Penulis: Nasywa Almira Febrianti – Universitas Islam Jakarta
Rasa malas sering kali dianggap sebagai hal yang wajar. Tugas sekolah yang menumpuk, distraksi dari media sosial, hingga rasa lelah mental sering membuat semangat belajar dan beraktivitas menurun. Tidak jarang, rasa malas ini langsung dikaitkan dengan kurangnya motivasi atau disiplin diri, padahal penyebabnya bisa datang dari hal yang terlihat sepele.
Salah satu faktor yang sering diabaikan adalah kondisi lingkungan sekitar, seperti kamar atau meja belajar yang berantakan. Lingkungan yang tidak tertata dapat membuat pikiran terasa penuh dan sulit fokus, sehingga aktivitas sederhana pun terasa berat untuk dilakukan. Tanpa disadari, hal ini bisa memicu rasa malas yang berkepanjangan.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah kebiasaan sederhana yang dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan mendukung produktivitas. Konsep Seiri Seiton, yang berasal dari budaya Jepang, menawarkan cara praktis untuk memilah dan menata barang agar lingkungan menjadi lebih rapi dan teratur. Melalui penerapan Seiri Seiton, diharapkan dapat mengurangi rasa malas, meningkatkan fokus, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Pernah nggak sih ngerasa capek duluan padahal baru mau mulai? Bisa jadi bukan karena kamu malas, tapi karena lingkungan kamu bikin otak overworked
Nah, di sinilah Seiri Seiton masuk.
Seiri = memilah barang → mana yang penting, mana yang cuma numpang hidup di kamar
Seiton = menata barang → setiap barang punya “rumahnya” sendiri
Intinya:
kurangi yang nggak perlu, rapihin yang perlu.
Konsep ini datang dari budaya Jepang dan jadi bagian dari 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke), tapi tenang… ini bisa diterapin tanpa harus jadi perfeksionis kok.
Mari kita refleksi dulu:
1. baju bersih nyampur sama baju dipakai
2. tugas lama ketumpuk sama kertas nggak penting
3. barang kecil sering hilang padahal “kayaknya tadi di sini”
Hal-hal kecil kayak gitu sering bikin otak kerja dua kali. Baru mau mulai, tapi energi udah kepake buat beresin kekacauan di sekitar. Alhasil:
fokus gampang pecah
niat mulai jadi mundur
ujung-ujungnya nunda lagi
Padahal, masalahnya bukan di kemauan kamu.
Lingkungan yang berantakan bikin pikiran cepat lelah.
Jadi, rasa malas itu nggak selalu datang dari diri kamu. Kadang, pikiran cuma butuh ruang yang lebih rapi biar bisa napas sebentar dan siap lanjut lagi.
Pernah sadar nggak, kenapa ada hari di mana kamu bisa langsung mulai ngerjain sesuatu tanpa banyak drama, tapi di hari lain rasanya berat banget buat sekadar duduk dan fokus? Padahal tugasnya mirip, waktunya juga sama. Bedanya sering kali ada di kondisi sekitar kamu.
1. Pulpen selalu ada di tempat yang sama
2. Buku yang dipakai hari ini udah siap di meja
3. Barang nggak penting nggak ikut numpang rame
Di kondisi kayak gitu, mau mulai belajar rasanya lebih mudah, kan? Nggak ada drama nyari barang, nggak ada distraksi kecil yang bikin niat buyar.
Nah, di sinilah Seiri Seiton berperan.
Dengan memilah barang yang benar-benar dibutuhkan (Seiri) dan menatanya dengan rapi (Seiton), otak nggak perlu kerja ekstra sebelum mulai. Akibatnya:
waktu buat mulai jadi lebih singkat
fokus lebih gampang kebentuk
rasa males pelan-pelan berkurang
Yang menarik, Seiri Seiton nggak bikin kamu langsung rajin.
Tapi dia bikin aktivitas terasa lebih mungkin buat dimulai.
Karena kadang, yang kita butuhin bukan motivasi besar, cukup lingkungan yang nggak bikin kita pengen rebahan duluan.
Meja belajar lebih fungsional
Hanya barang yang sering dipakai yang diletakkan di meja, sisanya disimpan rapi agar belajar lebih fokus.
Barang pribadi tertata jelas
Pakaian, tas, dan sepatu dipisahkan sesuai kegunaan supaya aktivitas harian berjalan lebih lancar.
Ruang digital lebih rapi
File, foto, dan aplikasi di ponsel atau laptop dipilah agar layar tidak penuh dan membingungkan.
Waktu lebih efisien
Barang mudah ditemukan, jadi tidak banyak waktu terbuang hanya untuk mencari sesuatu.
Pikiran lebih tenang
Lingkungan yang tertata membantu mengurangi rasa lelah mental dan bikin lebih siap beraktivitas.
Jadi Seiri Seiton membantu kita sebagai remaja menciptakan kebiasaan sederhana yang berdampak besar pada kenyamanan dan produktivitas sehari-hari.
Mulai dari waktu singkat
Nggak perlu lama-lama, cukup 5–10 menit supaya nggak terasa berat dan bikin males duluan.
Pilah sebelum menata
Pisahkan barang yang sering dipakai, jarang dipakai, dan sudah tidak dibutuhkan agar lebih mudah diatur.
Tentukan tempat khusus untuk tiap barang
Setiap barang punya “rumah” supaya gampang dicari dan dikembalikan setelah dipakai.
Bikin suasana nyaman
Putar musik atau podcast favorit biar kegiatan beres-beres terasa lebih santai.
Nggak harus langsung sempurna
Fokus ke progres kecil, yang penting lebih rapi dari sebelumnya.
Biasakan secara perlahan
Kunci Seiri Seiton ada di konsistensi, bukan di hasil instan.
Catatan penting:
Langkah kecil yang dilakukan terus-menerus jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang cuma bertahan sebentar.
*****
Jadi kesimpulannya rasa malas yang sering dirasakan remaja tidak selalu berasal dari kurangnya motivasi, tetapi bisa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang berantakan. Melalui penerapan Seiri Seiton, remaja dapat menciptakan lingkungan yang lebih rapi, sederhana, dan nyaman. Lingkungan yang tertata membantu mengurangi beban pikiran, meningkatkan fokus, serta mempermudah langkah awal dalam beraktivitas. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, Seiri Seiton dapat menjadi solusi sederhana untuk mengurangi rasa malas dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Mulailah dari langkah kecil hari ini. Pilih satu area di sekitarmu, pilah barang yang tidak diperlukan, dan tata kembali dengan rapi. Tidak perlu sempurna, yang penting mulai. Jadikan Seiri Seiton sebagai kebiasaan sederhana agar aktivitas belajar dan keseharian terasa lebih ringan dan menyenangkan.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.