Majalah Sunday

Cewe Bisa Masak, Cowo Juga Bisa Nyetir!
Yuk Bahas Soal Kesetaraan dalam Hubungan

Penulis: Asri Jafni Sabrina – Universitas Pancasila

Ada yang masih sering gak sih dengar kalimat “ya namanya juga cewek, harus bisa masak dong” atau “cowok masa nggak bisa nyetir sih”? Pemikiran atau sudut pandang yang kayak gitu masih sering banget ditemuin, padahal zaman udah berubah. Sekarang, semua orang bisa belajar apa pun tanpa harus takut dinilai aneh.

Kesetaraan dalam suatu hubungan berarti satu sama lain punya kesempatan dan tanggung jawab yang sama tidak hanya soal siapa cewek atau cowok, tapi siapa yang mau saling bantu dan tumbuh bareng. Suatu hubungan yang sehat itu bukan tentang bagi tugas, tapi tentang bagi peran dengan adil dan saling menghargai.

Stereotip Lama Masih Melekat

Banyak para remaja tumbuh dengan beranggapan kalau cewek harus jago di dapur, sementara cowok harus bisa hal-hal teknis kayak nyetir atau bahkan benerin motor. Padahalkan  kemampuan itu nggak harus selalu tentang gender. Cewek bisa belajar nyetir, cowok juga bisa belajar masak. Kuncinya hanya satu, saling sama-sama mau belajar dan saling bantu. Stereotip ini sering muncul dikarenakan kebiasaan turun temurun ynag diwariskan dari kecil.

Dimana, cewek sering bermain boneka dan peralatan masak sedangkan cowok dikasih mainan mobil-mobilan atau lego. Yang tanpa kita sadari, hal itu membuat kita tumbuh dengan pandangan “cewek harus begini” dan “cowok harus begitu.” Maka dari itu, banyak yang punya stereotip yang ngerasa aneh kalau lihat cowok masak di dapur atau melakukan pekerjaan rumah atau cewek yang nyetir mobil sendirian.

Di media sosial juga ikut berperan dalam memperkuat pandangan ini, dimana di beberapa konten, cewek masih sering digambarkan sebagai sosok yang mengurus rumah sedangkan cowok jadi kepala keluarga yang bekerja di luar. Padahal, di dunia nyata, peran itu udah mulai kabur dan itu nggak masalah sama sekali.

Kalau dipikir-pikir, kemampuan seperti masak atau nyetir itu bukan urusan gender, tapi soal kemandirian. Cewek yang bisa nyetir nggak berarti “maskulin,” dan cowok yang bisa masak juga nggak “kurang jantan.” Dua-duanya malah nunjukin kemandirian dan tanggung jawab yang bikin hubungan lebih seimbang, lho.

Masih mikir cewek harus masak dan cowok harus nyetir? Duh, udah nggak zaman! Yuk bahas hubungan yang setara, fleksibel dan saling dukung!

Zaman Udah Berubah, Peran Juga Fleksibel

Sekarang tuh, dunia udah beda banget dibanding dulu. Banyak hal yang tadinya dianggap “aneh” sekarang malah biasa aja lho atau bahkan keren. Misalnya, cowok yang jago masak sekarang malah kelihatan menarik karena bisa mandiri dan peka. Cewek yang bisa nyetir atau ganti ban mobil sendiri? Keren banget! Itu tanda kalau dia mampu dan nggak bergantung sepenuhnya ke orang lain.

Kesetaraan itu berarti satu sama lain punya hak untuk berkembang dan belajar hal baru. Misalnya, cowok yang belajar bikin kue buat pacarnya itu bukan hal yang aneh, malah romantis! Atau cewek yang nyetir sama gebetannya, bukan karena cowoknya malas, tapi karena dua-duanya saling nyaman dan percaya. Peran gender di kehidupan sehari-hari sekarang makin cair nih, sekarang cewek juga bisa berkarier jadi pemimpin, atau aktif di bidang yang sering dulunya dianggap “cowok banget.”

Begitu juga sebaliknya, cowok bisa menekuni hal-hal yang dulu dibilang “cewek banget,” seperti memasak, fashion, atau bahkan ngurus anak. Dunia makin terbuka, dan kesetaraan udah jadi bagian dari gaya hidup modern  termasuk di kalangan remaja.

Lingkungan dan media punya peran besar untuk mengubah cara pandang soal kesetaraan. Sekarang udah banyak contoh nyata misalnya kayak chef cowok yang sukses di dapur profesional atau cewek yang jadi pembalap dan pilot. Hal ini nunjukin kalau kemampuan seseorang nggak hanya ditentukan oleh gender, tapi juga kemauan buat belajar dan berani mencoba hal baru.

