Kegigihan Monalisa Handoko dalam menempuh perjalanan akademiknya berbuah manis ketika ia menerima surat penerimaan dari Harvard Graduate School of Education, Amerika Serikat. Ia diterima di program Human Development and Education dengan jalur School Counseling Licensure, sebuah program yang sangat selektif dan hanya menerima sekitar 10 mahasiswa.
Perjalanan menuju pencapaian ini dimulai sejak usia dini di Sekolah Victory Plus. Monalisa merupakan lulusan angkatan 2018 yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut sejak jenjang toddler hingga kelas 12. Lingkungan pembelajaran yang mendorong eksplorasi dan keberanian mencoba hal baru menjadi pondasi penting bagi perkembangannya.
Selama bersekolah di SVP, Monalisa terlibat dalam berbagai proyek, diskusi kelas, dan kegiatan internasional yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika ia duduk di kelas 10 dan tampil sebagai pemeran utama dalam produksi teater sekolah The King and I.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Dari panggung teater, ia belajar untuk keluar dari zona nyaman dan membangun rasa percaya diri yang kemudian membantunya menghadapi berbagai tantangan akademik di masa depan

Di tahun yang sama, Monalisa mengerjakan riset untuk Personal Project dalam kurikulum IB dengan topik pengaruh self-esteem terhadap proses belajar siswa. Ketertarikannya pada isu kesehatan mental di sekolah terinspirasi dari gagasan Josephine Kim, seorang pakar konseling multikultural yang meneliti dukungan kesehatan mental bagi siswa di lingkungan pendidikan.
Penelitian ini menjadi pengalaman pertamanya mendalami dunia riset secara serius. Dari sinilah muncul keinginannya untuk berkontribusi lebih luas dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan siswa.

Monalisa dengan buku “The Secret of Successful Learning” yang ditulis sebagai Personal Project kelas 10

Monalisa dengan Prof. Josephine Kim di Harvard
Setelah menyelesaikan studi sarjana psikologi di University of Notre Dame di Amerika Serikat, Monalisa memilih kembali ke Sekolah Victory Plus sebagai konselor karier pada periode 2022–2025. Keputusan ini bukan sekadar kembali ke almamater, tetapi juga bentuk kontribusi kepada komunitas yang telah membentuknya.
Dalam perannya, ia mendampingi siswa menyusun rencana studi, mengeksplorasi minat dan potensi, serta mempersiapkan aplikasi ke universitas di dalam maupun luar negeri. Ia juga mengembangkan program Career Counseling yang hingga kini masih digunakan di sekolah tersebut.

Interaksi langsung dengan siswa dan proses membimbing mereka merancang masa depan semakin memperkuat tekadnya untuk melanjutkan studi pascasarjana di bidang pendidikan dan kesehatan mental siswa.
Proses pendaftaran ke Harvard tidaklah mudah. Monalisa menghadapi berbagai penolakan dari universitas dan program beasiswa lain sebelum akhirnya diterima. Dalam esai aplikasinya, ia menulis tentang keterkaitan antara prestasi akademik dan perkembangan sosial-emosional siswa, serta pentingnya dukungan kesehatan mental di sekolah-sekolah Indonesia.
Bagi Monalisa, perjalanan ini adalah bukti bahwa kegigihan dan keberanian mencoba membuka peluang baru.
“Jika tidak mencoba, saya pasti gagal. Tetapi jika saya mencoba, masih ada kemungkinan untuk berhasil,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa untuk aktif terlibat dalam proyek, organisasi, dan kegiatan sosial yang benar-benar sesuai dengan minat dan talenta mereka. Menurutnya, nilai akademik yang baik hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah menciptakan dampak nyata bagi orang lain.
“Belajar di luar negeri adalah kesempatan untuk belajar dari yang terbaik di dunia dan kembali membawa perubahan bagi komunitas kita.” kata Monalisa.
*****
Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.