Majalah Sunday

Benarkah Atlantis Pernah Ada? Mengungkap Misteri yang Ditelan Laut

Penulis: Indira Salsabila – SMAN 1 Gebog

Atlantis selalu menjadi nama yang memancing rasa penasaran. Kota legendaris ini digambarkan sebagai peradaban maju yang lenyap secara misterius, tenggelam ke dasar laut, dan tak pernah benar-benar ditemukan sampai sekarang.

Kisah Atlantis tidak hanya hidup dalam teks kuno. Ceritanya terus muncul dalam film, buku, hingga media sosial, sering kali disertai klaim bahwa lokasi Atlantis telah berhasil ditemukan.

Menurut catatan sejarah yang dirangkum oleh berbagai sumber internasional, nama Atlantis pertama kali dikenal luas melalui tulisan filsuf Yunani kuno, Plato. Sejak saat itu, kisah ini berkembang menjadi legenda global yang terus diperdebatkan.

Namun, apakah Atlantis benar-benar pernah ada sebagai kota nyata, atau hanya simbol cerita moral yang disampaikan lewat narasi dramatis?

Ilustrasi atlantis, kota legendaris yang diyakini tenggelam di dasar laur
Atlantis, kota misterius yang kisahnya terus memancing penasaran dunia, picture from canva.com

Asal-Usul Cerita Atlantis Menurut Plato

Cerita Atlantis berasal dari dua dialog Plato, yaitu Timaeus dan Critias. Dalam dialog tersebut, Plato menggambarkan sebuah peradaban besar yang terletak di luar Pilar Herkules, yang kini dikenal sebagai Selat Gibraltar.

Berdasarkan penjelasan yang dimuat oleh National Geographic Indonesia, Atlantis diceritakan sebagai kota yang sangat maju. Masyarakatnya hidup makmur, memiliki teknologi tinggi, serta sistem pemerintahan yang terorganisasi.

Namun, kejayaan tersebut tidak berlangsung lama. Plato menuliskan bahwa penduduk Atlantis menjadi serakah dan kehilangan nilai kebajikan.

Sebagaimana diuraikan dalam berbagai kajian sejarah, Plato menyebut bahwa para dewa menghukum Atlantis dengan bencana alam besar. Dalam satu hari dan satu malam, kota itu tenggelam ke dasar laut.

Karena itu, banyak sejarawan menilai kisah Atlantis lebih bersifat alegori filosofis daripada laporan sejarah murni.

Ciri-Ciri Atlantis sebagai Kota Legendaris

Dalam deskripsi Plato, Atlantis digambarkan sebagai kota dengan arsitektur luar biasa. Kota ini memiliki kanal melingkar, pelabuhan besar, serta bangunan megah yang tertata rapi.

Mengacu pada pembahasan sejarah yang dimuat oleh Tempo, Atlantis juga disebut memiliki kekayaan alam melimpah, termasuk logam langka yang menjadi sumber kemakmurannya.

Selain itu, Atlantis digambarkan sebagai kekuatan militer besar. Namun, kekuatan tersebut justru digunakan untuk menaklukkan wilayah lain.

Karena itulah, banyak peneliti memandang Atlantis sebagai gambaran peradaban maju yang runtuh akibat kesombongan dan ambisi berlebihan.

Teori Ilmiah tentang Kemungkinan Lokasi Atlantis

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, berbagai teori tentang lokasi Atlantis bermunculan. Salah satu teori paling populer mengaitkan Atlantis dengan peradaban Minoa di Pulau Santorini, Yunani.

Menurut laporan yang dipublikasikan oleh National Geographic Indonesia, letusan gunung berapi besar di Santorini sekitar 1600 SM diyakini menghancurkan peradaban Minoa secara drastis.

Peristiwa tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan cerita tenggelamnya Atlantis. Karena itu, teori ini sering dianggap sebagai inspirasi paling masuk akal.

Namun, ada pula teori lain yang menyebut Atlantis berada di Samudra Atlantik, wilayah Spanyol, bahkan kawasan Asia Tenggara.

Meski terdengar menarik, berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh berbagai arkeolog, belum ada bukti fisik yang dapat memastikan lokasi Atlantis secara pasti.

Ilustrasi dugaan lokasi Atlantis berdasarkan teori ilmiah dan penelitian modern
Berbagai teori ilmiah mencoba menulusuri jejak Atlantis yang hilang, picture from canva.com

Pendapat Arkeolog dan Ilmuwan Modern

Hingga kini, sebagian besar arkeolog sepakat bahwa Atlantis belum dapat dibuktikan keberadaannya secara ilmiah.

Mengacu pada analisis yang dimuat oleh BBC Indonesia, banyak ilmuwan memandang Atlantis sebagai kisah simbolik yang digunakan Plato untuk menyampaikan kritik sosial dan politik.

Namun demikian, para ahli juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya inspirasi sejarah. Banyak legenda dunia diketahui berakar dari peristiwa nyata yang kemudian berkembang secara lisan.

Karena itu, Atlantis sering dipahami sebagai perpaduan antara mitos, filosofi, dan memori kolektif tentang kehancuran peradaban kuno.

Atlantis sebagai Mitos, Simbol, atau Peringatan Moral

Atlantis tidak hanya menarik sebagai misteri sejarah, tetapi juga sebagai simbol moral. Plato diyakini menggunakan kisah ini untuk menggambarkan peradaban ideal yang hancur karena kehilangan nilai etika.

Dalam kajian yang dirangkum oleh SarungBHS, Atlantis sering dipandang sebagai peringatan tentang bahaya keserakahan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pesan tersebut terasa relevan hingga saat ini. Di era modern, kemajuan teknologi sering kali tidak diimbangi dengan tanggung jawab moral.

Karena itu, Atlantis lebih tepat dipahami sebagai refleksi peradaban manusia daripada sekadar kota yang hilang.

Atlantis, Misteri yang Belum Pernah Benar-Benar Usai

Ilustrasi Atlantis sebagai simbol misteri peradaban yang belum terpecahkan
Atlantis, misteri yang belum pernah-pernah usai, picture from canva.com

Hingga hari ini, Atlantis masih berdiri sebagai salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia. 

Tidak ada bukti arkeologis yang benar-benar memastikan keberadaannya, namun kisah tentang kota yang hilang ini terus hidup melalui teks kuno, penelitian ilmiah, hingga imajinasi modern.

Sebagian kalangan meyakini Atlantis hanyalah alegori filosofis yang digunakan Plato untuk menyampaikan kritik terhadap keserakahan dan runtuhnya moral sebuah peradaban. 

Di sisi lain, ada pula yang percaya bahwa legenda ini terinspirasi dari peristiwa nyata, seperti hancurnya peradaban kuno akibat bencana alam besar.

Di antara batas tipis antara mitos dan sejarah, Atlantis mengajak siapa pun untuk berpikir lebih kritis. 

Bukan hanya tentang apakah kota itu benar-benar pernah ada, tetapi juga tentang pesan yang tersimpan di balik kisah kehancurannya. 

Mungkin justru di situlah letak daya tarik Atlantis yang sesungguhnya, yaitu sebagai pengingat bahwa kemajuan tanpa kebijaksanaan dapat membawa kehancuran.

Lalu, bagaimana menurut Sunners?
Apakah Sunners punya teori sendiri tentang di mana letak Atlantis? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, ya!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 4