Penulis: Amanda Sari Dhira Nugraha – Politeknik Negeri Media Kreatif
Memes di internet kerap menjadi hiburan ringan di tengah kelelahan setelah beraktivitas. Namun, maraknya konten receh yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menjaga fokus berpikir. Brainrot memes kini tersebar luas di berbagai platform digital, tanpa adanya pembatasan dalam konsumsi konten receh tersebut, hal ini berpotensi memengaruhi fungsi kognitif serta konsentrasi seseorang.
Brainrot adalah fenomena dimana kemampuan berpikir seseorang menurun karena terlalu banyak menngonsumsi konten receh berkualitas rendah di internet. Hal juga bisa menjadi suatu obsesi apabila tidak diatasi segera.

Obsesi yang dimaksud adalah kecenderungan seseorang untuk terus memikirkan nya, membicarakannya, dan mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan objek obsesi nya. Tak terkecuali Brainrot Memes yang dapat dengan mudah ditemukan di internet. Lalu apa saja sih gejala nya?
Lalu bagaimana caranya untuk mengatasi fenomena ini? Simak beberapa tips berikut!
Penting! Menerapkan screen time akan bantu kamu untuk mengurangi konsumsi konten receh yang kurang bermanfaat sehingga mengurangi masuknya informasi yang kurang penting.
Melakukan kurasi konten (menyeleksi, memilih, mengorganisir konten) dapat bantu kamu untuk mengurangi informasi yang tidak penting untuk muncul di halaman sosial media kamu.
Pernah dengar soal teknik ini? ini adalah teknik yang bisa bantu jaga durasi fokus kamu. Caranya, kamu bisa coba fokus belajar atau bekerja selama 25 menit lalu beristirahat selama 5 menit. Kamu bisa ulangi teknik ini 2–5 kali atau sesuai kebutuhan.
Banyak orang memanfaatkan media sosial untuk mengusir rasa bosan. Padahal, ada beragam aktivitas seru lain yang bisa dilakukan tanpa harus terus-menerus bermain ponsel.
Waktu malam kerap memicu kebiasaan doomscrolling di media sosial. Selama tidak dilakukan secara berlebihan, hal tersebut masih tergolong wajar sebagai bentuk melepas penat setelah bekerja seharian.

Mengatasi brainrot dapat dimulai dari hal kecil. Mulailah dengan membatasi scrolling media sosial dan konten receh yang kurang bermanfaat. Apabila fenomena ini sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, jangan ragu untuk meminta bantuan profesional seperti psikolog.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.