Majalah Sunday

Apa Itu Repeating Life Patterns?

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Pada saat tertentu, pasti masing-masing dari kita mempunyai trauma tersendiri tentang suatu hal. Trauma tersebut bisa aja berasal dari hal-hal yang pernah kita alami sebelumnya dan sangat normal jika kita masih mempunyai ketakutan itu hingga saat ini. Namun, secara gak sadar, ketika kita ingin memulai suatu momen penting, terjadilah pengulangan trauma yang seharusnya nggak dilakukan. Pengulangan momen inilah yang disebut dengan Repeating Life Patterns

Sebenarnya, bukan berarti kita nggak boleh untuk merasa nggak aman, tapi untuk terus berlarut pada momen yang buruk juga nggak baik untuk kesehatan mental kita. Nah, Repeating Life Patterns ini apa sih? Lalu, kenapa hal ini juga sering terjadi secara gak sadar oleh kita? Yuk baca penjelasannya!

Apa Itu Repeating Life Patterns?

Merenung dengan terjadinya Repeating Life Patterns.

Repeating Life Patterns merupakan suatu tindakan yang dapat mengulang momen yang buruk hingga menyebabkan trauma bagi kita. Hal ini dapat dilakukan secara nggak sengaja oleh kita karena kita udah pernah mengalami momen tersebut sehingga kita dapat melakukannya kembali. Meskipun begitu, hal ini selalu terjadi di bawah alam sadar kita dan bisa menyakiti diri sendiri juga lho.

Istilah ini sebenarnya berasal dari salah satu tokoh yang mengemukakan teori psikoanalisis yaitu Sigmund Freud. Menurut Psychology Today, Freud percaya bahwa Repeating Life Patterns merupakan sesuatu yang mengarah pada self destruction atau sesuatu yang dapat merusak diri kita sendiri sehingga seseorang yang mengalami hal ini perlu diperiksa lebih lanjut terutama mengenai psikisnya.

Contoh Repeating Life Patterns?

Ketika kita menjadi perfeksionis, terkadang Repeating Life Patterns terjadi.
Anggap aja itu kita yang terus belajar demi mendapatkan pujian. (Pict by Canva).

Setelah kita mengetahui istilah dari Repeating Life Patterns, sekarang kita coba mengetahui contohnya yaitu seperti kita, yang sedang menuntut ilmu di dunia sekolah maupun perkuliahan. Jika salah satu dari kalian adalah tipe yang perfeksionis sejak kecil, maka bisa jadi kalian mengalami hal tersebut. Hal ini dapat disebabkan oleh keinginan orang lain untuk kita menjadi sempurna dan menjadi yang terbaik. Namun, mungkin aja ketika kita masih kecil, semua harapan itu pupus dengan berbagai macam penilaian yang berdampak negatif untuk kesehatan mental kita.

Ketika penilaian buruk tersebut muncul, adanya pemikiran kita yang mulai ikut menjadi negatif, “Oh… Ternyata untuk menjadi yang terbaik masih kurang ya?” Atau, “Apa ternyata selama ini I’m not good enough?” Dan pemikiran lainnya yang masih terbawa hingga saat ini. Dengan pengalaman tersebut, kita terus berporos pada momen-momen di masa lalu yang sebenarnya buruk. Oleh sebab itu, pada saat hal tersebut terjadi, sebenarnya bisa membuat kesehatan mental kita menjadi nggak baik karena bisa menyebabkan stress, overthinking, burnout, dan lain-lain.

Bagaimana Mencegah Repeating Life Patterns di Momen Selanjutnya?

Dengan kita cerita ke seseorang yang profesional, siapa tahu bisa membantu agar nggak terjadi Repeating Patterns kembali.
Salah satu contoh ketika kita memutuskan untuk cerita ke seseorang yang profesional mengenai Repeating Life Patterns. (Pict by Canva).

Mencegah Repeating Life Patterns dapat dilakukan dengan berbagai macam hal tetapi akan disebutkan 3 aja yang paling efektif dilakukan:

1. Sadar dengan Diri Kita Terlebih Dahulu

Kita harus sadar dulu tentang hal apa aja yang dapat memburuk kesehatan mental kita, pasti akan lebih mudah untuk diubahnya. Hal ini dapat dicatat ke dalam buku, jurnal, notes, dan lain-lain agar kita tahu untuk mengatasi momen-momen sebelumnya bagaimana dan dapat belajar dari kesalahan kita yang membuat trauma.

2. Mempunyai Support System

Ketika kita udah mulai membicarakan momen buruk hingga trauma ke orang yang kita percaya seperti keluarga dan teman, pasti mereka akan bantu dengan berbagai dukungan untuk keluar dari momen yang membuat kita trauma. Hal ini akan membantu kita juga agar mereka dapat keep on track serta beri masukan yang positif untuk kita yang membutuhkan.

3. Mencari Bantuan Ke Profesional

Kita dapat memanggil bantuan kepada seseorang yang profesional seperti psikolog, terapis, dan lain-lain. Momen buruk hingga momen yang membuat kita trauma dapat diceritakan secara terbuka agar mereka dapat membantu menyusun strategi untuk menjadi lebih baik, dapat berkomitmen dengan menjalani hubungan yang sehat dengan orang lain, dan kebutuhan lainnya agar kita bisa lepas dari momen buruk tersebut.

Dengan adanya dukungan dari orang terdekat kita, pasti bisa untuk segera lepas dari Repeating Life Patterns.
Dengan adanya dukungan, pasti pelan-pelan kita bisa lepas dari Repeating Life Patterns. (Pict by Canva).

Nah, kurang lebih itu penjelasan, contoh, dan cara mencegah Repeating Life Patterns ya, Sunners. Masalah ini juga bukanlah hal yang memalukan. Memang seringkali terjadi akibat di bawah alam sadar kita masih terus mengingat momen buruk yang membuat kita trauma. Dengan kita mulai sadar bahwa hal yang kita lakukan masih berporos pada trauma tersebut, pasti kita bisa untuk mengubahnya dengan pelan-pelan. Selagi kita mau berusaha, pasti untuk momen selanjutnya akan berdampak baik untuk diri kita. 

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 2