Skip to main content

Majalah Sunday

The Art of Listening: Kenapa Active Listening Itu Penting?

Penulis: Nyi Raden Fatimah Az Zahra S.N-SIS SJ

Kamu pernah tak sih, sedang bercerita kepada teman, tetapi mereka malah sibuk melihat ponsel atau langsung memotong pembicaraan untuk menceritakan pengalaman mereka sendiri? Rasanya pasti tidak enak, kan? Nah, di sini nih konsep active listening atau mendengarkan secara aktif menjadi penting. 

Apa itu Active Listening?

Active listening itu bukan hanya tentang diam saat orang lain berbicara, tetapi benar-benar memberikan perhatian penuh dan berusaha memahami apa yang mereka rasakan.

Menurut jurnal dari Universitas Negeri Surabaya, ketika seseorang merasa didengarkan, mereka akan merasa lebih dihargai dan lebih nyaman untuk terbuka. Itulah alasan mengapa banyak pertemanan menjadi lebih dekat bukan hanya karena selalu punya topik yang mutual, tetapi karena kedua orangnya saling mendengarkan.

Jadi, daripada sibuk dengan hal-hal lain, cobalah fokus pada cerita yang sedang disampaikan dan perbincangan kamu. Hal sederhana seperti menjaga kontak mata, tidak memotong pembicaraan, dan mengajukan pertanyaan lanjutan sudah menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan.

Hal yang sama juga berlaku di sekolah, terutama saat berbicara dengan guru. Ketika guru sedang menjelaskan materi atau memberikan masukan, cobalah mendengarkan sampai selesai sebelum menanggapi. Dengan begitu, kamu akan lebih memahami maksud guru dan mengurangi kesalahpahaman. Mungkin gurumu juga bakal melihat perilakumu yang bagus! Saat suatu hari kamu membutuhkan bantuan, ingin berdiskusi tentang nilai, atau meminta surat rekomendasi untuk kuliah, hubungan yang sudah dibangun melalui komunikasi yang baik tentu akan sangat membantu.

The Art of Listening: Kenapa Active Listening Itu Penting?
Foto dari The Human Edge

Cara Melatih Active Listening

Kalau ingin mulai melatih active listening, caranya tidak sulit. Saat seseorang berbicara, simpan dulu ponselmu, hindari menyela, dan tunjukkan bahwa kamu benar-benar memperhatikan. Setelah mereka selesai berbicara, kamu juga bisa mengajukan pertanyaan sederhana atau mengulang inti cerita mereka agar tidak terjadi salah paham. Meskipun terdengar sepele, kebiasaan ini dapat membuat percakapan terasa jauh lebih bermakna.

Foto dari UC Berkeley Executive

Komunikasi yang baik bukan hanya tentang menjadi pembicara yang hebat, tetapi juga menjadi pendengar yang baik. Jadi, lain kali saat teman, keluarga, atau gurumu berbicara, cobalah mendengarkan dengan sepenuh hati. Siapa tahu, hubungan yang lebih dekat bisa dimulai dari satu kebiasaan sederhana: benar-benar mendengarkan.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3