Penulis: Jeyano Zaidan Enggelete – Universitas Kristen Indonesia
Komedo hitam atau blackhead merupakan salah satu masalah kulit yang cukup sering dialami oleh banyak orang. Komedo hitam termasuk salah satu jenis jerawat ringan yang terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati. Komedo biasanya paling mudah ditemukan di bagian wajah yang banyak menghasilkan minyak, seperti hidung, dahi, dan dagu.
Komedo hitam juga berbeda dengan komedo putih. Keduanya sama-sama terjadi karena pori-pori tersumbat, tetapi kondisi porinya berbeda. Pada komedo hitam, pori tetap terbuka sehingga bagian yang tersumbat terkena udara dan berubah menjadi gelap. Sementara itu, komedo putih atau whitehead terbentuk ketika pori tertutup, sehingga biasanya terlihat sebagai benjolan kecil berwarna putih atau seperti warna kulit.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komedo dan cara mengatasinya, berikut video yang membahas penyebab, pencegahan, serta cara membersihkan komedo dengan benar.
Setelah mengetahui lebih banyak tentang komedo hitam dari video di atas, kita juga perlu memahami apa yang sebenarnya menyebabkan komedo muncul dan apa yang bisa terjadi jika komedo ditangani dengan cara yang salah. Karena itu, pembahasan selanjutnya akan membahas bahaya, penyebab, dan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan komedo hitam.
Pada dasarnya, komedo hitam bukanlah masalah kulit yang berbahaya. Namun, bisa menjadi masalah jika ditangani dengan cara yang salah, misalnya sering dipencet atau dikorek menggunakan kuku. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan iritasi, infeksi, bahkan meningkatkan risiko terbentuknya bekas luka
Kulit Bopeng
Komedo hitam sendiri tidak selalu menyebabkan kulit menjadi bopeng. Namun, kebiasaan memencet atau mengorek komedo dapat merusak kulit. Jika tindakan tersebut menyebabkan peradangan atau luka, bekas luka dapat terbentuk setelah kulit sembuh. Pada kondisi tertentu, bekas tersebut bahkan dapat berupa cekungan pada kulit.
Risiko Terinfeksi
Komedo hitam sendiri tidak menyebabkan infeksi. Namun, risiko infeksi dapat meningkat jika komedo dipencet menggunakan tangan atau alat yang tidak bersih. Ketika kulit terluka, bakteri dapat masuk ke area tersebut dan menyebabkan peradangan atau infeksi. American Academy of Dermatology juga memperingatkan bahwa memencet komedo dapat menyebabkan infeksi atau bekas luka permanen

Sumbatan Pori yang Teroksidasi
Banyak orang mengira bahwa komedo hitam merupakan kotoran yang menumpuk di wajah. Anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat. Komedo hitam terbentuk dari sumbatan berupa minyak dan sel kulit mati. Ketika sumbatan tersebut berada di pori yang terbuka dan terkena oksigen, terjadi proses oksidasi yang membuatnya terlihat hitam.
Penumpukan Sel Kulit Mati
Setiap hari kulit mengalami proses pergantian sel. Sel kulit mati kemudian dilepaskan dari permukaan kulit. Namun, jika sel kulit mati bercampur dengan minyak dan menumpuk di dalam pori, pori tersebut dapat tersumbat dan membentuk komedo.
Pubertas dan Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga memiliki peran dalam munculnya komedo. Saat pubertas, tubuh mengalami perubahan hormon yang dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Akibatnya, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat.
Produksi Minyak Berlebih
Minyak atau sebum sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga kulit tetap terlindungi. Namun, produksi minyak yang terlalu banyak dapat membuat pori lebih mudah tersumbat. Ketika minyak bercampur dengan sel kulit mati di dalam pori, komedo dapat terbentuk.
Karena itu, orang dengan kulit berminyak biasanya perlu memberikan perhatian lebih terhadap perawatan kulit untuk mengurangi kemungkinan munculnya komedo.
