Majalah Sunday

Sebuah Cerpen - Keinginan Untuk Kembali Di Masa Lalu

Penulis:Irma Yunita

Ramadan bulan puasa merupakan bulan di mana umat islam melakukan ibadah puasa. Setelah umat islam melakukan puasa satu bulan penuh, mereka menyambut kedatangan Hari Idulfitri dengan suka cita. Tak ketinggalan seorang gadis kecil Eni dan kakaknya Anggra yang juga antusias menyambut Hari Idul Fitri tersebut. 

Anggra dan Eni merupakan kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Mereka tinggal bersama kedua orang tuanya beserta kakek nenek nya. Kini mereka tumbuh dewasa, terkadang Eni membayangkan masa lalunya sebelum dia tidur dan ingin kembali ke masa lalunya tersebut. Tapi Eni berpikir itu pasti tidak mungkin. Akhirnya karena sudah malam Eni memutuskan untuk tidur.

Eni terbangun karena suara yang mengganggu tidurnya, kemudian dia melihat jam yang menunjukkan pukul enam pagi, dia kaget dan bertanya-tanya kepada ibunya kenapa tidak membangunkan dia untuk sahur, Eni pun pergi untuk menemui ibunya yang berada di depan rumah. 

“Buu.. kenapa ibu tidak membangunkan Eni untuk sahur tadi? Eni kan jadi tidak bisa sahur, apa kuat untuk berpuasa hari ini?” tanya Eni sambil dengan mata yang berkaca-kaca. 

“Lho kamu mau puasa? Biasanya kamu tidak puasa. Tidak apa-apa sudah, besok saja puasanya kamu kan belum baligh,” jawab Ibunya Eni. 

Eni pun kaget dan langsung mengangguk kemudian masuk ke dalam kamarnya. Eni berpikir belum baligh kata ibu, dia bergumam sendiri sambil menghadap cermin.

Sebuah Cerpen - Keinginan Untuk Kembali Di Masa Lalu

Ketika dia bercermin, Eni tercengang dan kaget “HAHHHH……” Suara sangat keras hingga kakaknya pun ke kamarnya. 

“Ada apa dek? Kok teriak kencang sekali” tanya Anggra. 

Eni pun menoleh dan cengengesan “Hehehe tidak apa apa kok, kak hanya pengen saja” jawab Eni dengan sedikit malu. 

“Ohhh dasar anak nakal ngagetin aku saja” sambil mencubit pelan lengan adik yang dia sayangi itu. Eni kemudian bermonolog. 

“Jadi aku kembali ke masa lalu? Rasanya senang sekali,” kata Eni dengan tersenyum.

Sore harinya, Eni dengan kakaknya Anggra berjalan jalan sambil menunggu buka puasa. Ketika sampai rumah Eni dikejutkan dengan ‘Ketut’ nama bonekanya yang dia sayangi. Boneka itu pemberian salah satu anggota keluarganya, tapi dia sendiri lupa hehehehe. Boneka tersebut dahulu nya tidak terpakai, tapi karena kakeknya Eni sering menggodanya dengan boneka tersebut Eni akhirnya jadi suka dengan boneka tersebut. 

“Hayo mau lari ke mana, aku akan mengejarmu Eni,” kata kakek mengejar Eni sambil membawa Ketut di tangannya. 

“Tidak kakek, aku takut geli aku sama rambut Ketut,” ucap Eni sambil berlari. Anggra pun masuk ke dapur terlebih dahulu, dia senang melihat adik yang dia sayangi bahagia dengan ‘Ketut’ bonekanya.

Sebuah Cerpen - Keinginan Untuk Kembali Di Masa Lalu

Eni pun terus berlari ke ibunya, dia pun mengadu ke ibunya “Ibuuuu lihat kakek selalu menggodaku ter dengan ketut. Aku geli bu dengan rambutnya ketut itu,” ucap Eni mengeluh ke ibunya sambil cemberut. 