Di sebuah hubungan juga seperti itu, Sekarang peran cewek dan cowok di kehidupan sehari-hari udah jauh lebih fleksibel. Banyak cowok yang jago masak dan cewek yang bisa nyetir tanpa harus dianggap aneh. Suatu perubahan ini terjadi karena dunia semakin terbuka dan orang orang makin sadar bahwa suatu  kemampuan tidak hanya ditentukan oleh jenis kelamin, tapi juga kemauan dan tanggung jawab.

Dalam suatu hubungan pun begitu nggak ada lagi batasan “siapa yang harus ngelakuin apa.” Yang penting untuk sama-sama saling bantu, saling menghargai, dan berbagi peran sesuai kemampuan. Kesetaraan bikin hubungan terasa lebih ringan, adil, dan bikin dua-duanya tumbuh bareng tanpa merasa terbebani oleh peran gender.

Masih mikir cewek harus masak dan cowok harus nyetir? Duh, udah nggak zaman! Yuk bahas hubungan yang setara, fleksibel dan saling dukung!

Hubungan yang Setara Bikin Sama-Sama Nyaman

Kalau sebuah hubungan dijalani dengan saling menghargai dan berbagi peran, nggak ada lagi perasaan untuk berpikiran “aku doang yang berjuang.” Dua-duanya bisa ngerasa dihargai, didengar, dan saling bantu. Kesetaraan dalam sebuah hubungan bukan berarti semuanya harus dibagi rata 50:50, tapi tentang bagaimana dua orang bisa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Terkadang, orang suka salah paham dan mikir “setara” itu harus selalu sama padahal, yang penting bukan siapa yang ngerjain apa, tetapi bagaimana cara mereka saling mendukung dan menghargai satu sama lain.

Hubungan yang sehat itu adalah ketika dua-duanya bisa bebas ngelakuin hal yang mereka suka tanpa takut dihakimi. Yang paling penting saling memiliki rasa pengertian dan komunikasi yang baik, supaya nggak ada yang ngerasa terbebani. Saling pengertian juga berarti mau belajar memahami kebiasaan dan cara berpikir pasangan. Kadang cowok perlu waktu buat terbiasa bantu urusan rumah, dan cewek juga butuh waktu buat percaya diri nyetir atau ngambil keputusan besar.

Nggak semua orang punya kemampuan yang sama, dan itu nggak apa-apa banget, yang penting mau sama sama saling belajar dan tumbuh bareng. Kalau hubungan dibangun atas dasar pengertian kayak gini, dua-duanya akan ngerasa nyaman dan dihargai.

Nggak ada lagi tuh yang namanya pembagian peran yang bikin salah satu pihak merasa lebih penting atau lebih dominan. Karena pada akhirnya, kesetaraan itu bukan soal “cewek bisa apa” dan “cowok bisa apa,” tapi soal “kita bisa bareng-bareng.

Masih mikir cewek harus masak dan cowok harus nyetir? Duh, udah nggak zaman! Yuk bahas hubungan yang setara, fleksibel dan saling dukung!

Belajar Bareng, Tumbuh Bareng

Terkadang hal kecil kayak masak bareng, nyetir gantian, atau saling bantu ngerjain tugas bisa jadi cara sebuah hubungan untuk bisa belajar saling menghargai. Hubungan yang sehat itu bukan siapa yang paling bisa, tapi siapa yang mau belajar bareng tanpa gengsi.

Dari situ, dua orang bisa lihat gimana rasanya bekerja sama, menghargai usaha masing-masing, dan ngerti kalau hubungan yang sehat itu bukan tentang siapa yang paling bisa  tapi siapa yang mau belajar bareng tanpa gengsi. Belajar bareng juga berarti mau terbuka buat hal baru. Cewek bisa belajar hal-hal yang biasanya dilakukan cowok, begitu juga sebaliknya.

Misalnya, cowok belajar cara bikin makanan kesukaan pasangannya, sementara cewek belajar hal-hal teknis kayak nyetir atau ganti ban mobil. Dari situ muncul rasa saling respek, karena dua-duanya sadar bahwa setiap hal butuh usaha dan waktu buat dikuasai.

Hubungan yang tumbuh dari proses belajar ini biasanya lebih kuat, karena dua-duanya sama-sama tumbuh  bukan saling bergantung, tapi saling menguatkan.

Pada akhirnya, “tumbuh bareng” artinya sama-sama berproses jadi versi terbaik dari diri sendiri, bukan buat nyenengin pasangan, tapi karena memang pengen  jadi lebih baik. Di situ lah kesetaraan dalam hubungan terasa nyata dua orang yang nggak cuma sayang, tapi juga saling dukung buat berkembang.

Kesetaraan dalam suatu hubungan bukan soal “cewek harus begini” dan “cowok harus begitu.”Tapi soal dua orang yang mau sama-sama berjuang, saling bantu, dan tumbuh bareng.

Zaman juga udah berubah, jadi cara kita memandang peran dalam hubungan juga harus berubah. Mulai sekarang, yuk ubah cara pikir kita cewek bisa nyetir, cowok bisa masak, dan dua-duanya bisa saling support tanpa batasan!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 167