Skip to main content

Majalah Sunday

Cara Mengurangi Konsumsi Gula dari Minuman Manis Setiap Hari

Penulis: Jeyano Zaidan Enggelete – Universitas Kristen Indonesia

Minuman manis sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Teh manis, kopi susu, boba, soda, sering dipilih untuk menemani makan, belajar, atau sekadar bersantai. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, minuman tersebut dapat membuat konsumsi gula harian menjadi lebih tinggi tanpa disadari. Karena itu, mengurangi kebiasaan minum manis dapat menjadi salah satu cara mengurangi konsumsi gula.

Cara Mengurangi Konsumsi Gula dari Minuman Manis Setiap Hari

Mengapa Kita Sering Mengonsumsi Minuman Manis?

Salah satu alasan minuman manis sulit ditinggalkan adalah rasa manis yang membuatnya terasa lebih menarik. Ketika sudah terbiasa, seseorang dapat merasa kurang puas jika minumannya tidak memiliki rasa manis yang cukup.

Selain itu, minuman manis sering dikaitkan dengan berbagai aktivitas sehari-hari. Banyak orang membelinya ketika sedang makan, belajar, berkumpul bersama teman, atau merasa lelah setelah beraktivitas. Tren minuman kekinian seperti kopi susu dan boba juga membuat konsumsi minuman manis semakin mudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan anak muda.

Ketersediaan minuman tersebut juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Minimarket, warung, restoran, dan tempat makan menyediakan berbagai pilihan minuman manis dengan harga dan ukuran yang beragam. Kemudahan untuk mendapatkannya membuat seseorang dapat membeli minuman manis secara spontan tanpa benar-benar membutuhkannya.

Kenali Kebiasaan Minum Manis

Sebelum mengurangi konsumsi gula, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengenali kebiasaan minum sehari-hari. Cobalah mencatat jenis minuman yang dikonsumsi selama beberapa hari, termasuk jumlah dan frekuensinya. Dengan begitu, kita dapat mengetahui seberapa sering minuman manis masuk ke dalam rutinitas sehari-hari.

Penting juga untuk memperhatikan ukuran porsi. Minuman yang terlihat biasa saja dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah yang cukup besar, terutama jika menggunakan sirup, gula tambahan, atau topping manis. Jangan hanya memperhatikan minuman yang rasanya sangat manis karena kandungan gula tidak selalu dapat diketahui hanya dari rasa.

Ketika membeli minuman kemasan, biasakan membaca informasi nutrisi pada label. Perhatikan kandungan gula dan ukuran sajian agar kita dapat membuat pilihan yang lebih sadar.

Kurangi Secara Bertahap

Mengurangi minuman manis tidak harus dilakukan secara drastis. Bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsinya setiap hari, perubahan secara bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih realistis.

Salah satu caranya adalah mengurangi tingkat kemanisan minuman. Jika biasanya memilih minuman dengan gula penuh, cobalah memilih opsi less sugar atau mengurangi jumlah gula sedikit demi sedikit. Frekuensinya juga dapat dikurangi, misalnya dari setiap hari menjadi tiga kali dalam seminggu, ataupun minum satu porsi/botol setiap dua hari sekali saja.

Perubahan kecil mungkin terlihat sederhana, tetapi lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Tujuannya bukan untuk langsung menghilangkan semua minuman manis, melainkan membangun kebiasaan yang lebih seimbang.

Ganti dengan Pilihan yang Lebih Rendah Gula

Air putih seharusnya menjadi pilihan utama untuk menggantikan minuman manis dalam kehidupan sehari-hari. Selain tidak mengandung gula tambahan, air putih juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Jika ingin minuman dengan rasa yang berbeda, teh tanpa gula atau kopi tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif, tergantung pada kebutuhan dan kebiasaan masing-masing. Ketika tersedia, pilihlah minuman yang tidak mengandung gula tambahan.

Namun, jangan langsung menganggap suatu minuman lebih sehat hanya karena menggunakan label seperti “alami” atau “buah”, karena banyak minuman seperti itu masih ada kandungan gula. Tetap periksa informasi nutrisi dan kandungan gula pada kemasannya sebelum membeli.

Credit: WHO

Kurangi Porsi Minuman Manis

Jika masih sulit mengurangi frekuensi, mengurangi ukuran porsi dapat menjadi langkah awal. Misalnya, pilih ukuran kecil daripada ukuran besar ketika membeli minuman manis.

Selain itu, kurangi tambahan seperti gula, sirup, whipped cream, atau topping yang mengandung gula. Saat membeli kopi atau teh, pilihan seperti less sugar atau half sugar dapat membantu mengurangi jumlah gula tanpa harus langsung meninggalkan minuman favorit.

Dengan mengontrol porsi, seseorang tetap dapat menikmati minuman yang disukai sambil perlahan mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi.

Biasakan Membawa Air Putih

Membawa botol air putih sendiri merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi konsumsi minuman manis. Ketika air putih sudah tersedia, kita tidak perlu selalu membeli minuman lain ketika merasa haus.

Kebiasaan ini juga dapat mengurangi pembelian minuman secara spontan, terutama ketika sedang berada di kampus, sekolah, atau tempat kerja. Selain membantu mengurangi gula, membawa air sendiri juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli minuman setiap kali haus.

Mengurangi konsumsi gula dari minuman manis tidak harus dimulai dengan perubahan yang besar. Mengenali kebiasaan, mengurangi secara bertahap, memilih alternatif yang lebih rendah gula, mengontrol porsi, dan membiasakan membawa air putih dapat menjadi langkah sangat sederhana untuk memulainya.

Yang terpenting adalah konsistensi. Tidak masalah jika sesekali masih ingin menikmati minuman manis. Daripada memaksakan perubahan drastis yang sulit dipertahankan, mulailah dengan mengurangi satu minuman manis dari rutinitas harian dan lanjutkan secara perlahan.

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 0