Penulis: Selese Putriani Munawarah – Universitas Indonesia
Sunners, kita pasti pernah kehabisan ide untuk memberikan kado kepada seseorang. Ketika memberikan kado, sering kali kita membeli barang di marketplace agar praktis dan instan. Namun, kadang hal itu terasa kurang personal. Untuk kalian yang ingin memberikan kado kepada orang tersayang, zine bisa menjadi alternatif yang cocok. Zine adalah kumpulan kertas buatan sendiri yang menjadi ruang kecil untuk menyusun cerita, kenangan, dan perasaan kalian.

Mungkin beberapa dari kalian masih asing dengan istilah ini. Zine adalah publikasi kecil buatan sendiri yang biasanya berisi tulisan, ilustrasi, foto, kolase, atau campuran dari keempat elemen itu. Zine memberi ruang untuk berekspresi sebebas-bebasnya. Dalam dunia seni independen, zine sering dipakai sebagai media bercerita, berbagi ide, atau menyampaikan perasaan dengan cara yang lebih personal. ‘Zine’ berasal dari fanzine, yaitu “majalah penggemar”. Medium ini identik dengan budaya Do It Yourself (DIY) karena proses pembuatannya yang sederhana menggunakan mesin fotokopi atau printer di rumah.
Terkadang, hadiah yang paling berkesan itu bukanlah yang paling mahal, melainkan yang paling terasa effortnya. Kamu bisa menyesuaikan isi zine dengan orang yang menerimanya, jadi kado ini terasa lebih dekat dengan orang yang dituju. Selain itu, pembuatan zine mudah dan ramah budget. Karena sifatnya handmade, zine terasa lebih intim dan menunjukkan usaha nyata dari pemberinya. Ini membuat hadiah terasa lebih berkesan dibanding hadiah umum yang dibeli secara cepat.
Kalau zine ini mau dijadikan hadiah, isi di dalamnya bisa kamu sesuaikan dengan hubunganmu dengan si penerima. Untuk teman, kamu bisa isi dengan kenangan lucu, daftar momen seru, atau hal-hal yang kamu syukuri dari persahabatan kalian. Untuk keluarga, zine bisa berisi ucapan terima kasih, cerita kecil yang menyentuh, atau harapan-harapan baik. Sementara untuk pacar, zine bisa jadi karya yang manis untuk menaruh surat pendek atau potongan momen berharga dalam hubungan kalian.

Membuat zine sebenarnya tidak perlu rumit. Kamu cukup mulai dari tema yang jelas, misalnya “cerita tentang kita”, “10 hal yang aku suka dari kamu”, atau “terima kasih sudah hadir”.
Setelah menentukan tema, susun isi dengan campuran tulisan tangan, gambar kecil, foto, atau macam-macam potongan kertas. Kamu dapat menambahkan elemen visual seperti doodle, stiker, cap, atau tekstur kertas yang berbeda. Intinya, biarkan zine terasa seperti karya yang hidup.
Kamu dapat menggunakan seluruh kreatifitasmu dalam membuat layout. Salah satu layout yang banyak digunakan adalah kertas A4 yang dilipat atau dipotong menjadi beberapa bagian hingga menjadi sebuah buku mini dengan empat sampai delapan halaman.
Tahap terakhir adalah saatnya kamu memberikan finishing touch. Kamu dapat menambahkan elemen dekoratif seperti mengikat zine tersebut dengan pita, menjahit kumpulan kertas, atau menyatukannya dengan perekat. Sentuhan akhir seperti ini akan membuat kado zine-mu bukan hanya menarik dilihat, tetapi juga memberikan rasa emosional yang mendalam saat mereka membukanya.
Zine adalah hadiah kecil dengan rasa yang besar. Di balik bentuknya yang sederhana, ada perhatian, waktu, dan cerita yang membuat hal ini terasa jauh lebih berharga. Jadi, kalau kamu sedang mencari ide kado yang unik dan penuh makna, zine sangat layak untuk dicoba!
*****
Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.