WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Denial Saat Berduka, Wajar Ga Sih?

Perasaan berduka seperti kehilangan tentunya sulit untuk kamu ikhlaskan, Sunners.

Sedih itu wajar kok, semua orang pasti pernah mengalami fase tersebut. Namun, kalian tahu nggak sih ternyata ada teori dalam menghadapi duka? Teori tersebut dikemukakan pertama kali oleh seorang psikiater bernama Elisabeth Kubler-Ross, Sunners. 

Saat berduka seseorang akan mengalami 5 tahapan yang terdiri dari penyangkalan (denial), marah (anger), menawar (bargaining), depresi (depression), dan penerimaan (acception). Pada setiap orang, tahapan-tahapan ini pun dapat dilewati dengan cara, urutan, dan waktu yang berbeda-beda.

Teori yang dikenal sebagai The Five Stages of Grief  ini terbukti membantu dalam membimbing seseorang ketika ia sedang menjalani masa yang sangat sulit dalam hidupnya. Akhirnya teori ini digunakan untuk menjelaskan mengapa seseorang bisa berlarut dalam kesedihan selama bertahun-tahun ketika sedang berduka. Berikut ini penjelasan mengenai 5 tahapan berduka:

  • Penyangkalan (denial)

Penyangkalan merupakan tahapan berduka yang pertama. Pada saat ini, biasanya seseorang meragukan dan menyangkal bila ia sedang mengalami peristiwa buruk. 

Penyangkalan bermanfaat untuk meredam dan meminimalkan luka yang didapat. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu, tahap kesedihan ini akan berulang, dan kamu akan mulai merasakan emosi yang kamu sangkal sebelumnya.

Denial adalah senjata yang baik kalau digunakan dalam waktu sementara. Akan tetapi dalam jangka panjang, denial dapat menjadi bumerang dalam kesehatan mental.

  • Marah (anger)

Dalam tahap penyangkalan, otak kamu bertugas untuk melindungi diri. Sedangkan, pada tahap marah kamu mulai melampiaskan emosi-emosi yang muncul dan merasa tidak terima bahwa kamu sedang mengalami peristiwa buruk.

Pada tahap ini, kamu akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti “Kenapa harus aku?” “Salahku apa sih sampe harus ngerasain kaya gini?” “Kenapa ini harus terjadi di dalam hidup aku?”. Amarah ini dapat ditujukan kepada siapapun, baik pada diri sendiri, orang lain, benda mati, atau bahkan kepada Tuhan.

  • Menawar (bargaining)

Pada tahap ini, kamu akan mulai berandai-andai dan mempertanyakan keadaan kamu jika hal buruk itu tidak terjadi dalam hidupmu. Tahapan ini merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri untuk mengambil alih kembali semua kontrol dalam hidupnya.

Umumnya tahap ini ditandai dengan rasa bersalah, baik pada diri sendiri atau orang lain. Pada fase ini juga, kamu akan mencari cara bagaimana hal buruk seperti ini tidak terjadi lagi pada hidupmu.

  • Depresi (depression)

Emosi yang sudah kamu sangkal pada tahap-tahap sebelumnya akan muncul pada tahap depresi. Tahapan depresi umumnya ditandai dengan rasa lelah, sering menangis, susah tidur, kehilangan nafsu makan atau justru menambah nafsu makan, dan tidak bersemangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Tahapan ini bisa dikatakan tahapan terberat dan harus diwaspadai. Pada tahap ini, rasa duka dan luka emosional dapat memunculkan ide atau percobaan bunuh diri.

  • Penerimaan (acception)

Penerimaan adalah tahapan akhir dalam berduka. Setelah melewati tahapan-tahapan yang begitu panjang, kamu akan mulai menerima kenyataan bahwa peristiwa buruk yang kamu alami memang benar-benar terjadi dalam hidupmu.

Perasaan kecewa, sedih, dan penyesalan tidak benar-benar hilang. Namun, dalam tahap ini kamu akan menjadikan pengalaman sebagai pembelajaran untuk bisa lebih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Jadi, itu lah penjelasan mengenai 5 tahapan dalam berduka. Kalau kamu mempertanyakan apakah wajar merasa denial dalam berduka, jawabannya adalah wajar Sunners!

Bahkan hal itu memang normal, karena semua orang pasti pernah mengalami fase tersebut. Kita harus percaya bahwa kesedihan adalah suatu perasaan yang akan berakhir dengan kebahagiaan. Saat kamu berhasil melewatinya, pasti kamu sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Semangat Sunners, kamu pasti bisa!

Penulis : Gita

Editor : Syahfira – POLIMEDIA

 

Leave A Comment