Majalah Sunday

Minggu Pagi

Minggu Pagi menjadi hari yang penuh kegembiraan

Minggu Pagi Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Di minggu pagi yang gembira Aku terbangun dari tidur Disambut cahaya arunika menerobos ke dalam kamar Dengan kebahagiaan yang menyertainya Di luar jendela, burung-burung telah bernyanyi riang Menghiasi langit biru dengan kicauan yang merdu Beterbangan kesana kemari Seolah membawa harapan yang baru untuk hari… Continue reading Minggu Pagi

Pantaskah Aku?

Pantaskah aku, sebuah puisi yang mengisahkan seseorang yang tidak percaya diri terhadap tampangnya untuk bisa memiliki kekasih

Pantaskah Aku? Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Di depan cermin yang kemilau Aku berdiri tegap Sambil memantaskan diri Lalu bertanya dalam hati, “pantaskah aku?” Memandang tampangku yang tidak menarik Disertai tanya yang tak kunjung terjawab “Apakah aku pantas untuk dicintai?” “Atau aku hanyalah serpihan bayang yang tidak ada artinya?” Perasaan hati… Continue reading Pantaskah Aku?

Ozothamnus

Ozothamnus

Ozothamnus Penulis: Masya Hanifa Putri – UNJ Di balik kelopak bunga yang gemetar,tersembunyi bisu, sesuatu yang menusuk.Ada wangi yang tak pernah berbicara,menari di antara bayang yang terlupa.Mimpi yang terbang tanpa arah,terlupakan dalam senyuman yang menggigit,meninggalkan jejak sunyi yang terus menunggu. Duri, tak nampak oleh mata yang terbiasa,tertanam di ruang yang terlupakan,tergores oleh dunia yang tak… Continue reading Ozothamnus

Tawa yang membisu

Tawa yang Membisu Penulis: Syelvina Gusmarani Tawa yang Membisu Tak seorang pun tahu perjuangan jiwamu,   Badai pikiran yang kau kendalikan pilu.   Mereka hanya melihat garis tawamu,   Seolah bahagia, diammu teduh selalu.   Namun senyum itu, kadang penuh dusta,   Tawa yang pecah, menyembunyikan luka.   Dalam hatimu, ada jurang tak bernama,   Tempat kecewa, cemas, dan takut bertahta.   Ada… Continue reading Tawa yang membisu

Bukan Sekadar Ruangan

Bukan sekadar ruangan

Bukan Sekadar Ruangan Penulis: Masya Hanifa Putri – UNJ Berawal dari ruangan hampaKemudian kau mulai mengisinya dengan berbagai perabotanSofa, telivisi, hingga hiasan bunga di atas mejaRuangan ini menjadi lebih menyenangkan dan hangat. Hari-hari berlaluKau mulai menghiasnya, dan terus menghiasKau tambahkan lukisanAkuarium penuh dengan ikan warna-warniBahkan memajang foto-foto di dinding. Namun waktu tak selalu ramahKau mulai… Continue reading Bukan Sekadar Ruangan

Kasih yang Tak Lagi Kembali

Kasih yang Tak Usai, sebuah puisi yang menceritakan penyesalan seseorang yang telah meninggalkan kekasihnya

Kasih yang Tak Lagi Kembali Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Tak lagi ku pandang dirinya Tak lagi ku dengar suaranya Hanya khayalan yang hadir dalam pikiran Hanya bayangan yang menari di dalam jiwa Di setiap pergantian malam Hanya rindu yang kerap mencuat Kenangan yang kita ukir dulu Menjadi bayang-bayang yang sulit… Continue reading Kasih yang Tak Lagi Kembali

Negeri yang Runtuh

Negeri yang Runtuh Penulis: Syelvina Gusmarani Negeri yang Runtuh Dalam debu kenangan yang membayang, Tanahku dulu megah, kini lapang. Hujan puing jatuh tanpa kasihan, Langitnya menangis, bumi kesepian. Benteng-benteng bisu berdiri miring, Menghitung waktu hingga angin kering. Jejak sejarah tertutup abu, Riuh perjuangan kini hanya bisu. Anak-anak hilang di antara reruntuhan, Mimpi mereka tenggelam dalam… Continue reading Negeri yang Runtuh

Harapan Baru di Kehidupan Baru

Harapan Baru di Kehidupan Baru Penulis: Endah Romadhon – UNJ Tahun baru sudah dirayakan Kembang api sudah dinyalakan Sorak-sorai kebahagiaan sudah terdengar Rentetan doa serta harapan terus dirapalkan bak mantra Kata orang ketika tahun baru datang Maka kehidupan baru pun diharapkan datang Kehidupan baru yang berisi harapan baru Harapan-harapan ditulis, ditanamkan, juga dicantumkan di atas… Continue reading Harapan Baru di Kehidupan Baru

Rakyat dan Takhta Berdarah

Rakyat dan tahta berdarah

Rakyat Dan Takhta Berdarah Penulis: Masya Hanifa Putri – UNJ Di bawah langit yang gelap, muram dan hampaTiang-tiang berdiri, memancang tubuh tak bersalah.Darah mengalir menjadi tinta di lembar-lembar konstitusi.Sementara kau, duduk tenang di singgasana yang basah. Api yang sejak dulu berkobarKini membakar suara membungkam jerit yang dipaksa.Tanpa pedang, hanya alur dan janjiCukup untuk mengaburkan nalar,… Continue reading Rakyat dan Takhta Berdarah

Menyongsong Harapan Baru

Menyongsong harapan baru demi meraih mimpi yang baru

Menyongsong Harapan Baru Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Kisah yang lama telah berlalu Suka dan duka berlalu-lalang Melengkapi hidup yang dulu Menjadi kenangan yang tersimpan dalam benak Tahun baru, harapan baru Terang cahaya sirna memukau Mengawali hidup yang baru Menggapai impian yang tak teraih di masa lalu Kita semua berhak bermimpi… Continue reading Menyongsong Harapan Baru