Penulis: Rafi Bintang Maulana – Telkom University Purwokerto
Kamu ketik ke ChatGPT: “Tuliskan makalah tentang fotosintesis,” terus tinggal copy-paste jawabannya ke tugas sekolah. Hasilnya biasanya generik, kaku, dan hampir pasti ketahuan Turnitin sampai 95% terdeteksi AI. Solusinya bukan berhenti pakai AI, tapi belajar cara membuat prompt ChatGPT yang tepat lewat teknik bernama prompt engineering AI itu asisten riset kamu, bukan penulis utama tugasmu.

Biar hasil AI nggak generik, susun instruksinya pakai framework PTACF, singkatan dari Persona, Task, Audience, Context, dan Format
Susun instruksi pakai framework PTACF :
Persona, kasih tahu AI berperan sebagai siapa, misalnya “bertindak sebagai guru kelas 11”,
Task, langkah spesifik yang diminta, Audience atau level pembaca, misalnya SMA atau UTBK,
Context, konteks kurikulum Indonesia, bukan template asing, dan Format poin-poin, bukan paragraf panjang yang gampang ketahuan AI.
Contoh prompt lengkap yang sudah jadi:
“Kamu adalah guru Biologi kelas 11 yang sedang menyiapkan materi UTBK. Pecah topik ‘Fotosintesis’ menjadi: 1) 3 konsep kunci, 2) 2 contoh nyata konteks Indonesia, 3) 3 soal pilihan ganda gaya UTBK dengan penjelasan, 4) 1 soal esai dengan rubrik. Tampilkan sebagai poin-poin saja“
batasi persona sespesifik mungkin, minta format terstruktur (bukan paragraf jadi), sertakan konteks lokal Indonesia, fokus ke pemecahan langkah bukan jawaban instan, dan beri batasan jelas seperti “maksimal 3 contoh”.
Setelah dapat hasil dari AI, jangan langsung disalin. Ikuti alur 15 menit ini: masukkan prompt, tutup tab AI, catat poin penting secara manual, ketik ulang pakai bahasa sendiri, lalu cek skornya di Turnitin. Sebelum submit, luangkan 3 menit tambahan: ganti 20% kosakata, tambahkan pengalaman pribadi, variasikan panjang kalimat, dan lakukan sitasi manual.
Buktinya: copy-paste langsung kena 95% terdeteksi AI dan nilai F, sementara prompt engineered yang ditulis ulang manual cuma 3% AI, nilai A, dan tetap menghemat waktu sekitar 70% dibanding riset manual penuh dari nol.
Setelah dapat kerangka dari AI, jangan langsung disalin mentah-mentah. Ikuti alur kerja ini: masukkan prompt ke AI, lalu tutup tab-nya. Catat poin-poin penting hasilnya secara manual dengan tanganmu sendiri. Baru setelah itu, ketik ulang semuanya pakai bahasa dan gaya kamu sendiri.
Langkah terakhir, cek hasil tulisanmu di Turnitin atau tools serupa buat memastikan skornya aman. Proses ini nggak makan waktu lama, cukup sekitar 15 menit, tapi bikin tugasmu jauh lebih orisinal dibanding asal copy-paste.
Sebelum submit, luangkan waktu 3 menit buat polesan terakhir. Ganti sekitar 20% kosakata dengan sinonim yang lebih natural buatmu, misalnya kata “proses” diganti “tahapan”.
Tambahkan opini atau pengalaman pribadi ke dalam tulisan, seperti “Di kelas kemarin, saya perhatikan…”, karena bagian ini yang paling susah ditiru AI dan bikin tulisanmu terasa lebih hidup.
Variasikan juga panjang-pendek kalimat, karena tulisan AI biasanya punya pola kalimat yang terlalu rapi dan seragam. Terakhir, lakukan sitasi manual untuk sumber yang kamu pakai, biar makin kredibel.
Kalau mau langsung praktik, ini dua contoh prompt lain yang bisa kamu adaptasi sesuai tugas yang sedang dikerjakan:
“Kamu adalah dosen matematika yang sedang menilai ujian akhir SMA. Buat 5 soal turunan dengan tingkat kesulitan meningkat: soal 1 aturan pangkat dasar, soal 2 aturan hasil kali/hasil bagi, soal 3 aturan rantai plus soal cerita, soal 4 diferensiasi implisit, soal 5 laju terkait dengan konteks Indonesia. Untuk tiap soal, sertakan langkah penyelesaian dan kesalahan umum yang sering dilakukan siswa. Format: daftar bernomor.”
“Kamu adalah dosen Sejarah yang sedang menilai Karya Tulis Ilmiah. Buat kerangka analisis untuk topik ‘Peran Kartini dalam Pergerakan Perempuan’: 1) 3 sumber primer dengan konteks Indonesia, 2) 3 sanggahan terhadap narasi umum yang sering dipakai, 3) 3 pilihan pernyataan tesis, 4) struktur esai dengan jumlah kata per bagian, 5) 5 frasa akademik untuk analisis. Format: kerangka bernomor.”
Prompt engineering plus penulisan ulang manual memberi hasil yang paling seimbang: skor terdeteksi AI turun drastis ke 3%, nilai naik ke level A, dan kamu tetap menghemat waktu sekitar 70% dibanding riset manual penuh dari nol.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.