Skip to main content

Majalah Sunday

Dari Gerobak Bakso Hingga Cerita Hantu:
Begini Cara Anak Muda Menjaga Budaya Indonesia Melalui Game Lokal Indonesia!

Penulis: Alvita Marsandraputri – Universitas Airlangga

Hi, Sunners! Selama ini, kamu pasti telah mengetahui bahwa banyak bentuk budaya Indonesia telah menembus lintas negara. Jalurnya pun bermacam-macam, di antaranya pertunjukan tari tradisional, pameran kebudayaan, dan lain sebagainya. Namun, tahukah kamu? Di tengah zaman yang sudah modern ini, ternyata kebudayaan Indonesia bisa mendunia melalui game, lho! Siapa sangka, hal-hal yang sering kita anggap remeh seperti cerita hantu, gerobak pedagang bakso, hingga serunya bertani di desa, disulap oleh para kreator dan developer game lokal untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia dengan cara yang kreatif sehingga game-game lokal bisa menarik perhatian dunia.

Mau tahu lebih lanjut? Yuk, simak artikel berikut!

sumber: Vecteezy

Gaya Baru Mengenal Indonesia

Di sekolah, tentunya kamu telah mempelajari banyak bentuk kebudayaan Indonesia, seperti batik, makanan tradisional, tarian daerah, dan masih banyak lagi. Budaya-budaya tersebut juga telah diperkenalkan ke kancah internasional melalui berbagai acara kebudayaan yang diselenggarakan di luar negeri. Dengan demikian, sampai saat ini, kebudayaan Indonesia dapat tetap terjaga dan dilestarikan.

Namun, ternyata ada cara lain untuk melestarikan budaya Indonesia, yaitu dengan memanfaatkan teknologi modern untuk membuat game yang membawakan tema atau unsur kebudayaan. Banyak sekali anak muda Indonesia mendirikan studio dan menciptakan game lokal, bahkan sampai dikenal oleh gamers internasional, menduduki Top Seller di berbagai platform, dan memperoleh banyak penghargaan.

Menariknya, senjata utama game buatan developer lokal bukanlah grafik mewah dan alur cerita kompleks seperti kebanyakan game garapan studio besar dunia. Kalau kamu perhatikan, game-game saat ini didominasi oleh latar belakang cerita yang itu-itu saja: kalau nggak dunia fantasi di abad pertengahan, pasti apocalypse di kota metropolitan ala cyberpunk. Di sisi lain, para developer lokal memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia untuk dijadikan tema atau alur cerita game yang menarik. Mereka dengan berani mengangkat lore atau cerita lokal seperti cerita hantu, budaya bertani, musik gamelan, dan arsitektur yang unik. Berkat tangan-tangan kreatif developer lokal, budaya Indonesia bertransformasi menjadi daya tarik game yang eksotis, mahal, dan bikin penasaran para gamers dari Amerika hingga Eropa.

Hebatnya lagi, para developer lokal tidak hanya menawarkan game dengan tema budaya yang sakral dan megah, tetapi juga berani mengangkat elemen kehidupan sehari-hari yang otentik dan akrab dengan masyarakat Indonesia, walau kelihatannya sepele. Elemen-elemen seperti pedagang bakso, tahu bulat, dan seragam putih abu-abu memiliki sentuhan emosional sehingga bisa membuat para pemain bernostalgia dan memantik rasa penasaran bagi gamers internasional tentang bagaimana rasanya tumbuh besar di Indonesia.

Contoh Game Lokal yang Mendunia

1. DreadOut karya Digital Happiness

sumber: Wikipedia

Bicara soal pelopor yang membuka jalan bagi game Indonesia ke panggung dunia, kita perlu memberikan apresiasi kepada DreadOut karya Digital Happiness, studio developer asal Bandung. Dirilis pada tahun 2014, game ini sukses menarik perhatian dunia dengan perpaduan antara genre survival horror dengan kisah supernatural mistis asal Indonesia.

DreadOut menceritakan tentang Linda, seorang siswi SMA yang terjebak di sebuah kota terbengkalai saat melakukan perjalanan sekolah bersama teman-temannya, dan ia harus bertahan hidup dari kejaran para makhluk halus hanya dengan mengandalkan handphone-nya. Game ini memperkenalkan hantu-hantu khas Indonesia seperti pocong, kuntilanak, babi ngepet, dan hantu wanita bergaun merah ke komunitas pencinta horror internasional.

Kesuksesan DreadOut semakin meroket setelah YouTuber nomor satu di dunia pada masa itu yakni PewDiePie memainkan game ini dan memperlihatkan reaksi ketakutannya kepada jutaan penonton dan subscribers-nya.

