Penulis: Aurora Nicole Irasti Sunarto – Universitas Sanata Dharma
Hai Sunners, berikut aku rekomendasikan kepada kamu mengenai tempat-tempat rekreasi yang menarik di Solo, Jawa Tengah yang dapat kamu kunjungi untuk refreshing dan melepas penat. Ayo simak dan jangan lupa catat menjadi wishlist liburanmu di Solo ya!
Pura Mangkunegaran ini berdiri sebagai hasil Perjanjian Salatiga pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang bergelar K.G.P. Adipati Arya Mangkunegara I. Pada masa itu kompleks istana ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan Kadipaten Mangkunegaran. Hingga kini tidak hanya berfungsi sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai ruang pelestarian seni, adat istiadat dan tradisi yang memikat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung.
Tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur, Pura Mangkunegaran ini juga menyajikan kekayaan budaya Jawa seperti pada bagian Dalem Ageng wisatawan dapat mengamati berbagai koleksi sejarah seperti pusaka keraton, perhiasan, hingga dokumentasi visual perjalanan Kadipaten Mangkunegaran. Di bagian Pendhapa Ageng ini juga kerap diselenggarakan pertunjukan tari tradisional, gamelan, maupun upacara adat secara berkala. Keindahan taman, halaman, dan nuansa ornamen khas Jawa yang dipadukan dengan gaya Eropa menjadikan Pura Mangkunegaran sebagai destinasi heritage yang iconic.

Solo Safari merupakan sebuah taman margasatwa yang sebelumnya dikenal dengan nama Taman Satwa Taru Jurug. Hal yang menarik dari Solo Safari ini adalah mengenai konsep wisata edukasinya yang menarik dan dikemas dengan cara modern. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar mengenai flora dan fauna dari seluruh dunia. Di Solo Safari ini terdapat lebih dari 300 satwa yang berasal dari 90 spesies berbeda.
Koleksi satwa disini seperti jenis mamalia, burung, dan reptil sebagai daya tarik utama wisatawan. Keberadaan koleksi satwa disini juga berperan penting sebagai pendidikan lingkungan dan kesadaran mengenai perlindungan satwa liar. Pada taman margasatwa ini, wisatawan juga dapat belajar mengenai habitat asli satwa dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlangsungan hidup di alam. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati beberapa wahana edukatif yang menarik saat berkunjung di Solo Safari.

Laweyan merupakan salah satu sentra batik tertua dan terkenal di Solo selain Kampung Batik Kauman. Kampung Batik Laweyan ini memiliki luas wilayah sekitar 24 hektar dengan penduduk sekitar 2500 jiwa yang sebagian besar berprofesi sebagai pembuat batik. Kampung Batik Laweyan ini menjadi ikon batik di Solo sejak abad ke-19 saat Sarekat Dagang Islam pertama kali didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1912. Pada saat ini, Batik Laweyan memiliki 250 motif batik yang telah dipatenkan dengan ciri khas warna yang lebih terang dari motif Batik Kauman.
Bangunan Kampung Batik Laweyan dipengaruhi oleh berbagai jenis arsitektur dari Jawa, Eropa, China, dan Islam yang menjadi daya tarik wisatawan. Bangunan ini juga menggambarkan kejayaan saudagar-saudagar batik di masa lalu dengan tembok tinggi serta gang sempit yang menjadi ciri khas kampung batik ini. Wisatawan tidak hanya dapat membeli batik, tetapi juga dapat mengikuti kursus membatik singkat selama dua jam atau dapat mengikuti workshop intensif di kampung batik ini.

Lokananta pada awalnya adalah studio pabrik piringan hitam legendaris yang dibangun pada 29 Oktober 1956. Waldjinah, Bing Slamet, Gesang, Titiek Puspa, beserta musisi-musisi legendaris Indonesia lainnya pernah melakukan rekaman di tempat ini. Tidak hanya musisi, beragam pertunjukan juga pernah melakukan rekaman seperti pertunjukan Srimulat dan wayang untuk disiarkan pada Radio Rakyat Indonesia (RRI). Namun, Lokananta mengalami gulung tikar pada tahun 1999 yang membuat industri piringan hitam dan kaset di Indonesia mulai ditinggalkan. Kemudian pada tahun 2012 Lokananta menjadi sebuah museum dan berusaha mengembalikan kejayaannya.
Di Lokananta Bloc ini wisatawan juga dapat berkunjung ke Galeri Lokananta yang menampilkan sejarah dan perjalanan pabrik piringan hitam Lokananta. Berbagai koleksi seperti arsip dan alat-alat rekaman disajikan dalam bentuk menarik sehingga menjadi spot foto yang iconic. Selain Galeri Lokananta, di Lokananta Bloc ini juga terdapat arena pertunjukan berupa amfiteater dan panggung terbuka sebagai ruang kreatif dan pusat hiburan publik yang dapat difungsikan. Wisatawan juga dapat mengunjungi area kuliner dan berbagai tenant kreatif yang menawarkan produk seni, musik, dan merchandise. Desain bangunan Lokananta Bloc ini memadukan nuansa heritage dengan sentuhan modern menjadikan tempat ini memiliki banyak spot menarik dan area terbuka yang asri untuk mengabadikan momen dengan berswafoto.

Bagaimana Sunners, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi berbagai tempat rekreasi tersebut saat kamu sedang berkunjung ke Solo? Semoga rekomendasi tersebut dapat berguna untukmu yang sedang ingin berekreasi di Solo ya!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.