Majalah Sunday

Simfoni Kewarasan yang Mati

Simfoni Kewarasan yang Mati Penulis: Syelvina Gusmarani Simfoni Kewarasan yang Mati Selamat datang di dunia abu-abu,Sunyi meresap seperti rumah tanpa penghuni,Riuh tak henti di ujung malam yang beku,Luka-luka abadi, perihnya tak pernah pergi,Namun, kucoba nikmati, seolah tiada arti. Dia tetap hadir, langkahnya menari-nari,Menyusup perlahan, racuni jiwa yang letih,Kewarasan perlahan terurai, mati tanpa disadari,Hantui kenyataan yang… Continue reading Simfoni Kewarasan yang Mati

Rutinitas

Rutinitas Penulis: Endah Romadhon – UNJ Pukul 6 pagi Mentari masih agak malu-malu untuk menyapa Terang cahayanya belum bersinar dengan begitu semangat Udara yang agak dingin masih menemani kita semua Kita semua di sini di stasiun transit yang padat merapat Yang jika kulihat segala arah Sama saja yang dilihat, manusia Manusia-manusia yang memiliki pikirannya sendiri… Continue reading Rutinitas

Paradox

Paradox

Paradox Penulis: Masya Hanifa – UNJ Berbicara, disalahkan. Diam, dipertanyakan. Adakah kebebasan dalam pilihan, Jika setiap jawaban melahirkan pertanyaan? Melangkah, dibilang terburu. Berhenti, disebut tak maju. Lalu, apa arti tujuan? Jika bergerak dan diam sama-sama menuju kehampaan. Berani, dianggap angkuh. Takut, dicap pecundang. Lalu di mana keberanian berpijak, Jika keduanya berujung pada rasa yang sama:… Continue reading Paradox

Jejak yang Kembali

Jejak yang Kembali Penulis: Syelvina Gusmarani Jejak yang Kembali Di jalan yang panjang, aku berjalan,mengejar bayang-bayang di cakrawala yang tak tergenggam.Langit berbisik tentang jarak yang memisah,tapi hati tahu, ada arah yang takkan lelah. Bukit dan lembah menantang langkah,deburan ombak meninju ragu yang pecah.Aku terhanyut dalam lagu perjalanan,namun setiap nada membawa pulang dalam ingatan. Pulang bukan… Continue reading Jejak yang Kembali

Merengkuh Sukacita

Merengkuh Sukacita Penulis: Endah Romadhon – UNJ Hari demi hari sudah terlewati Bulan demi bulan sudah dilalui Waktu terus berjalan Berjalan mendekati akhir tahun Semua orang menanti Mengharapkan sukacita datang menghampiri Setelah ribuan kerja keras telah dilakukan Setelah ribuan kata semangat telah diucapkan Waktu rehat di depan mata Pekerjaan dikerjakan lebih cepat Bekerja keras menuntaskan… Continue reading Merengkuh Sukacita

Romantika Hutan Belantara

Romantika hutan belantara yang tak lagi menemukan keindahannya

Romantika Hutan Belantara Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Hutanku… Dahulu warnamu dihiasi hijau menawan Tinggimu menjulang indah tak terkira Lebatmu tebal, seperti hutan yang penuh misteri Hutanku… Ada rindu terpendam yang tak bisa terucap Daun-daun menari menyuarakan sepi Angin berbisik tentang kisah yang tak terlupakan Kau sumber dari segala kehidupan Kau… Continue reading Romantika Hutan Belantara

Bisikan Langit untuk Rembulan

Bisikan Langit untuk Rembulan Penulis: Syelvina Gusmarani Bisikan Langit untuk Rembulan Betapa nasib sang langit terasa piluHidup di bawah pancaran sinar rembulanNamun tetap tak mampu menjadikannya biruSebiru dan semegah saat matahari terjaga. Namun langit tak selalu murung dalam gelap malamYang hanya memancarkan sedikit sinarTak cukup untuk menerangi keindahan bumi.Sungguh… Terangnya siang memang menghadirkan pesonaSamudra memantulkan… Continue reading Bisikan Langit untuk Rembulan

Aku Gagu tapi Tidak Tuli

Gagu tapi Tidah Tuli

Aku Gagu tapi Tidak Tuli Penulis: Masya Hanifa – UNJ Lidahku kelu, terjerat simpul-simpul rumit Mulutku rapat, tak pandai mengeja rasa Tiap kata seperti tersesat di lorong pikiranRibut, kusut, berlarian tanpa arah Tak mampu kusisir jadi bahasa yang utuh Bagai gagu, bungkam dalam bisu Namun, aku tidak tuliTelingaku tajam menangkap tiap aksara Aku paham keluh… Continue reading Aku Gagu tapi Tidak Tuli

Kala Libur Menghampiri

Kala libur telah menghampiri, hati pun berbahagia

Kala Libur Menghampiri Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Menghadapi situasi hidup dan mati Sudah hilang lenyap tak bersisa Kini, hari telah bebas dari penat Biarkan ia mencari ketenangan Pantai atau gunung bukan jadi masalah Asal diri ini bisa merasakan kemerdekaan Tak ayal aku menghampiri ayah Untuk memelas demi sebuah perjalanan Lantas,… Continue reading Kala Libur Menghampiri

Hakikat Duka yang Sunyi

Hakikat Duka yang Sunyi

Hakikat Duka yang Sunyi Penulis: Masya Hanifa – UNJ Hari ini begitu ramai, Hingga sunyi tak sempat menyelinap. Mereka datang dengan pelukan dan kata-kata, “Menguatkan,” seolah aku ini rapuh. Tapi aku hanya diam, Tak merasa runtuh, tak merasa rapuh. Kini aku resmi jadi kepala keluarga Nama itu kini tertulis sendiri. Lucu dan aneh, Seperti peran… Continue reading Hakikat Duka yang Sunyi