau meniru objek nyata.
Anak-anak biasanya suka menggambar karena bisa mengekspresikan dirinya melalui gambar dan warna. Tapi semakin dewasa, kita seringkali jadi jarang atau bahkan berhenti menggambar. Berikut beberapa alasannya:
Saat kita masih kecil, kita punya lebih banyak waktu untuk bermain dan melakukan hal-hal menyenangkan seperti menggambar. Namun ketika beranjak dewasa, tanggung jawab kita akan semakin bertambah seperti belajar, ikut kegiatan sekolah atau kampus, sampai bekerja kantoran. Bahkan jika ada waktu senggang, tidak jarang orang dewasa sudah lelah secara mental sehingga tidak terpikir untuk menggambar seperti dulu.
Banyak yang masih menganggap menggambar adalah hobi untuk anak kecil dan bukan kegiatan yang produktif, sehingga orang dewasa yang suka menggambar atau ingin mencoba menggambar lagi akan dianggap childish dan membuang waktu.
Padahal, menggambar adalah salah satu hobi menyenangkan yang tetap bermanfaat tanpa mengenal batas usia lho! Menggambar bisa mengurangi kecemasan, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan daya ingat, serta melatih motorik halus.
Banyak pelukis atau ilustrator profesional yang mengunggah hasil gambar hingga behind-the-scenes proses menggambar di media sosial sebagai portofolio. Orang dewasa yang baru mulai menggambar cenderung membandingkan diri mereka dengan para profesional ini, sehingga merasa tidak memiliki bakat yang sama.

Menggambar tidak mesti menciptakan sebuah mahakarya, tapi sebagai cara untuk mengekspresikan imajinasi kita, melatih fokus, dan menurunkan tingkat stres di tengah berbagai tanggung jawab kita sebagai orang dewasa.
Kita tetap bisa kok belajar menggambar melalui banyak sumber seperti buku, internet, atau gambar-gambar yang sering kita buat dulu. Jangan takut untuk mencoba dan bersenang-senang dengan proses menggambarmu, ya!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.