Penulis: Keisya Rahardjo – SMK 1 PERGURUAN CIKINI
Sunners, nggak semua orang langsung tahu apa yang mereka mau, terutama saat mulai memikirkan masa depan. Melihat teman yang sudah punya tujuan terkadang bikin kita merasa tertinggal, padahal setiap orang punya waktunya masing-masing. Rasa bingung justru bisa menjadi bagian dari proses untuk mengenal diri sendiri dan menemukan apa yang benar-benar kita inginkan.
Istilah difusi identitas ini pertama kali dipopulerkan oleh seorang psikolog perkembangan bernama James Marcia. Menurutnya, dalam proses pencarian jati diri, remaja akan melewati berbagai fase. Nah, difusi identitas adalah kondisi ketika seseorang belum melakukan eksplorasi terhadap berbagai pilihan hidup, dan sekaligus belum membuat komitmen pada suatu identitas, nilai, atau tujuan tertentu.
Sederhananya begini, Sunners: bayangkan kamu sedang berdiri di sebuah restoran dengan menu yang sangat panjang. Bukannya memilih makanan yang kamu suka, kamu malah bingung sendiri, tidak tahu ingin makan apa, tidak berniat mencoba salah satu menu, dan akhirnya cuma duduk diam memperhatikan orang lain makan.
Dalam kehidupan nyata, difusi identitas membuat kita merasa “mengapung” dari hari ke hari. Kita hanya menjalani rutinitas sekolah atau aktivitas harian tanpa benar-benar paham untuk apa kita melakukannya.
Sunners, ada banyak hal yang bisa membuat kita sebagai remaja bingung dengan keinginan sendiri, mulai dari terlalu banyak pilihan, takut salah mengambil keputusan, sampai pengaruh dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Melihat teman yang sudah punya tujuan juga terkadang membuat kita merasa tertinggal dan mulai membandingkan diri sendiri. Padahal, setiap orang punya proses yang berbeda. Bisa jadi kita belum menemukan apa yang benar-benar kita inginkan karena masih dalam proses mencoba berbagai hal dan mengenal diri sendiri.

Sunners, masa remaja memang menjadi salah satu tahap ketika kita mulai banyak bertanya tentang diri sendiri, seperti apa yang kita suka, apa yang kita inginkan, dan ingin menjadi seperti apa nantinya. Wajar kalau di fase ini kita masih sering berubah pikiran atau mencoba berbagai hal untuk menemukan apa yang paling cocok dengan diri kita. Jadi, kalau Sunners masih belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan, nggak perlu langsung merasa tertinggal.
Sunners, di masa remaja kita biasanya mulai mencoba banyak hal untuk mencari tahu apa yang benar-benar cocok dengan diri sendiri. Kita bisa mencoba berbagai kegiatan, minat, lingkungan pertemanan, sampai mulai memikirkan pilihan untuk masa depan. Dari berbagai pengalaman tersebut, kita perlahan bisa mengetahui apa yang disukai dan apa yang ternyata kurang cocok. Jadi, kalau sekarang masih sering berubah pikiran, itu juga bisa menjadi bagian dari proses mengenal diri sendiri.
Sunners, perkembangan otak juga masih berlangsung selama masa remaja, terutama bagian yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, perencanaan, dan mengendalikan emosi. Karena itu, wajar kalau kita masih belajar memahami pilihan dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, kemampuan kita dalam mengambil keputusan juga bisa semakin berkembang.
Sebenarnya, nggak selalu tahu apa yang kita mau adalah hal yang wajar. Di usia remaja, kita masih berada dalam proses mengenal diri sendiri. Kita masih mencoba berbagai hal, menemukan hal yang disukai, dan belajar dari pengalaman. Jadi, kalau sekarang masih merasa bingung, bukan berarti ada yang salah dengan diri kita.
Sunners, mungkin sekarang kita belum tahu mau ke mana, dan itu nggak apa-apa. Kita masih punya banyak waktu untuk mencoba, belajar, gagal, dan menemukan hal-hal baru tentang diri sendiri. Terkadang, kita memang perlu berjalan dulu sebelum akhirnya tahu arah mana yang ingin dituju.
Jadi, kalau hari ini Sunners masih belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan, jangan langsung menganggap diri sendiri tertinggal. Bisa jadi, kalian bukan sedang kehilangan arah, tetapi sedang dalam perjalanan untuk menemukan arah tersebut.
Sunners, nggak selalu tahu apa yang kita mau adalah hal yang wajar, apalagi di masa remaja yang masih menjadi proses untuk mengenal diri sendiri. Kita masih punya banyak kesempatan untuk mencoba berbagai hal, berubah pikiran, dan belajar dari pengalaman. Jadi, nggak perlu merasa tertinggal hanya karena belum punya jawaban yang pasti. Pelan-pelan aja, karena menemukan apa yang kita mau juga merupakan bagian dari perjalanan hidup.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.