Skip to main content

Majalah Sunday

Tragedi – Pesan Misterius

Tragedi – Pesan Misterius Penulis: Moh. Aditya Prambudi – Universitas Jember Rentetan pesan dari handphone membangunkan Destin dari mimpi indahnya. Destin beranjak dari ranjangnya, matanya menatap handphone di tangannya, ada sepuluh pesan notifikasi dari kantor tempat dia bekerja. Pandangannya beralih menatap jam tangan miliknya, pukul lima pagi.  “Segera pergi ke kantor, ada pekerjaan darurat yang harus… Continue reading Tragedi – Pesan Misterius

Sebuah Puisi – Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati

Sebuah Puisi – Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati Penulis: Dollar Rahadian SE Pernah merasakan rindu yang besar ke seseorang yang dulu bersamamu? Puisi ini menyampaikan ungkapan hati yang berharap akan hadirnya kembali orang yang pernah bersama dengan mereka. “Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati” Kamu bagaikan bidadariyang bisa memberikan motivasi… Continue reading Sebuah Puisi – Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati

A Poetry – Gray Woman And Love Passport

A Poetry – Gray Woman And Love Passport Penulis: Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet submitted her poetry to Majalah Sunday, “Gray Woman And Love Passport” “Gray Woman And Love Passport” I am becoming gray like a cloud. This is a place without space. In… Continue reading A Poetry – Gray Woman And Love Passport

Sebuah Puisi – Seusai Itu

Sebuah Pusi – Seusai Itu Penulis: Dias Paramita, mahasiswi Gizi FIKES UB Puisi “Seusai Itu”  menggambarkan sebuah perubahan rasa. Masa di mana seseorang pernah merasakan titik paling indah dalam hidup, tentu menyenangkan. Sayangnya setelah itu, rasa sudah tak lagi sama. “Seusai Itu” Bahkan, sampai saat ini aku masih belum percaya  Secepat itu malam datang menggantikan… Continue reading Sebuah Puisi – Seusai Itu

Sebuah Puisi – Dia di Era Ambiguitas

Sebuah Pusi – Dia di Era Ambiguitas Penulis: Ahmad Syaiful Annas – UNESA Puisi “Dia di Era Ambiguitas”  menggambarkan kompleksitas hubungan cinta di masa kini, yang sering kali diliputi ketidakjelasan, keheningan yang menyimpan luka, serta ilusi kebersamaan. Melalui diksi yang reflektif dan puitis, puisi ini menyoroti pentingnya kejujuran, komunikasi, dan saling memahami dalam membangun relasi… Continue reading Sebuah Puisi – Dia di Era Ambiguitas

Sebuah Puisi “Sahabat, Katamu”

Sebuah Puisi “Sahabat, Katamu” Penulis: Ahmad Syaiful Annas – UNESA Puisi ini menyuguhkan refleksi kritis terhadap makna persahabatan di era digital. Lewat bait-bait tajam, puisi ini mempertanyakan apakah hubungan yang terjalin benar-benar dilandasi kepedulian, atau hanya sebatas interaksi dangkal di media sosial. Penulis menggugat realitas hubungan yang terlihat dekat secara virtual, namun justru jauh secara… Continue reading Sebuah Puisi “Sahabat, Katamu”

Sebuah Puisi “Di Balik Ekor yang Bergoyang”

Di Balik Ekor yang Bergoyang Penulis: Ahmad Syaiful Annas – UNESA   Puisi ini merupakan kritik sosial yang halus namun tajam terhadap fenomena relasi manusia dengan hewan peliharaan di era modern. Lewat gambaran kontras antara kucing peliharaan yang hidup nyaman dan bocah miskin yang kelaparan, puisi ini menyentil ketimpangan empati dalam masyarakat—bagaimana kasih sayang dan… Continue reading Sebuah Puisi “Di Balik Ekor yang Bergoyang”

Puisi “Daun Jatuh”

Puisi “Daun Jatuh” Penulis: Ahmad Syaiful Annas – UNESA Di era digital seperti sekarang, menjaga hubungan dengan sahabat yang tinggal jauh bukan lagi hal mustahil. Namun, meskipun teknologi memudahkan komunikasi, tak jarang rasa rindu dan kehilangan tetap datang menyelinap. Sahabat jauh bukan hanya soal jarak geografis tetapi juga soal waktu, Meski begitu, kehadiran mereka tetap… Continue reading Puisi “Daun Jatuh”

Puisi “Memori Kecil”

Puisi “Memori Kecil” Penulis: Ahmad Syaiful Annas – UNESA “Memori Kecil” sebuah puisi bertemamakan persahabatan Puisi “Memori Kecil”     Di kala tawa menggema riang Teman hadir, hatiku tenang. Dalam duka yang diam membungkam, Dia tetap setia, tak pernah hilang.   Langkah bersama menapaki jalan, Meski berliku dan penuh rintangan. Ia tak pergi saat ku… Continue reading Puisi “Memori Kecil”

Kasih yang Pemilih

Kasih yang Pemilih Penulis: Dyah Pramesti Purbowati- Universitas Negeri Jakarta Menjadi anak perempuan pertama di sebuah keluarga berekonomi menengah ke bawah menjadikan Lila resmi menyandang gelar tulang punggung keluarga di umurnya yang baru menginjak 20 tahun. Berbekal nekat, ia berangkat ke ibu kota untuk mencari pekerjaan dengan gaji layak guna menghidupi tiga anggota keluarga lain… Continue reading Kasih yang Pemilih