Penulis: Ustadriatul Mukarromah
Pada fase remaja akhir menuju kedewasaan, seseorang dihadapkan pada berbagai tuntutan. Mulai dari tekanan akademik, ekspektasi keluarga, tuntutan pertemanan samapai dorongan untuk selalu terlihat “Baik” di mata orang lain sering kali dapat membuat kita sulit untuk menolak. Banyak yang merasa tidak enak, takut dianggap egois atau bahkan khawatir bisa kehilangan relasi jika mengatakan “Tidak”.
Akibatnya, kita memaksakan diri menerima tanggung jawab yang melebihi kapasitas. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak pada kelelahan fisik, stres dan beban fikiran. Dalam hai ini, belajar untuk berani dalam mengatakan “Tidak” bukanlah bentuk penolakan secara langsung kepada orang lain, melainkan bentuk upaya dalam memahami kebutuhan diri sendiri. Mengatakan “Tidak” adalah salah satu praktik self-care untuk menjaga kesehatan mental dan emosional.
Self-care tidak harus selalu dengan perawatan fisik. Self-care juga mencangkup kemampuan untuk memahami dan mengenal diri sendiri, termasuk kebutuhan untuk istirahat, menolak tekanan dan menjaga keseimbangan hidup. Dalam fase transisi ini Self-care memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter yang sehat secara mental maupun emosional

Banyak dari kita terbiasa menyenangkan orang lain bahkan ingin terlihat sempurna dimata orang lain. Pola ini sering muncul karena:
Tanpa disadari, kebisaan tersebut membuat kita mengabaikan kebutuhan dan kapasitas kemampuan diri sendiri.
Untuk mengatakan “Tidak” bukan tanda bahwa itu egois, melainkan bentuk kejujuran dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Dengan menolak hal yang tidak sanggup kita lakukan, justru menjaga kita untuk dapat memperkuat relasi agar tetap terjalin. Batasan yang jelas membantu kita untuk mengurangi gesekan konflik di kemudian hari.
Cara mengatakan “Tidak” dapat dilakukan secara perlahan, antara lain dengan:
Kemampuan tersebut akan berkembang seiring waktu latihan dan kepercayaan diri yang tinggi.
Ketika kita mampu mengatakan “Tidak”dengan sadar, kamu akan merasakan:
Dengan hal ini dapat menjadi pondasi dalam proses pendewasaan diri.

Belajat untu mengatakan “Tidak” dalah keterampilan hidup yang penting, terutama bagi remaja yang menuju tahap kedewasaan. Mengatakan “Tidak”bukanlah penolakan terhadap orang lain, melainkan bentuk penerimaan untuk diri sendiri. Dengan mampu memahami batasan dan menghormati kapasitas dan kemampuan diri, kita dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat, tenang dan mampu memberikan dampak positif dilingkungan keluarga dan pertemanan.
Self-Care tidak selalu tentang melakukan lenih banyak hal untuk dilihat orang, tetapi juga berani berhenti dan memilih apa yang benar-benar dibutuhkan diri sendiri.
Dengarkan dirimu sebelum menjawab permintaan orang lain, Latih keberanian untuk mengatakan “Tidak” pada hal diluar jangkauanmu yang bisa memberatkan. Merawat diri bukanlah sikap egois itu adalah bagian dari kebutuhanmu
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.