Game ini tidak hanya mengandalkan jumpscare yang asal-asalan, tetapi juga menjual rasa takut dari kisah urban yang mencekam, suasana lorong kelas yang gelap, dan iringan lagu sinden Jawa yang terdengar sayup-sayup sehingga membuat bulu kuduk berdiri.

2. Coral Island oleh Stairway Games

sumber: Art of Stephanie Border

Kalau DreadOut sukses memacu adrenalin melalui unsur mistisnya, Coral Island karya studio asal Yogyakarta ini memberikan angin segar bagi para pemain melalui keindahan visualnya yang terinspirasi dari budaya Nusantara, terutama Bali. Game ini bergenre farming simulator (simulasi bertani) dimana pemain diajak meninggalkan ramainya kota dan membangun kehidupan baru di sebuah pulau tropis.

Coral Island juga sukses menembus pasar internasional dan menjadi trending di platform Kickstarter berkat dukungan dari para gamers di berbagai belahan dunia. Tidak main-main, para gamers berpatungan hingga terkumpul dana yang mencapai 1,6 juta USD (sekitar 24 miliar rupiah) demi game ini bisa dirilis di platform besar seperti Xbox, Steam, dan PlayStation.

Pemikat utama dari Coral Island yang membuatnya bisa digemari secara global adalah integrasi budaya Nusantara ke dalam setiap unsur permainannya. Hal ini bisa dilihat dari arsitektur yang dihiasi ukiran khas gapura, pakaian adat yang dikenakan para tokoh game, nama-nama karakter lokal, hingga keberadaan arca dan sesajen di beberapa pulaunya. Selain itu, game ini juga memperkenalkan budaya bertani khas Indonesia ke mancanegara dan mengajak para pemain untuk melestarikan lingkungan melalui berbagai misinya, misal membersihkan sampah plastik di laut dan menghidupkan kembali terumbu karang yang rusak demi menjaga ekosistem laut.

3. Bakso Simulator oleh Andy Lukito (Akhir Pekan Studio)

sumber: Steam

Setelah game horror dan petualangan, dunia gaming juga diguncang dengan hadirnya game indie simulasi mengelola bisnis bakso lewat Bakso Simulator karya Andy Lukito. Game ini mengajak para pemain untuk berperan sebagai abang tukang bakso yang meracik resep, melayani pelanggan yang kelaparan, dan berusaha memperluas bisnis dari gerobak biasa menjadi restoran bintang lima.

Uniknya, Bakso Simulator tidak hanya menampilkan simulasi bisnis biasa, tetapi juga menyajikan elemen-elemen komedi dan misteri khas Indonesia. Para pemain harus melindungi kedai bakso mereka gangguan lalat, pencuri, hantu lokal, hingga ulah para pesaing yang menggunakan jasa pesugihan.

Meskipun game ini tidak begitu  menampilkan budaya Nusantara yang kental, Bakso Simulator tetap merayakan kultur pop dan realitas sosial jalanan Indonesia melalui cara yang unik dan menyenangkan. Hal ini menandakan bahwa nasionalisme tidak harus selalu dikemas dengan sejarah yang berat, tetapi dapat juga ditunjukkan melalui kuliner yang sering kita santap dan kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia, agar gamers internasional dapat mengenal hal-hal sederhana yang ikut serta membangun cita rasa budaya Indonesia.

Pada akhirnya, kesuksesan game-game lokal membuktikan bahwa memperkenalkan identitas kebudayaan Indonesia dapat dikemas dengan cara yang kreatif. Menjadi seorang nasionalis tidak harus terasa kaku dan dipaksakan. Rasa cinta tanah air dapat tumbuh dari hal-hal yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya diperkenalkan dan diapresiasi oleh dunia, mulai dari cerita hantu, indahnya pemandangan desa, hingga semangkuk bakso. Industri game lokal telah membuat gebrakan baru bagi anak muda Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton yang pasif, tetapi juga ikut memanfaatkan hobi dan talenta untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia.

Sunners, sekarang giliran kamu untuk ambil peran! Jika saat ini kamu belum bisa membuat game sendiri, dukungan paling nyata yang dapat kamu lakukan sebagai remaja adalah berhenti mengunduh game bajakan dan mainkanlah game-game lokal melalui platform yang legal. Intip Steam dan Google Play Store kamu, cari game-game dari developer lokal favoritmu, dan berikan ulasan positif agar para developer semakin semangat untuk membuat karya yang lebih bagus lagi. Dengan demikian, melalui tangan-tangan kreatif mereka, budaya Indonesia dapat semakin dilestarikan dan dikenal secara global.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1