Ibu tersenyum sambil mengelus kepada Eni dan menciumnya “Eni itu tandanya kakek sayang pada Eni. Buktinya kakek selalu menggoda Eni kan, Eni pasti juga suka dengan hal itu?” 

“Iya sih buu, tapi…” ucapan Eni terpotong karena Ketut dan kakek sudah dahulu menangkapnya dan kakeknya menertawai kemudian mencium pipi gembulnya.

“Lucu sekali cucu kakek ini, kakek jadi makin sayang sama kamu. Jadi anak yang sukses dan baik ya sayang,” ucap kakek sambil memangku Eni. 

“Iya itu kek bilangin Eni jangan jadi anak nakal,” ledek Anggra. 

Eni kesal dan beralih mengelitiki kakaknya. 

“Sudah sudah jangan begitu Eni” kata neneknya. 

“Kakak duluan ini nek jahil ke Eni” sambil menunjuk kakaknya dan cemberut. Semua orang di ruangan itu pun tertawa.

Tidak lama dari itu terdengar bunyi gemuruh motor dari arah luar, ternyata itu bapaknya Anggra dan Eni. Mereka berdua cepat cepatan untuk membuka kan pintu garasi. Tapi karena Eni masih kecil tangan mungilnya tidak sampai, jadinya kakaknya yang membukakan pintunya. Ketika bapak baru turun dari motornya terdengarlah azan maghrib. 

“Ayo anak-anak bapak, kita berbuka puasa. Bapak bawain sesuatu ini,” ucap bapak dengan tersenyum mengamati kedua putrinya itu. Anggra dan Eni senang mereka pun buka puasa bersama.

Tak lama dari itu Ketut menjadi boneka kesukaan Eni, karena kakeknya sering menggoda Eni dengan menggunakan Ketut sambil berlari. 

“Ketut, kita bakal jadi teman ya,” ucap Eni sambil mengelus rambut ketut. Kakeknya pun datang dan meraih Ketut sambil memeluk cucunya itu. 

“Ayo kek, main lagi sama Ketut,” ajak Eni. 

“Nanti takut kamu kayak kemarin,” jawab kakek sambil tertawa memandang cucunya. 

“Ihhh kakek, tidak ya Eni, tidak takut,” jawab Eni membela diri dengan berdiri sambil berkacak pinggang. 

“Baiklah kalau begitu. Bersiaplah Eni,” ucap kakek. Tanpa aba-aba, kakek langsung menggoda Eni dengan Ketut, Eni pun kaget dan berlari. 

“Kakek kok tiba-tiba sih aku kan jadi kaget,” ucap Eni dengan napas terengah-engah. 

“Kalau bilang-bilang kan tidak asyik nanti,” ucap kakek sambil tersenyum.

Eni juga tersenyum dan tertawa. Sampai suara ibunya membangunkannya 

“Eni bangunnn…. Kamu kenapa kok senyum dan tertawa sendiri?” tanya ibu. 

“Tidak kok bu, Eni sama kakek dan Ketut.” 

Sebuah Cerpen - Keinginan Untuk Kembali Di Masa Lalu

“Bilang apa kamu? Kakek kan di rumahnya dan Ketut bonekamu itu kan sudah lama di gudang dan rusak,” heran ibu Eni. 

Eni terdiam dan menyadari bahwa itu semua adalah mimpi dan khayalannya ketika waktu kecil. 

“Sudah, ayo sahur mumpung masih jam setengah empat. Nanti keburu imsak,” ajak ibu. 

“Tapi buu tadii….” 

Perkataan Eni terpotong ibunya, “Sudah itu hanya mimpimu saja. Kamu kangen kakak dan Ketut mungkin,” jawab ibu sambil mengelus lembut rambut putrinya.

Eni masih memikirkan mimpinya tadi, tapi dia bersyukur setidaknya dia dapat merasakan masa masa kecilnya yang indah dulu. Dia sadar dia telah melupakan banyak kejadian di masa lalu hanya karena bermain Hp. Eni berkomitmen untuk mejadi anak yang produktif dan sukses seperti kata kakeknya dulu.

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3