Skip to main content

Majalah Sunday

A Spoonful of Memories

Penulis: Amelia Listiany – Universitas Kristen Indonesia

Pernah gak, kamu mencium aroma makanan tertentu atau mencicipi sesuatu, lalu tiba-tiba teringat pada seseorang atau momen di masa lalu? Misalnya, aroma masakan ibu yang mengingatkanmu pada suasana rumah, jajanan sekolah yang bikin kangen masa kecil, atau makanan sederhana yang dulu sering kamu nikmati bersama sahabat. Rasanya mungkin sederhana, tetapi ada kenangan dan perasaan yang ikut muncul di balik setiap suapan.

Menariknya, makanan bukan cuma soal rasa atau kebutuhan untuk mengisi perut. Terkadang, makanan bisa menjadi penghubung antara kita dan kenangan yang sudah lama tersimpan. Bahkan, satu gigitan saja bisa membawa kita kembali ke momen yang sudah bertahun-tahun berlalu. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh perubahan, hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi cara untuk mengingat kembali orang-orang, tempat, dan pengalaman yang pernah berarti bagi kita. Karena terkadang, yang kita rindukan dari sebuah makanan bukan hanya rasanya, tetapi juga cerita dan perasaan yang menyertainya

A Spoonful of Memories
Source: Pinterest

Makanan dan Kenangan Masa Lalu

Aku yakin para sunners pernah mencium aroma sup ayam atau hidangan lain yang sedang dimasak, lalu tiba-tiba teringat suasana rumah saat masih kecil? Mungkin kamu ingat ketika sedang sakit dan ibu membuatkan semangkuk sup hangat, lalu duduk di samping tempat tidur sambil memastikan kamu menghabiskannya. Saat itu, mungkin kamu hanya menganggapnya sebagai hal biasa. Namun, bertahun-tahun kemudian, aroma sup yang sama bisa membuatmu merindukan perhatian sederhana yang dulu sering kamu terima.

Hal seperti ini menunjukkan bahwa makanan bisa menyimpan lebih banyak cerita daripada yang kita bayangkan. Rasa dan aroma tertentu dapat membawa kita kembali ke pengalaman yang sudah lama berlalu. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai Proust Effect, yaitu ketika aroma atau rasa memicu ingatan autobiografis, yakni kenangan tentang pengalaman pribadi yang pernah kita alami.

Misalnya, aroma kue yang baru keluar dari oven bisa mengingatkanmu pada sore hari ketika membantu nenek membuat kue di dapur. Kamu mungkin masih ingat tangan yang berlumuran tepung, suara loyang yang diletakkan di meja, atau kebiasaan mencicipi adonan diam-diam sebelum kuenya matang. Kenangan seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa terasa begitu nyata ketika dipanggil kembali oleh sesuatu yang akrab di indra kita.

Source: Pinterest

Makanan, Orang, dan Tempat

Ada makanan yang rasanya sulit dipisahkan dari seseorang. Bukan karena resepnya istimewa atau bahan-bahannya mahal, melainkan karena orang tersebut selalu ada di baliknya. Nasi goreng buatan ayah, misalnya, mungkin bukan nasi goreng terenak yang pernah kamu coba. Namun, jika ayah biasanya membuatkannya saat akhir pekan atau ketika seluruh keluarga berkumpul, makanan itu punya tempat tersendiri di ingatanmu.

Bayangkan kamu sedang merantau untuk kuliah dan tinggal jauh dari rumah. Setelah menjalani minggu yang melelahkan, kamu mencoba membuat sup sederhana dengan resep yang biasa digunakan ibu. Ketika aroma bawang putih dan kaldu mulai memenuhi kamar kos, kamu mendadak teringat meja makan di rumah, suara anggota keluarga yang saling bercerita, dan pertanyaan ibu tentang bagaimana harimu berjalan. Mungkin sup buatanmu belum terasa sama, tetapi proses memasaknya membuatmu merasa sedikit lebih dekat dengan rumah.

Kenangan seperti ini juga bisa muncul dari makanan yang biasa dinikmati bersama teman. Sebungkus mi instan yang dimasak bersama teman-teman saat mengerjakan tugas hingga larut malam mungkin mengingatkanmu pada obrolan tidak penting, keluhan tentang dosen, dan tawa di tengah rasa kantuk. Sekarang, ketika kamu kembali memakan mi yang sama sendirian, yang teringat bukan hanya rasanya, tetapi juga kebersamaan yang dulu terasa begitu biasa.

Pada akhirnya, makanan bisa menjadi semacam penghubung antara kita, orang-orang yang berarti, dan tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari kehidupan kita. Bahkan ketika kita sudah tumbuh dewasa, pindah kota, atau menjalani rutinitas yang berbeda, kenangan itu masih bisa hadir melalui satu rasa yang familiar.

Source: Pinterest

Nostalgia dan Ketenangan Hati

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, terkadang kita merindukan hal-hal kecil yang dulu tidak pernah kita pikirkan akan menjadi begitu berarti. Mungkin kamu sedang menghadapi banyak tugas, merasa lelah dengan pekerjaan, atau baru saja melewati hari yang kurang menyenangkan. Lalu, kamu pulang dan menemukan sepiring pisang goreng hangat, seperti yang dulu sering dibuatkan keluarga saat hujan turun.

Gigitan pertama mungkin mengingatkanmu pada sore hari ketika kamu duduk di ruang keluarga, menonton televisi, dan mendengar suara hujan dari balik jendela. Untuk sesaat, pikiranmu tidak lagi dipenuhi tenggat waktu atau hal-hal yang belum selesai. Kamu justru teringat bahwa pernah ada masa ketika kebahagiaan terasa sesederhana menikmati camilan hangat bersama orang-orang tersayang.

Pengalaman seperti ini dapat menghadirkan kenyamanan emosional. Kenangan yang menyenangkan bisa membantu kita merasa terhubung dengan bagian kehidupan yang memberikan rasa aman, kedekatan, atau kebahagiaan. Nostalgia juga dapat mengingatkan kita pada hubungan yang membentuk diri kita hingga sekarang. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua kenangan terasa manis. Bagi sebagian orang, makanan tertentu mungkin justru mengingatkan mereka pada kehilangan atau seseorang yang sudah tidak lagi bersama mereka. Perasaan seperti itu juga wajar dan layak diberi ruang.

Kita tidak harus selalu berusaha mengusir rasa rindu atau mengubah setiap kenangan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Terkadang, cukup dengan mengakui bahwa seseorang atau suatu masa pernah berarti bagi kita, sudah menjadi bagian dari proses memahami perasaan sendiri.

Source: Pinterest

Produk Rekomendasi Sunday

Pada akhirnya, makanan selalu punya cara tersendiri untuk membawa kita kembali pada kenangan yang berarti. Bisa lewat masakan ibu, camilan masa kecil, atau makanan sederhana yang dulu sering kita nikmati bersama orang tersayang. Di tengah kesibukan, mungkin kita lupa bahwa momen-momen kecil seperti itu justru menjadi bagian yang paling kita rindukan.

Jadi, coba ingat kembali, makanan apa yang paling membuatmu merindukan seseorang? Mungkin, saat kamu mencicipinya lagi nanti, kamu akan sadar bahwa yang sebenarnya kamu rindukan bukan hanya rasanya, tetapi juga perasaan saat masih bersama mereka. Karena terkadang, ada rumah yang tidak bisa kita datangi lagi, tapi rasanya masih bisa kita temukan dalam satu suapan.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 7