Skip to main content

Majalah Sunday

Perawatan Hand Hygiene & Dampak 'Hand Sanitizer' Berlebih

Penulis: Jeyano Zaifan Enggelete – Universitas Kristen Indonesia

Menjaga kebersihan tangan atau hand hygiene merupakan kebiasaan sederhana yang penting untuk membantu mencegah penyebaran mikroorganisme. Tangan dapat menjadi media perpindahan kuman ketika kita menyentuh berbagai benda, kemudian menyentuh makanan, wajah, atau orang lain. Mencuci tangan dengan sabun dan air merupakan cara utama untuk membersihkan tangan, sedangkan hand sanitizer berbasis alkohol dapat digunakan ketika sabun dan air tidak tersedia.

Namun, menjaga kebersihan tangan bukan berarti harus menggunakan hand sanitizer setiap saat. Penggunaan produk pembersih tangan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Penggunaan hand sanitizer yang tepat dapat membantu menjaga kebersihan tangan, sementara kebiasaan hand hygiene yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kulit kering atau mengalami iritasi.

Kenali Hand Hygiene

Hand hygiene adalah tindakan membersihkan tangan untuk menghilangkan atau mengurangi kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Kebiasaan ini penting dilakukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari karena tangan sering bersentuhan dengan permukaan, benda, makanan, dan bagian tubuh lainnya. Menjaga kebersihan tangan juga membantu mengurangi penyebaran infeksi melalui tangan.

Beberapa waktu penting untuk membersihkan tangan antara lain sebelum makan atau menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, serta ketika tangan terlihat kotor. WHO juga menekankan pentingnya hand hygiene di lingkungan masyarakat seperti rumah, sekolah, pasar, dan tempat umum yang lain.

Pilih Cara Membersihkan Tangan yang Tepat

Tidak semua kondisi membutuhkan penggunaan hand sanitizer. Sabun dan air mengalir menjadi pilihan utama dalam banyak situasi karena dapat menghilangkan berbagai jenis kuman sekaligus bahan kimia dari tangan. Mencuci tangan juga lebih dianjurkan ketika tangan terlihat kotor atau berminyak.

Sementara itu, hand sanitizer dapat menjadi pilihan praktis ketika sabun dan air tidak tersedia. Produk yang digunakan sebaiknya mengandung setidaknya 60% alkohol. Saat menggunakannya, cukup aplikasikan produk dalam jumlah yang dapat menutupi seluruh permukaan tangan, kemudian gosok hingga tangan terasa kering.

Kenali Penggunaan Hand Sanitizer

Hand sanitizer merupakan produk yang digunakan untuk mengurangi jumlah mikroorganisme pada tangan. Salah satu jenis yang umum digunakan adalah alcohol-based hand sanitizer, yang menggunakan alkohol sebagai bahan aktif untuk menonaktifkan banyak jenis mikroorganisme. Produk dengan kandungan alkohol minimal 60% direkomendasikan ketika sabun dan air tidak tersedia.

Meskipun praktis, hand sanitizer bukan pengganti sabun dan air dalam setiap keadaan. Hand sanitizer tidak efektif menghilangkan semua jenis kuman dan kurang efektif ketika tangan terlihat kotor atau berminyak. Karena itu, penggunaannya sebaiknya mengikuti situasi dan petunjuk pada produk, bukan dilakukan secara berlebihan hanya karena ingin merasa lebih bersih.

Dampak Penggunaan Hand Sanitizer Berlebih

Penggunaan produk pembersih tangan secara berulang dapat berhubungan dengan masalah pada kondisi kulit, terutama jika kulit sudah mengalami iritasi sebelumnya. Gejala yang dapat muncul antara lain kulit terasa kering, perih, gatal, atau mengalami pecah-pecah. WHO mencatat bahwa berbagai praktik hand hygiene yang terlalu sering atau tidak tepat dapat meningkatkan risiko iritasi kulit.

Namun, penting untuk meluruskan anggapan bahwa setiap penggunaan hand sanitizer pasti merusak kulit. WHO menjelaskan bahwa formulasi hand sanitizer berbasis alkohol modern umumnya mengandung pelembut kulit dan tidak selalu menyebabkan kulit kering. Bahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan alkohol-based hand rub dapat lebih dapat ditoleransi kulit dibandingkan penggunaan sabun dan air secara berulang.

Jaga Kesehatan Kulit Tangan

Menjaga kebersihan tangan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan menjaga kondisi kulit. Pilih produk pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit dan ikuti petunjuk penggunaannya. Jika kulit terasa kering, penggunaan moisturizer atau pelembap setelah membersihkan tangan dapat membantu menjaga kelembapan dan mengurangi risiko iritasi. WHO juga merekomendasikan penggunaan produk pelembap sebagai salah satu cara untuk mengurangi dampak buruk hand hygiene terhadap kulit.

Kulit yang mengalami kering atau iritasi bukan alasan untuk berhenti menjaga kebersihan tangan. Sebaliknya, kebiasaan hand hygiene dapat diperbaiki dengan memilih metode yang sesuai dan menghindari tindakan yang tidak diperlukan. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air segera sebelum atau sesudah menggunakan hand sanitizer secara rutin tidak diperlukan dan justru dapat meningkatkan risiko dermatitis.

Hindari Kebiasaan Hand Hygiene yang Berlebihan

Hand hygiene sebaiknya dilakukan berdasarkan situasi dan risiko paparan, bukan semata-mata karena merasa tangan harus selalu steril. Membersihkan tangan pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, atau setelah batuk dan bersin, merupakan kebiasaan yang lebih tepat daripada membersihkan tangan secara terus-menerus tanpa alasan.

Keseimbangan juga penting dalam penggunaan hand sanitizer. Jika sabun dan air tersedia, terutama ketika tangan terlihat kotor, mencuci tangan merupakan pilihan yang tepat. Jika tidak tersedia, hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% dapat digunakan sebagai alternatif. Dengan memahami kapan dan bagaimana membersihkan tangan, kita dapat menjaga kebersihan sekaligus mengurangi risiko masalah pada kulit.

Hand hygiene merupakan kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi penyebaran mikroorganisme. Sabun dan air tetap menjadi pilihan utama dalam banyak situasi, sedangkan hand sanitizer dapat digunakan ketika keduanya tidak tersedia. Yang terpenting bukan menggunakan hand sanitizer sebanyak mungkin, tetapi menerapkan hand hygiene secara tepat, dan seimbang, serta tetap memperhatikan kesehatan kulit tangan.

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 4