Majalah Sunday

Sebuah Puisi – Bunga Palsu

Sebuah Puisi – Bunga Palsu Penulis: Annas – UNESA Puisi “Bunga Palsu” berfokus pada ironi cinta yang tumbuh di taman kota. Taman, simbol romantis, di sini justru jadi saksi cinta palsu yang penuh kebohongan. Bunga plastik melambangkan janji manis yang tak pernah tumbuh akar kejujuran. Taman digambarkan kering, bangku reyot menjadi panggung sandiwara dua insan… Continue reading Sebuah Puisi – Bunga Palsu

Sebuah Puisi – Topeng Sahabat

Sebuah Puisi – Topeng Sahabat Penulis: Annas – UNESA Puisi “Topeng Sahabat” menggambarkan wajah ganda dalam hubungan pertemanan. Lewat baris-baris kritis, puisi ini menyingkap bagaimana sahabat bisa berubah menjadi pengkhianat yang menjual rahasia, membungkus niat buruk dengan tawa dan pelukan palsu. Persahabatan ditampilkan sebagai sesuatu yang rapuh dan sering dijadikan komoditas gosip. Puisi ini mengajak… Continue reading Sebuah Puisi – Topeng Sahabat

A Poetry – Fire on The Cheeks

A Poetry – Fire on The Cheeks Penulis: Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet submitted her poetry to Majalah Sunday, “Fire on The Cheeks” “Fire on The Cheeks” I was a lady without jewelry and a soldier without weapons.   Like a bullfighter, I entered… Continue reading A Poetry – Fire on The Cheeks

A Poetry – Storm

A Poetry – Storm Penulis: Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet submitted her poetry to Majalah Sunday, “Storm” “Storm” I discovered you in the enmity of two nations and I said you were a hero, when I saw you swimming in a single drop of… Continue reading A Poetry – Storm

Sebuah Puisi – Hampa

Sebuah Puisi – Hampa Penulis: Dollar Rahadian SE Puisi “Hampa” karya Dollar Rahadian SE menghadirkan suara hati yang ditinggalkan, penuh kesepian dan kehilangan. Lewat bait-bait sederhana, puisi ini menggambarkan rasa kosong yang muncul ketika cinta sejati pergi, meninggalkan hanya sepi dan sunyi. Di balik kata-kata yang lirih, tersimpan kerinduan akan kehadiran baru yang bisa mengisi… Continue reading Sebuah Puisi – Hampa

Sebuah Puisi – Sahabat atau Sekadar Bayang?

Sebuah Puisi – Sahabat atau Sekadar Bayang? Penulis: Annas – UNESA Puisi Sahabat atau Sekadar Bayang? menyoroti rapuhnya persahabatan di era digital, saat kehadiran sering hanya sebatas like, story, dan janji temu palsu. Lewat bait-bait penuh tanya, puisi ini mengingatkan kita bahwa sahabat sejati hadir tanpa pamrih, setia meski jarak, waktu, atau badai datang mengguncang.… Continue reading Sebuah Puisi – Sahabat atau Sekadar Bayang?

Sebuah Puisi – Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati

Sebuah Puisi – Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati Penulis: Dollar Rahadian SE Pernah merasakan rindu yang besar ke seseorang yang dulu bersamamu? Puisi ini menyampaikan ungkapan hati yang berharap akan hadirnya kembali orang yang pernah bersama dengan mereka. “Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati” Kamu bagaikan bidadariyang bisa memberikan motivasi… Continue reading Sebuah Puisi – Surat untuk Seseorang yang Pernah Hadir di Hati

A Poetry – Gray Woman And Love Passport

A Poetry – Gray Woman And Love Passport Penulis: Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet Sanja Atanasovska is a Macedonian journalist and poet submitted her poetry to Majalah Sunday, “Gray Woman And Love Passport” “Gray Woman And Love Passport” I am becoming gray like a cloud. This is a place without space. In… Continue reading A Poetry – Gray Woman And Love Passport

Sebuah Puisi – Seusai Itu

Sebuah Pusi – Seusai Itu Penulis: Dias Paramita, mahasiswi Gizi FIKES UB Puisi “Seusai Itu”  menggambarkan sebuah perubahan rasa. Masa di mana seseorang pernah merasakan titik paling indah dalam hidup, tentu menyenangkan. Sayangnya setelah itu, rasa sudah tak lagi sama. “Seusai Itu” Bahkan, sampai saat ini aku masih belum percaya  Secepat itu malam datang menggantikan… Continue reading Sebuah Puisi – Seusai Itu

Sebuah Puisi – Dia di Era Ambiguitas

Sebuah Pusi – Dia di Era Ambiguitas Penulis: Ahmad Syaiful Annas – UNESA Puisi “Dia di Era Ambiguitas”  menggambarkan kompleksitas hubungan cinta di masa kini, yang sering kali diliputi ketidakjelasan, keheningan yang menyimpan luka, serta ilusi kebersamaan. Melalui diksi yang reflektif dan puitis, puisi ini menyoroti pentingnya kejujuran, komunikasi, dan saling memahami dalam membangun relasi… Continue reading Sebuah Puisi – Dia di Era Ambiguitas