Sumbatan Pori yang Teroksidasi
Banyak orang mengira bahwa komedo hitam merupakan kotoran yang menumpuk di wajah. Anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat. Komedo hitam terbentuk dari sumbatan berupa minyak dan sel kulit mati. Ketika sumbatan tersebut berada di pori yang terbuka dan terkena oksigen, terjadi proses oksidasi yang membuatnya terlihat hitam.
Uap Wajah
Uap wajah sering digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu mempersiapkan kulit sebelum membersihkan komedo. Suhu hangat dapat membuat kulit terasa lebih lembut sehingga proses pembersihan terasa lebih mudah.
Namun, uap wajah sebaiknya tidak dianggap sebagai cara utama untuk menghilangkan komedo. Jika dilakukan dengan suhu yang terlalu panas atau terlalu lama, kulit justru dapat mengalami kemerahan dan iritasi. Oleh karena itu, penggunaan uap sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.
Retinoid
Retinoid merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengatasi komedo. Bahan ini bekerja dengan membantu proses pergantian sel kulit dan menjaga agar pori-pori tidak mudah tersumbat. Salah satu retinoid yang dapat ditemukan tanpa resep di beberapa tempat adalah adapalene.
Walaupun efektif, retinoid dapat menyebabkan kulit kering atau mengalami iritasi terutama pada awal penggunaan. Oleh sebab itu, penggunaannya sebaiknya dilakukan secara bertahap dan mengikuti petunjuk produk. Jika membutuhkan retinoid dengan kekuatan tertentu, konsultasi dengan dokter kulit dapat dilakukan.
Eksfoliasi Rutin
Eksfoliasi dapat membantu mengurangi penumpukan sel kulit mati. Namun, eksfoliasi bukan berarti harus menggosok wajah sekeras mungkin. Penggunaan produk eksfoliasi yang terlalu sering justru dapat menyebabkan iritasi.
Untuk kulit yang mudah mengalami komedo, bahan eksfoliasi seperti salicylic acid dapat menjadi salah satu pilihan karena dapat membantu membuka pori yang tersumbat.
Salicylic Acid
Salicylic acid atau asam salisilat merupakan salah satu bahan yang cukup umum digunakan untuk mengatasi komedo. Bahan ini membantu membuka pori-pori yang tersumbat dan mengangkat sel kulit mati. Karena itu, salicylic acid sering ditemukan dalam produk perawatan untuk kulit yang memiliki komedo atau jerawat ringan.
Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Jika kulit mulai terasa sangat kering, perih, atau mengalami iritasi, frekuensi penggunaannya sebaiknya dikurangi.
Ekstraksi Komedo oleh Profesional
Jika komedo sudah cukup banyak atau sulit dihilangkan dengan perawatan biasa, ekstraksi oleh dokter kulit atau tenaga profesional dapat menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan menggunakan teknik dan alat yang sesuai sehingga risiko melukai kulit dapat dikurangi.
Melakukan ekstraksi sendiri dengan kuku atau alat yang tidak steril sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan bekas luka.
Pore Strip
Pore strip atau perekat komedo merupakan salah satu cara yang cukup populer karena dapat mengangkat sebagian sumbatan dari permukaan pori. Hasilnya biasanya dapat terlihat dengan cepat, tetapi efeknya tidak selalu bertahan lama karena pore strip tidak mengatasi penyebab utama komedo.
Penggunaan pore strip juga perlu dilakukan sesuai petunjuk. Jika digunakan terlalu sering atau dilepas dengan kasar, kulit dapat mengalami iritasi.

Yuk, mulai rawat kulitmu dari sekarang! Gunakan rutinitas skincare yang benar dan sesuai dengan kebutuhan kulit, serta hindari memencet komedo sembarangan. Kulit yang sehat dimulai dari perawatan yang konsisten, dan pintar!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.